Saya berkenalan dengan filsafat ketika duduk di bangku kelas 3 SMA. Beberapa teman saya yang masuk golongan lempeng dot com selalu memperingatkan untuk tidak mendalami ilmu – yang menurut mereka – bisa menyesatkan ini.
Namun semakin dilarang, membuat saya semakin penasaran. Konsekuensi untuk dijauhi dan dianggap aneh oleh sahabat-sahabat saya waktu itu pun saya ambil.
Ternyata, berfilsafat mendorong kita untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang tak berbatas ini.
Berfilsafat juga berarti mengoreksi diri, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau.
Baca entri selengkapnya »
