Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan rekrutmen management trainee dan D3 trainee di Semarang (tempat tes : Politeknik UNDIP) dan Jogja (tempat tes : UPN dan UGM).
Saat perjalanan dengan mobil dari Semarang ke Jogja, tepatnya di Jl. Magelang, saya sempat memergoki langit yang bermurah hati memancarkan keceriaannya.
Sebuah kemewahan setelah sekian lama menjadi survivor di Jakarta.


*Berhubung weekend, nulisnya yang ringan-ringan saja ya.

Desember 9, 2008 pukul 1:08 pm
jadi kangen pulang ke jogja..
udah 20 bulan gak pernah mudik
Insya Allah lebaran tahun depan bisa menikmati kota jogja yang adem ayem
Desember 10, 2008 pukul 3:37 pm
Wah, saya juga, mbak. Rencana mo balik baru lebaran tahun depan. Setelah dirasa-rasa – dan bukan dipikir2 – akhir bulan ini mo balik aja. Kangen Jogja, kangen Solo. Kangen makanannya, kangen suasananya. Mumpung masih cuti melahirkan. Pulang yuks…
Desember 11, 2008 pukul 12:04 pm
Langitnya bagus sekali…kayaknya kalau di Jakarta jadi abu-abu deh…kebanyakan polusi.
Desember 11, 2008 pukul 4:22 pm
kok bagus gitu motonya pake DSLR ato kamera saku, bu?
Desember 12, 2008 pukul 1:00 am
langit akan tetap biru, kecuali jika tertutup…
bisa tertutup awan, bisa tertutup CO2, bisa juga tertutup langit-langit rumah…
Desember 12, 2008 pukul 4:00 pm
@royalsky,
Ini motonya pake Cannon EOS 400D (duh, nggak ngerti juga maksudnya gimana, hehe)
*gaptek, euy!
Oktober 25, 2009 pukul 6:53 pm
bukankah langit biru selalu ada dimana saja?
biarpun Jakarta merupakan kota yang sesak, namun masih ada celah yang dapat untuk melihat langit yang biru, terimakasih..