Benarkah mendapatkan pekerjaan itu sulit?

Mbak, sudah setahun ini aku jobless. Selama itu juga aku udah masukin lamaran kesana sini. Tiap ada jobfair aku ikut, tiap ada lowongan di koran, aku masukin. Dari PNS sampai swasta. Dari perusahaan bonafid, sampai ecek-ecek (pelayan toko). Tapi semuanya nihil. Nggak lolos admin-lah, gagal di tes, bahkan udah sampai wawancara, gagal juga. Kalo dihitung udah puluhan kali, tapi kok gagal terus ya?
Adik kelas, via e-mail.

Ironis ya. Padahal selama bekerja di perusahaan sekarang, hampir setiap minggu saya melakukan tes seleksi untuk mengisi posisi-posisi yang kosong.

Baca entri selengkapnya »

Kapankah saat paling aman untuk cuti melahirkan?

pregnant-belly-receiving_u16090416Minggu ini kehamilan saya memasuki minggu ke-31. Menurut prediksi dokter, proses melahirkan terjadi di minggu ke-38, yaitu sekitar minggu ketiga Oktober.

Rencananya, saya mengambil cuti di minggu ke-35, bertepatan dengan cuti bersama menyambut Idul Fitri. Jadi, jika melahirkannya tepat seperti yang diprediksi, saya masih punya 2,5 bulan untuk full bersama si new entry.

Saya tinggal di Jakarta dan berencana untuk melahirkan di Sukabumi dengan beberapa pertimbangan. Mohon masukan : pada kehamilan di minggu keberapakah saat paling tepat untuk cuti melahirkan?

Ketika harus memutuskan nasib pelamar dalam 1 menit

papers1

Mensortir ratusan bahkan ribuan lamaran, baik hard copy maupun soft copy setiap hari tentu bukan pekerjaan yang menyenangkan bagi HRD. Untuk rutinitas satu ini, tentu saja membutuhkan kecepatan sekaligus kejelian dalam melihat CV-CV yang masuk.

Seringkali saya harus memutuskan dalam waktu kurang dari 1 menit siapa sajakah yang layak untuk mengikuti seleksi selanjutnya. Bisa ditebak, dari sekian banyak CV, kurang lebih hanya 20% saja yang dinilai memenuhi kualifikasi untuk dimasukkan ke database dan akan diproses lebih lanjut.

Jadi, bagaimana caranya supaya CV Anda dilirik oleh HRD? Di sini dijelaskan sangat detail oleh seorang headhunter berpengalaman dari Monroe Consulting Group.

Baca, ikuti tutorialnya, dan buktikan hasilnya.

*Duh jadi seperti ngiklan yak? Hehehe

Ini anak sulung saya

Si ibu sedang mellow euy. Wima dipinjam yangti dan kakungnya ke Solo. Sudah 4 hari batita lucu ini bolos sekolah. Dan baru saja saya dikabari kalau si sulung ini tidak mau pulang! “Wima mau di Solo aja”, katanya. Waduh.

Baca entri selengkapnya »

Membangun kelekatan ibu dan anak

Pernahkah kita berpikir kenapa manusia setelah dilahirkan memerlukan waktu lebih lama untuk bisa berjalan sendiri? Mengapa tidak seperti kambing, kuda, sapi, atau kerbau yang bisa berjalan sendiri begitu dilahirkan? Kenapa manusia berada dalam kandungan hanya 9 bulan, sedangkan hewan hingga 20-22 bulan? (Wih, lamanya…pernah ga ya hewan berpikir tentang itu? Hehehe)

Menurut Ibu Ratna Megawangi* dalam bukunya berjudul Yang Terbaik untuk Buah Hatiku, janin dalam kandungan adalah simbol penyatuan sempurna antara ibu dan anak. Dalam rahimlah janin mendapatkan perlindungan, kehangatan, dan kenyamanan total.

Baca entri selengkapnya »

Ketidaknyamanan pada tri semester ketiga

Selain ketidaknyamanan psikis, ada beberapa ketidaknyamanan fisik yang harus ditanggulangi ibu hamil – terutama ketika memasuki tri semester ketiga. Ini share aja ya. Kalo ada yang mau menambahkan, silahkan…

· Gatal-gatal, terutama di kulit perut. Hal ini muncul akibat membesarnya perut sesuai perkembangan janin dalam kandungan. Solusi : jangan digaruk, karena akan meninggalkan bekas. Mending dioles dengan pelembab saja (kalo saya sih lebih mantap pakai balsam, wiiih panas, hehehe).

