Hasil jepretan Wima di Selabintana

Jalan masuk ke Selabintana

Jalan masuk ke Selabintana

Kemarin (29/03), kami sekeluarga jalan-jalan ke Selabintana. Objek wisata ini terletak di kaki gunung Pangrango, tepatnya 7 km ke arah utara kota Sukabumi.

Selabintana seringkali menjadi tujuan wisata karena kesejukan udaranya. Dan tentu saja keindahan pemandangannya karena dipenuhi pohon-pohon besar nan rindang.

Semacam Kaliurang-nya Jogja atau Tawangmangu-nya Solo gitu.

saya, Willa, Wima, dan suami

saya, Willa, Wima (sang fotografer), dan suami

Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang Selabintana di blog ini, saya pastikan Anda tentu akan sangat kecewa.

Karena saya tidak akan menceritakan secara detail apa itu Selabintana, dari mana asal muasal tempat wisata ini, sejarahnya, mitosnya, dll.

Karena saya juga tidak akan menjelaskan rangkaian objek wisata di daerah ini, semacam Tea Walk di perkebunan Warnasari, air terjunnya, Pondok Halimun yang seringkali dijadikan tempat hiking dan camping, ataupun kebun strawberry di jalur menuju Pondok Halimun.

Baca entri selengkapnya »

Anakku bandel sekali_part 3

Poin selanjutnya adalah :

2. Hati-hati dengan pemberian label pada anak

Jangan langsung dilarang ya. Dijaga sambil ditegur pelan-pelan : "Waah, aa jadi tinggi ya. Hati-hati lho, berbahaya karena bisa jatuh. turun yuk. Kita mewarnai aja gimana?"

Jangan langsung dilarang ya. Dijaga aja sambil ditegur pelan-pelan : "Waah, aa jadi tinggi ya. Hati-hati lho, berbahaya karena bisa jatuh. Turun yuk. Kita baca buku aja gimana?"

Saya sering mendengar para ibu mengeluh, “Duh, Mbak anak saya nih nakaaal sekali.” Baik ketika sedang di ruang tunggu dokter spesialis anak, di kereta, ataupun curhatan teman kantor yang anaknya balita.

Ini yang disebut dengan labeling. Dan persepsi yang terkandung dalam labeling itu akan mempengaruhi cara Anda  berperilaku dan berbicara di depan anak.

Yang pasti, Anda akan menjadi tidak sabaran dan gampang marah melihat perilaku sang anak. Di mata Anda, mereka selalu saja serba salah.

Label, menurut A Handbook for the Study of Mental Health, adalah definisi yang diberikan kepada seseorang dan akan menjadi identitas diri orang tersebut serta menjelaskan orang dengan tipe bagaimanakah dia.

Dengan memberikan label pada seseorang, kita cenderung melihat dia secara keseluruhan kepribadiannya, dan bukan pada perilakunya satu per satu.

Dalam teori labeling, ada satu pemikiran dasar : Seseorang yang diberi label sebagai seorang yang devian dan diperlakukan seperti orang yang devian, akan menjadi devian.

Ini sama dengan : Anak yang diberi label nakal dan diperlakukan seperti anak nakal, akan menjadi nakal.

Baca entri selengkapnya »

Anakku bandel sekali_part 2

Salah satu polah Wima. Sekali lagi, itu cuma salah satu!

Salah satu polah Wima. Sekali lagi, itu cuma salah satu!

Bagi ibu-ibu yang memiliki anak usia 1-4 tahun, tentu sangat memahami betapa melelahkannya menjaga si kecil di usia ini. Ada beberapa hal yang layak dicatat :

1. Ketahui penyebabnya

Rasa ingin tahu yang besar, ditambah daya eksplorasi motorik yang memang sedang tinggi-tingginya, pastilah membuat sang ibu kewalahan. Fasilitasi aja, ibu-ibu..

Sudah baca tulisan di blog ini yang Darimana Balita Belajar, kan? Berikut potongan tulisan favorit saya : *tulisan sendiri kok difavoritin

Biarkan ia mengeksplorasi lingkungannya. Biarkan tangan kecilnya menyentuh pasir, rumput, dan bunga. Biarkan ia mengamati semut yang berjalan beriringan. Biarkan ia mengejar kupu-kupu dengan kaki telanjang. Tugas kita adalah memandunya. Bukan sekedar melarang dan memarahi, yang kelak hanya akan memandulkan kreativitas dan potensinya.”

Kalo kasus Wima, pelanggaran batas -  seperti yang saya tulis di posting sebelumnya (part 1) – salah satunya dikarenakan  kurangnya perhatian.

Jika saya amati, bukankah jika dia melakukan kreativitas kelewat batas, saya dan ayahnya – yang sibuk sendiri-sendiri – jadi memperhatikan dia? Yaitu menegur. Cara itu seringkali digunakan Wima untuk memanipulasi perhatian kami berdua. Be aware with their manipulation! :D

Baca entri selengkapnya »

Iklan menurunkan berat badan

Kaget. Sedang terserap-terserapnya ke kegiatan menulis pagi, teman saya waktu kuliah dulu mengirimkan iklan penurunan berat badan yang entah dia dapatkan darimana via Y!M. Seperti biasa, tanpa diet dan olahraga.

