Sedang sangat jenuh. Penyakit yang hampir tidak pernah mampir karena saya selalu menjalankan prinsip balanced-life. Tapi memang tiga minggu terakhir ini saya hanya fokus pada satu hal dalam satu waktu, 24 jam sehari. Urusan pekerjaan. Bahkan diari saya kosong. Padahal sudah setahun ini saya tidak pernah libur menulis satu hari pun.
Untuk menelpon suami dan anak, saya harus mencuri-curi waktu. Kadang sudah sangat lelah untuk sekedar menanyakan kabar. Fine, saya masih bisa tertawa-tawa ketika mengerjakan tugas. Tapi kok rasanya kering ya.
Jadi, terhitung sejak 17 Februari hingga hari ini, saya dan tim melakukan Recruitment on Campus. Menjadi penjaring manusia, kalau kata mentor saya. Kami mendapat jatah di Jawa. Just that. Tapi for making sure bahwa semuanya harus berjalan seefisien dan seefektif mungkin cukup menyita energi. Belum lagi harus ‘menyamakan frekuensi’ dengan tim yang sebelumnya belum pernah berinteraksi seintens ini, 18-22 jam sehari.
Capek.
