Awal saya mengenal blog adalah saat saya mencari informasi tentang dunia kerja. Selama itu, saya hanya mengenal situs-situs resmi dari perusahaan. Dengan gaya kaku dan jauh dengan pembacanya.
Terus terang, saya sempat memandang sebelah mata ketika tanpa sengaja search-engine nyasar ke blog.
“Situs macam apa nih kok isinya curhat kayak gini? Ngga malu apa ya kok sepertinya take your life online gitu?“, batin saya waktu itu.
Lama-lama persepsi saya bergeser ketika menemukan blog Anjar Priandoyo dan Pak Roni Yuzirman. Wawasan saya diperluas dengan membaca tulisan-tulisan mereka.
Diskusi dalam blog mas Anjar sangat membantu saya saat proses wawancara kerja. Dengan wacana yang tidak hanya terpatok pada ilmu psikologi, saya jadi nyambung untuk diajak diskusi tentang apapun di industri apapun.
Demikian juga tulisan Pak Roni Yuzirman yang sarat dengan hikmah. Setiap saya lowbat, dengan membaca tulisan beliau, saya jadi bersemangat lagi. Tulisan-tulisan beliau selalu positif, menggugah, dan gilang-gemilang *istilah favorit almarhum Pram ketika memuji orang. Tidak heran jika Komunitas Tangan Di Atas bisa sebesar sekarang.
Dari dua blog luar biasa tersebut, seperti efek bola salju, semakin banyak blog bermutu yang saya baca. Blog yang menambah ilmu hingga blog yang menginspirasi untuk berubah.
