Tepat pukul 2.45 pagi di setiap hari Senin, saya bersiap meninggalkan Sukabumi menuju Jakarta. Ritual yang dulu sangat saya benci namun sekarang berlahan-lahan saya nikmati.
Ternyata pagi itu berkabut. Kaca mobil bagian depan menjadi buram. Dari 130 km jarak yang harus ditempuh, mobil terpaksa berhenti di km 13. Pun meski telah dibersihkan, jarak pandang hanya 5 m ke depan. Sedikit terbantu karena pendar-pendar lampu.
Tapi dengan mantap, mobil terus melaju. Seolah ia tahu ke mana arahnya, rute mana yang harus dilalui, dan kapan harus sejenak berhenti. Namun sebenarnya, mobil sekedar menyusuri aspal jalan yang disediakan. Ia hanya berpegang pada peta dan kompas dari Sukabumi menuju Jakarta.
Ah – pikir saya – bukankah demikian pula hidup?
Alunan nada itu menyentak ruang dengarku.
Genap satu bulan saya menghibernasikan blog. Ada banyak kejadian yang saya alami dan tidak sabar ingin saya bagi.


Beberapa waktu yang lalu, teman-teman kantor yang baru datang dari site melihat foto-foto liburan keluarga saya waktu di Jungle-Bogor, Ancol,
Sepulang fitness dan berenang semalam, saya mengudap camilan favorit : sebuah Donat J.Co satu-satunya yang tersisa di kulkas.
Kenapa tangan terlipat di dada adalah kesalahan besar dalam wawancara kerja? Bagaimana mengidentifikasi pasangan yang berbohong dengan mudah?
Bulan April lalu sebenarnya ada tiga buku yang harus dibaca, sebagaimana yang saya katakan di
Sekitar jam 7 malam, menjelang isya, Wima terlihat mulai mengantuk. Kemudian saya bawa dia dan adiknya ke kamar mereka.
<update status> Keasyikan fesbuk. Ketagihan olahraga. Fokus di kerja. Senang-senangnya nulis dan baca. Kangen keluarga…