Kata-kata bijak dalam mendidik anak

Ketika saya bertandang ke kediaman rektor salah satu universitas negeri di Jogja sekitar tahun 2002, saya melihat untaian kalimat bijak yang dipigura cantik di salah satu sudut dinding kamar tamu beliau.

Saat itu, saya hanya membaca sekilas. “Ah, saya sudah tahu kok. Kan orang psikologi”, batin saya waktu itu.

Saat ini, dengan kondisi sudah berkeluarga, saya baru benar-benar paham kenapa kalimat tersebut sangat penting bagi sang rektor hingga harus dipampang di kamar tamunya.

Jika anak hidup dengan kritikan,ia akan belajar untuk mengutuk.
Jika anak hidup dengan kekerasan, ia akan belajar untuk melawan.
Jika anak hidup dengan ejekan, ia akan belajar untuk menjadi pemalu.
Jika anak hidup dengan dipermalukan, ia akan belajar merasa bersalah.

Jika anak hidup dengan toleransi, ia akan belajar bersabar.
Jika anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri.
Jika anak hidup dengan pujian, ia akan belajar untuk menghargai.
Jika anak hidup dengan tindakan yang jujur, ia akan belajar tentang keadilan.
Jika anak hidup dengan rasa aman, ia akan belajar untuk mempercayai.
Jika anak hidup dengan persetujuan, ia akan belajar untuk menghargai dirinya.
Jika anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan, ia akan belajar untuk menemukan cinta di muka bumi ini.

Memang tidak semua anak beruntung dibesarkan di keluarga yang harmonis dan positif. Maslow sendiri – pelopor aliran psikologi humanistik dengan teori Hierarchy of Needs yang sangat terkenal itu – mengalami hubungan yang buruk dengan keluarganya, terutama sang ibu.

Tapi toh setiap orang memiliki kemampuan untuk belajar. Seandainya kita dibesarkan di lingkungan yang penuh kritik, kemudian membentuk karakter kita menjadi mudah tidak percaya diri, bukan berarti harga mati.

Ketika menyadari ada kekurangan, kita bisa melakukan pemograman ulang kan? Meski – tentu saja – sangat tidak mudah.

Dan yang penting, berkomitmen untuk tidak mengulang pola – jika menurut kita kurang pas – yang diberikan orangtua ke anak-anak kita.

Kata Maslow, orang yang beraktualisasi diri adalah orang-orang biasa yang tumbuh tanpa halangan.

About these ads

27 Tanggapan to “Kata-kata bijak dalam mendidik anak”

  1. edratna Says:

    Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang, akan mudah memberikan kasih sayangnya pada orang lain….
    Saya percaya kata-kata ini, dari hasil pengamatan dilingkungan terdekatku. Dan jika ada teman yang aneh, yang suka cari perhatian, jika ada kesempatan saya suka mendengarkan mereka bercerita tentang keluarganya, latar belakangnya…nanti kita bisa memahami mengapa si teman tadi punya sifat seperti itu.

  2. qizinklaziva Says:

    Wahhh… manfaat banget nih kalimat2 bijaknya… dicopas dulu ya!

  3. bayu200687 Says:

    klo nda salah itu puisi karya dorothy
    dlu waktu bikin paper pas masih kul, sempat aq cantumin di halaman depan…
    benar2 puisi yg bagus dan penuh makna

  4. mila Says:

    hm.. hm.. thanks ya.. walaupun kata-kata tidak semudah mempraktekkan

  5. Anakku bandel sekali_part 3 « Sanggita Says:

    [...] juga manifesto tentang mendidik anak di-posting-an Kata-kata Bijak dalam Mendidik Anak. That’s our rules. Dicatet lho ya, [...]

  6. aditiga Says:

    SAYA SETUJU DENGAN KATA BIJAK TADI

  7. antik Belog Says:

    wah, bagus bagus kata kata bijak nya…ikut share ya ?
    biar dipasang juga di antik Belog
    salam kenal

  8. yessy omar Says:

    Saya setuju dgn kata2 bijaknya, mudah2an saya dapat menerapkannya walau kadang sulit, sehingga anak sy menjadi pribadi yang berkualitas.

  9. nina Says:

    bagus…..bener bagus…..saya br tau….

  10. azis Says:

    hm….bagus. tapi kata bijaknya sedikit.

  11. zaenal Says:

    ssiiiiippp.. .. . . bagus .. .

  12. rully Says:

    kata-kata bijak di atas itu indah sekali bila diterapkan oleh semua para orang tua khususnya di Indonesia.. akan luar biasa Negeri kita ini yaa..

  13. yos dalihi Says:

    saya sangat terkesan dengan kata2 bijak yang begitu indah… saya berharap kita semua yang akan menjadi orang tua atau yang sudah orang tua harus memiliki tanggung jawab terhadap anak2,,,,,,

  14. metra eliza Says:

    kata kata bijak yang tak hilang dari perubahan musim,,,ini kata bijak yang abadi,,bravo yang menciptakan kata – kata ini..moga bermamfaat bagi yang membaca,,tapi jangan tiori aja praktek nya yang perlu ,,oceeee

  15. Lin Rosalia Says:

    bagus sekali kata-katanya. memang betul, tidak semua orang mendapat kasih sayang orangtua yg tulus

  16. ch0c0 Says:

    wah kata-kata yang luar biasa

  17. getronik Says:

    Hidup tanpa kritikan, anak jadi merasa paling benar
    Dunia ini keras, dia harus tau tentang kekerasan
    Ajari dia melawan terhadap sesuatu yang salah, baik dengan tindakan, ucapan atau pikiran

    Terlalu banyak toleransi, ia akan belajar santai
    Terlalu banyak pujian, ia akan merasa paling tinggi.

    Dunia ini seperti Air di danua. Ambil segelas jika haus, ambil se-ember jika ingin mandi, dan gunakan pompa jika ingin mengairi sawah. Semua ada porsinya masing-masing.

    Ajari dia Kebenaran walau kebenaran kadang pahit. Ajari dia kekalahan, walau kekalahan itu sakit. Maka dia akan bersyukur pada setiap gelas air yang dia teguk, pada setiap nafas yag dia hela…

    “Life isn’t as simple as a puzzle as it is a plan…” (AWIMS)

  18. bowdaw Says:

    @edratna . brarti itu anak termasuk yg memiliki afek yg kuat. anak tersebut tidak membutuhkan afek dri orang lain.

  19. seli_usel Says:

    . sangat bagus mbak.
    . mantap

  20. ridhwan Says:

    sangat membimbing kepada orang tua……tuk mendidik anak nya……very nice……

  21. Ali Shodiqin Says:

    Ohoi… tulisan yang apik. Terpaksa yang mengcopy dan ngeprint, untuk saya berikan kepada istri saya di rumah. Juga kepada kawan-kawan dengan tetap menyebutkan sumber tulisan. Makasih ya…..

  22. Jurnal Ilmiah Says:

    Tahukah Anda? Maslow juga menyatakan “Teori ekonomi klasik, dikreasikan berdasarkan pada teori motivasi manusia yang tidak memadai, bisa berevolusi dengan cara menerima realitas kebutuhan manusia yang lebih tinggi, termasuk dorongan untuk aktualisasi diri dan kasih terhadap nilai-nilai keTuhanan.”

  23. M. Sulthon Agung Says:

    Semga bermanfaat thnks n_n

  24. Erie Kustiyani Says:

    terima kasih.Sangat bermanfaat.

  25. yeyen Says:

    Motivasinya sangat bagus Bunda….semgat inspiratif bagi Bunda dan Anak… :)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: