Tadi pagi saya membaca koran Kompas. Di salah satu kolom, diceritakan bahwa penyair Sapardi Djoko Damono dibuat pusing lantaran request friends di facebook-nya mencapai 1500 orang.
*dan saya salah satu dari 1500 itu yang sedang menunggu konfirmasinya, hehe…
Yang membuat surprise, ternyata si pembuat account facebook adalah cucunya yang masih duduk di kelas V SD.
Weh, anak sekarang…benar kata Pak Budiono Darsono…benar-benar digital native. Wima saja sudah akrab dengan notebook, at least untuk bermain game *bermain kok game, bingung ah milih katanya*
Jadi ingat perilaku berinternet teman-teman di kantor. Jika ada kesempatan, pastilah menengok media satu itu. Entah virus apa merasuki mereka, tapi facebook memang membuat orang euforia.
Bagi saya pribadi, facebook hanya sebentar saja ditengok. Account yang sudah saya buat sejak setahun lalu ini sekedar untuk update kabar/status teman-teman SMA, kuliah, komunitas persma, dan – ini yang irasional – teman kantor! Ampun deh, ketemu tiap hari lebih dari 8 jam gitu.
Itu pun saya lakukan sebelum atau sepulang dari kantor, pagi atau malam. Blog, cek e-mail yahoo, YM, facebook cukup di rumah dengan jaringan sendiri.
Dibandingkan facebook, saya tetap prefer blog karena ruang bermainnya jauh lebih luas. Ah, belum bisa komen lebih jauh nih. Masih mengamati.
Kembali ke cerita di awal tulisan ini, berkat facebook, Pak Sapardi Djoko Damono pun mendapatkan kembali naskah Syair Inul yang sempat hilang – yang rencananya akan segera diterbitkan.
Setelah diumumkan melalui media jejaring sosial tersebut, tak sampai 2 jam ada yang mengirim balik. Rupanya sang pengirim sempat mencatat naskah itu saat dibacakan dulu. Jadilah buku Syair Inul diluncurkan bersama buku kumpulan puisi lainnya : Kolam di Pekarangan.
Itu mungkin salah satu manfaat yang bisa dipetik dari facebook. Bagi Anda, apa sih manfaat facebook?
*Saya kok malah menganggap fenomena facebook ini sebagai media virus digital narcisism untuk menginjeksikan dirinya ke dalam ruang persepsi kita ya?
Related Posts :
Facebook dan Para Bajingan (Budiono Darsono)
Persamaan Fenomena Ponari dan Facebook (Ndoro kakung ingkang Pecas Ndahe)
Kenapa Akses Internet Sebaiknya Dilarang di Ruang-ruang Kantor (Blog Strategi+Manajemen)

Februari 24, 2009 pukul 11:57 pm
Manfaatnya gak banyak, selain ngabisin waktu dan nemuin teman lama
Adakah yang berminat melakukan penelitiannya?
Februari 25, 2009 pukul 1:18 am
Ada yang menganggap ini lebih dari narsisme, tapi eksibisionisme! Sangar tenan yo
Hieh??!
Februari 25, 2009 pukul 6:45 am
ngumpulkan teman… kalo basa jawa ngumpulke balung pisah
Saya juga merasa demikian sih, Mas
Februari 25, 2009 pukul 7:48 am
Saya sudah lama diajak gabung di FB menolak terus…lama-lama nggak enak karena yang ngajak mantan bos, dan yang suka memberi pekerjaan tambahan buat saya (yang berarti ada tambahan penghasilan)…beliau mendorong gabung di FB, karena FB bisa merupakan bentuk “marketing yourself”.
Apa yang dikatakan bos ada benarnya, begitu gabung, langsung deh teman-teman lama, mantan murid, anak buah, teman blogger add…dan tentu saja buahnya manis (tak perlu diekspose disini ya…)
*segera meng-add bu Enny as friend*
Maret 2, 2009 pukul 10:30 am
saya baru gabung, langsung deactivate. sepertinya time consuming banget. tadinya mau nulis, malah sibuk FB jadi habis waktu 3 jam, nggak ada hasil.
Yang berlebihan memang tidak sehat, Mas. Saya malah pake FB buat pasang lowongan kerja, hehe
Maret 2, 2009 pukul 12:46 pm
[...] tentang Facebook selalu ada. Di lain sisi, facebook juga ada yang memujinya, misalnya menurut Sanggita, disebutkan bahwa Facebook bermanfaat hanya untuk sekedar update status teman-teman saja. Menurut [...]
Maret 3, 2009 pukul 2:32 am
Aku Setuju ma Edratna, dengan FB kita bisa “marketing yourself”. Bukti paling nyata ya Presiden barunya AS.
Kalimat pertama dan kedua…hmmm, apakah ada hubungan sebab akibat? Kupikir tidak ada hubungan yang signifikan deh, dik
Maret 5, 2009 pukul 10:22 pm
Awalnya bikin account FB karena penasaran dengan review bisnis tentang FB. Oleh karena hanya yang punya account yang bisa melongok isinya, maka mau nggak mau, sign in deh. Setelah tahu wujudnya saya nggak pakai lagi account itu, eh lama-lama ketahuan juga ama teman, dan keterusan sampai sekarang. Senang juga, karena merasa makin dekat dengan teman-teman.
Jadi inget kalo belum add Yoga, hehe
Maret 8, 2009 pukul 5:13 pm
Sama, saya lebih prefer blog….lebih deep gitu; ndak superficial seperti di FB.
Manfaat bagi saya? Saya pemasang iklan (advertiser) yang lumayan besar di FB (budget iklan di FB bisa Rp 2,5 juta/bulan)…dan so far, saya lihat cukup efektif manfaatnya.
So saya mampir ke FB sekedar untuk melihat statistik kinerja iklan saya disana….
Haha, dan saya salah satu yang terjerat disana ya, Mas.
Maret 20, 2009 pukul 10:31 am
GUE BELUM BISA BAGAIMANA MENGAKTIFKANNYA
Maret 25, 2009 pukul 7:23 am
FB memang fenomenal…
Maret 30, 2009 pukul 5:02 pm
facebook lumayan bermanfaat jg tuch,yaaa meskipun suka ngabisin waktu gw.Hehehehe………
—–
Setelah saya mencoba hampir semua fasilitas di facebook, ternyata oke juga ya. Selama kita bisa menggunakannya hanya untuk hal-hal yang bermanfaat saja sih.
Menghabiskan waktu? Pada dasarnya, kita memang makhluk sosial sih, Mas. Dan facebook memfasilitasi hal tersebut.
Mei 5, 2009 pukul 2:48 am
Facebook kini menjadi salah satu media komunikasi dan personal branding suatu produk/perusahaan loh. Beberapa perusahaan mulai melirik pasar Facebook untuk mengenalkan produk hingga beriklan dengan cara memanfaatkan jalinan perkawanan. istilah kerennya, Viral publishing dan marketing.
menurutku perusahaan yang memblokir aktivitas Facebook karyawannya itu bodoh. bila dimanfaatkan dengan baik, citra perusahaan bisa dibentuk dengan memanfaatkan Facebook para karyawan dan konsumennya. intinya, perusahaan bisa membangun komunikasi dengan konsumen melalui facebook..
facebook tak hanya jadi ajang narsis aja, loh!
duh, bahasaku membingungkan ketoke..
Dulu.. aku juga malas banget buka Facebook. sekarang aja mulai ngoprek Facebook karena tuntutan kerjaan dari kantor.
Mei 19, 2009 pukul 8:27 am
saya anggap fb sdkt manfaatnya coz banyak membuang2 waktu di depan komputer, teruz kebanyakan anak2 abg yang mencari teman dan pembicaraanya ya gitu2 aza…..
jadi pandailah membagi waktu dan fulus……..
Juni 12, 2009 pukul 1:14 am
berteman di dunia maya harus juga bisa berteman saat offline…
Juni 19, 2009 pukul 10:20 pm
FB KEREN KOK BAGI YANG NGERTI MAKENYA TENTuNYA….
Juli 31, 2009 pukul 8:07 pm
ya manfaatnya senengggggg.
Buang-buang wuaktu percuma.
ya bagi yang berpendapat kurang manfaat yan banyak.
Agustus 3, 2009 pukul 1:56 am
aku di FB… bagai semut hitam… yang berjalan di kegelapan malam… diatas batu hitam yang kelam, aku tidak dapat melihat… aku tertelikung…
Agustus 7, 2009 pukul 10:34 am
wah…….ternyata nyata
Agustus 19, 2009 pukul 9:54 am
Salam kenal mbak, wah jujur aja kalau menurut aku ngg banyak manfaat yang kita peroleh dari ikutan facebook. ini berdasarkan pengalaman pribadi entah kalau orang lain. but anyway semua tergantung dari persepsi masing-masing dan cara untuk menyikapi facebook. kalau berkenan boleh kan tukeran link mbak?
Agustus 19, 2009 pukul 11:50 pm
apa ya mbak, semua orang kelihatannya sudah merasakan manfaat dan kerugiannya, kecuali saya kayaknya…
September 9, 2009 pukul 11:40 am
eeemmmm,,,, manfaat pesbuk buat saya lumayan banyak seeeh mbak…
buat nampilkan karya2 (puisi, cerpen, naskah) di kolom catatan
buat promosi acara (pementasan, buka bareng, reuni)
buat nyari kabar (tentunya….)
dan yang paling sering yaaaaa buat ngisi waktu sambil nunggu lodingnya situs lain…
September 16, 2009 pukul 5:36 pm
Semua nya berkata bnar….
Tpi terkadang dunia sperti itu malah bikin lupa diri….
Lupa itu lupa ini…..sampe lupa nama sendirii(dramatisasi….)
apa yang sperti tu bisa di sebut manfaat???? Boleh ditanyakan tuh
Oktober 17, 2009 pukul 1:04 pm
menurut akuwh,manpaatnya fb tu lumayan banyak,bukan cuma bwat pengguna tapi juga para pebisnis yang dapat memasang iklan di situ,juga bisa untuk sarana belajar di dunia maya bagi pelajar(contohnya saja saia,yang baru klas 1 smp tapi sudah disuruh punya fb hehe)