Memasuki tri semester ketiga

Update

Alhamdulillah kehamilan kedua saya sudah memasuki tri semester ketiga, tepatnya 30 minggu. Terakhir USG, kepala sudah di bawah, Insyaallah perempuan – meskipun buat saya sama saja. HPL (Hari Perkiraan Lahir) tanggal 18 Oktober 2008.

Berat badan saya memecahkan rekor berat 10 tahun terakhir : 60 kg! Padahal saat kehamilan yang pertama, ‘hanya’ sampai 56 kg. Wah, seru juga membawa badan seberat ini. Kadang geli sendiri melihat cara berjalan yang mulai berubah karena harus menjaga keseimbangan. Pokoknya setelah melahirkan harus kembali ke berat ternyaman : 48 kg. Segitu cukup kali ya.

Saat ini saya mulai ajeg hypnobirthing untuk menyiapkan tubuh, pikiran, dan emosi saat melahirkan nanti. Kebetulan saya pernah belajar tentang hypnotherapy . Insyaallah saya akan share tentang manfaat hypnobirthing ini di tulisan lain. Selain itu, mulai awal bulan depan saya sudah dijadwalkan untuk mengikuti kelas senam hamil. Demi menyambut kedatangan si new entry ini, segala sesuatu memang harus disiapkan.

Doakan ya, semoga prosesnya lancar serta si bayi lahir normal dan sehat (sementara ini panggilan janinnya: cumimil. Semoga si bayi tidak keberatan, hehehe)

What’s on HRD’s mind?

interview-pic1Seorang teman menulis dalam salah satu postingnya bahwa setelah 3 tahun lulus dari fakultas mentereng salah satu Big 5 universitas di Indonesia, dia telah pindah ke 3 perusahaan yang berbeda.

Fenomena seperti ini pun sering saya jumpai ketika mewawancarai orang. Ketika seorang kandidat mempunyai track record sering berpindah kerja (misalkan setiap 1-2 tahun pindah), tentu ada hal-hal yang harus digali. Karena perusahaan tidak menginginkan hal yang sama terjadi ketika meng-hire kandidat tersebut. Bukankah memperkerjakan orang juga merupakan cost?

Ada yang bertanya, salahkah pindah-pindah kerja? Untuk masa sekarang, hal tersebut memang tidak menjadi masalah seperti dulu – yang selalu mem-black list orang yang sering berpindah kerja sebagai kutu loncat. Karena ada pendapat bahwa bukan zamannya lagi loyal pada satu perusahaan, tapi lebih pada loyalitas terhadap profesi.

Baca entri selengkapnya »