1. Bermain dengan teman sebaya secara damai
2. Bernegosiasi dengan teman sebaya. Jika kita terbiasa berkomunikasi secara sehat dengan anak (meminimalisir kata-kata negatif, seperti ‘jangan’ dan ‘tidak boleh’), Anda akan takjub betapa balita Anda akan melakukan hal yang sama pada temannya
3. Makan sendiri. Kotor, pasti. Just trust your child!
4. Membaca doa-doa pendek, seperti doa mau makan dan mau tidur. Bahkan jika sejak dalam kandungan sering diperdengarkan surat-surat pendek (Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas), di usia ini dia bisa melafalkannya dengan lengkap
5. Merasa aman di tempat umum. Pastikan dulu bahwa si balita merasa aman di dekat Anda. Sekali lagi, gunakan kata-kata yang positif untuk membesarkan kepercayaan diri anak
6. Menyusun puzzle. Balita tidak menguasainya begitu saja. Keaktifan dan keterlibatan figur lekat-lah yang membuat dia menjadi mampu menyusun puzzle
7. Menghitung angka 1-10 (bahkan lebih). Lakukan secara menyenangkan. Bisa menggunakan lagu, ketika naik dan turun tangga, menghitung roda sepedanya, dll. Kapan pun, di mana pun, Anda bisa menambah pengetahuan untuk si balita
8. Menendang bola dan mampu menjaga keseimbangan. Ini adalah permainan yang biasanya paling disukai balita
9. Berenang. Jika Anda sering melarang anak bermain air, jangan harap ia akan berani melakukan olahraga ini
10. Membersihkan diri sendiri, dengan tingkat kebersihan yang diragukan
11. Toilet training. Ajarkan balita untuk mengatakan pipis ketika ingin membuang urin, dan mengatakan pup ketika ingin membuang hajat besar
12. Merapikan barang-barang miliknya, seperti mainan dan hygiene stuff-nya
13. Bersepeda dan mampu menjalankan instruksi kanan-kiri dengan benar
14. Sadar kamera
15. Menulis , menggambar dan mewarnai , seperti membuat lingkaran dengan sempurna, meneruskan gambar mobil, dan mewarnai di dalam garis
16. Menirukan gaya si ayah yang gamer sejati (khusus bagi balita yang ber-ayah gamer)
17. Bermain petak umpet. Ini juga permainan yang sangat disukai balita
18. Berinteraksi secara aktif dengan orang dewasa sambil saling menirukan tingkah lakunya
Referensi:
Brain Games for Toddler
Life-Span Development (Hurlock)
Kumpulan Artikel Psikologi Anak
500 Permainan dalam 5 Menit
www.e-psikologi.com/anak

Desember 5, 2008 pada 2:19 am
[...] juga : Bagaimana berperilaku di depan balita Anda Darimana balita belajar Kompetensi balita usia 1,5-2 tahun Ditulis dalam Mom and Kiddie. Tag: anak nakal, anak susah makan, komitmen, labelling, mainan, [...]
Maret 19, 2009 pada 9:12 am
Alhamdulillah….
Ini informasi penting yang pengen bgt aku tahu mb….
Aku sih gak terlalu cemas, kalau anakku kemampuan di suatu hal belum bisa seperti teman sebayanya…toh di hal lain, anakku bisa,belum tentu temannya bisa. yah,kelebihan dan kemampuan anak masing2 berbeda
Namun untuk hal2 yang mb tulis diatas,Alhamdulillah Ryan sudah bisa semua….
Tulisan itu terinspirasi dari pengamatanku terhadap Wima kok, say. Saat itu kan 24 jam Wima bersama ibunya. Jadi aku yang paling tahu perkembangan Wima dari waktu ke waktu.
Agustus 1, 2009 pada 9:56 am
alhm anakku aktif segala yang ditemukan pengen dicobanya kadang kewalahan sih tp gak apalah
Oktober 18, 2009 pada 7:03 am
Alhamdulillah..aku bingung kalo anakku lagi emosi..hiks…
Oktober 26, 2009 pada 11:45 am
Alhamdulillah, tambah ilmu dr mba’ Gita, Putraku Ilham 22 bulan sedang banyak bereksplorasi neh, kami jd harus sangat pandai menghargai dan mengarahkannya. Oya mba, aku mau tanya apa mba’ Gita ada tips khusus untuk menyapih buah hati? Coz my baby bentar lagi mau aku stop asi nya, kan dah mau 2 tahun, aku pasti sedih melihatnya tidak bisa Asi lagi… bales ya mba….., Thanks you.
September 15, 2011 pada 8:25 am
. subhanaallah ,,
. anak” nya pada tumbuh aktip
. semoga anak” itu menjadi anak yang sholeh.
Desember 31, 2011 pada 8:24 am
subhanallah keagungan Allah