· Suhu badan meningkat. Ibu hamil akan lebih mudah merasa kegerahan/berkeringat ketika orang lain biasa saja (apalagi tinggal di Jakarta, ampun deh). Hal tersebut terjadi karena ada perubahan metabolisme tubuh sebagai upaya penyesuaian untuk mendukung bayi yang kian membesar. Solusi : usahakan tinggal di ruangan/lingkungan yang sejuk. Hayo, untuk yang malas mandi, jadi rajin kan? Ups!

Baca entri selengkapnya »

Memasuki tri semester ketiga

Update

Alhamdulillah kehamilan kedua saya sudah memasuki tri semester ketiga, tepatnya 30 minggu. Terakhir USG, kepala sudah di bawah, Insyaallah perempuan – meskipun buat saya sama saja. HPL (Hari Perkiraan Lahir) tanggal 18 Oktober 2008.

Berat badan saya memecahkan rekor berat 10 tahun terakhir : 60 kg! Padahal saat kehamilan yang pertama, ‘hanya’ sampai 56 kg. Wah, seru juga membawa badan seberat ini. Kadang geli sendiri melihat cara berjalan yang mulai berubah karena harus menjaga keseimbangan. Pokoknya setelah melahirkan harus kembali ke berat ternyaman : 48 kg. Segitu cukup kali ya.

Saat ini saya mulai ajeg hypnobirthing untuk menyiapkan tubuh, pikiran, dan emosi saat melahirkan nanti. Kebetulan saya pernah belajar tentang hypnotherapy . Insyaallah saya akan share tentang manfaat hypnobirthing ini di tulisan lain. Selain itu, mulai awal bulan depan saya sudah dijadwalkan untuk mengikuti kelas senam hamil. Demi menyambut kedatangan si new entry ini, segala sesuatu memang harus disiapkan.

Doakan ya, semoga prosesnya lancar serta si bayi lahir normal dan sehat (sementara ini panggilan janinnya: cumimil. Semoga si bayi tidak keberatan, hehehe)

What’s on HRD’s mind?

interview-pic1Seorang teman menulis dalam salah satu postingnya bahwa setelah 3 tahun lulus dari fakultas mentereng salah satu Big 5 universitas di Indonesia, dia telah pindah ke 3 perusahaan yang berbeda.

Fenomena seperti ini pun sering saya jumpai ketika mewawancarai orang. Ketika seorang kandidat mempunyai track record sering berpindah kerja (misalkan setiap 1-2 tahun pindah), tentu ada hal-hal yang harus digali. Karena perusahaan tidak menginginkan hal yang sama terjadi ketika meng-hire kandidat tersebut. Bukankah memperkerjakan orang juga merupakan cost?

Ada yang bertanya, salahkah pindah-pindah kerja? Untuk masa sekarang, hal tersebut memang tidak menjadi masalah seperti dulu – yang selalu mem-black list orang yang sering berpindah kerja sebagai kutu loncat. Karena ada pendapat bahwa bukan zamannya lagi loyal pada satu perusahaan, tapi lebih pada loyalitas terhadap profesi.

Baca entri selengkapnya »

Adakah penelitian tentang kepribadian ganda di Indonesia?

Novel karya Schreiber tentang MPD (Multiple Personality Disorder) atau DID (Dissociative Identity Disorder) yang diterjemahkan oleh Pak Sarlito Wirawan Sarwono, yaitu Sybil : Kisah Nyata Gadis dengan 16 Kepribadian adalah salah satu buku psikologi populer yang wajib dibaca mahasiswa psikologi.

Kecenderungan yang terjadi pada diri Sybil yang mengalami penyiksaan fisik dan seksual pada masa anak-anak menarik untuk diamati dengan melihat fakta bahwa cara yang dilakukan dalam menghadapi permasalahan berbentuk memecah kepribadiannya. Detail resensi ditulis dengan sangat menarik di sini.

Saya penasaran, kenapa ya kasus seunik ini luput dari perhatian? Bagaimana jika sebagian besar kasus DID hanya kurang dikenali (underrecognize) oleh masyarakat Indonesia, seperti halnya autisme dan homoseksual dulu?

Baca entri selengkapnya »

Cara mengerjakan psikotes

psikotesDalam proses seleksi kerja, perusahaan sering menggunakan psikotes sebagai alat untuk mendapatkan gambaran mengenai kemampuan intelektual dan kepribadian kandidat karena diyakini sebagai alat yang cukup objektif untuk menilai apakah profil seseorang cocok mengisi posisi tertentu.

Rangkaian alat tes yang digunakan oleh setiap perusahaan bisa berbeda-beda, kurang lebih tergantung pada level jabatan dan tingkat pendidikannya.
Baca entri selengkapnya »