BUZZ!!!

ZS: “…Finally I lost over 31 pounds in less then a month, these new Acai tablets that Jess and I been taking are amazing. They just work super fast on your body fat without any diets or excerice best thing? Cost just 5 dollars over at http://makerail.com”
sanggita_psi_ugm: :lol:
sanggita_psi_ugm: maksud loh??!
sanggita_psi_ugm: BBku udah kayak gadis dulu kali
sanggita_psi_ugm: 48 kg
sanggita_psi_ugm: dari sejak hamil : 59 kg
sanggita_psi_ugm: :lol:
sanggita_psi_ugm: I don’t need that, dear…
sanggita_psi_ugm: Itu juga tanpa diet, tanpa olahraga, pure kekuatan pikiran

Foto narsis : saya, Wima, Willa, dan adik ipar saya Wilda. Diambil akhir bulan lalu waktu nonton 4D di Gelanggang Samudera, Ancol

Foto narsis : saya, Wima, Willa, dan adik ipar saya, Wilda. Diambil akhir bulan lalu, waktu nonton 4D di Gelanggang Samudera, Ancol. *sedang-membuktikan-ke ZS : udah kecil lagi, wek*

Mungkin memang secara nature, badan saya mudah disetel ya. Kenaikan berat waktu hamil anak kedua juga ‘hanya’ 11 kg. Itu pun langsung merosot 5 kg dalam 2 minggu (paska melahirkan cuma turun 3 kg). Sempet 2 bulan stuck di 50 kg tidak mau turun-turun.

Tapi sekarang sudah sama dengan berat waktu SMA dulu. Seringkali dikira anak kuliah lagi. Padahal buntutnya udah dua. :D *masih pecicilan sih

Kalo ditanya tipsnya, saya juga ngga tahu. Saya makan seperti biasa kok, tidak ada pantangan, tidak ada pengurangan kuantitas. Ada temen kantor yang mati-matian diet dengan minum vitamin ataupun obat penurun berat badan. Turunnya pun belum signifikan, hanya 2 kg.

Sedangkan saya turun drastis hanya dengan 3 menit hipnosis setiap pagi dan malam dengan memvisualisasikan berat badan yang saya inginkan. Merasakan betapa bahagia dan bangganya saya dengan tubuh seringan itu. And it works, saudara-saudara!

Tapi tetap saja saya harus melakukan olahraga demi pengencangan 3P –you know what I meanlah– Cari yang tidak mengeluarkan biaya ah : berenang. Loh kan harus bayar biaya masuknya?

Ah, enggak. Kan pake fasilitas kantor. Berenang di hotel yang kerjasama dengan kantor untuk menginap karyawan dari site yang ke Jakarta, hehe. The power of being HR, getu… *tertawa-licik*

Anakku bandel sekali_part 1

orgil

Jepit jemuran : selain dijadikan robot-robotan, ternyata bisa jadi jepit rambut. Asli kreativitas Wima sendiri. Lihat tampang tengilnya. Tobat tenan.

Sudah cukup lama saya mendengar complain dari mama dan suami tentang kebandelan Wima. Sebentar saja ditinggal dan tidak mendapat perhatian, dia akan :

  • Menyiram tembok di ruang tv hingga kamar tidur dengan air minum
  • Mencoret-coret tembok dengan pensil warna
  • Berteriak-teriak hingga membangunkan Willa yang tidur terlelap
  • Berlari-lari di dalam rumah
  • Memanjat apa pun yang yang bisa dipanjat
  • Melempar mainan, terutama mobil-mobilan

Tidak hanya di rumah, demikian juga di sekolah. Hingga Sabtu (21/3) kemarin, saya memutuskan untuk observasi perilaku Wima di kelas. Dengan ikut masuk kelas tentu saja.

Selama 45 menit di dalam kelas, berikut daftar kegiatan Wima :

  • Lima menit pertama, nempel terus sama saya. Glendat-glendot sambil cengar-cengir manja.
  • Lima menit kedua, duduk manis di bangku dan mengikuti apa yang diinstruksikan guru di depan kelas.
  • Lima menit berikutnya dan seterusnya : mulai gelisah. Asyik sendiri dengan bermain balok. Naik-naik bangku. Gelitikin leher teman sampingnya. Dorong-dorong kursi mengelilingi kelas. Dan yang ekstrem, masuk kolong meja. Ngapain coba??!

Baca entri selengkapnya »

Perlukah menggunakan hak suara dalam Pemilu kali ini?

votePemungutan suara tinggal menghitung hari. Diumpamakan seorang ibu yang sedang mengandung, minggu-minggu ini adalah masa yang paling sibuk sekaligus menegangkan : sang janin akan keluar. Para caleg dan partainya pun semakin gencar mengeluarkan amunisinya. Demi mendapatkan sebanyak-banyaknya suara.

Bagi orang awam akan politik seperti saya ini, semua hiruk pikuk tersebut sungguh sangat melelahkan. Mulai dari sampah visual di jalan-jalan hingga mempelajari platform setiap profil. Demi mendapatkan wakil terbaik untuk memimpin negara ini, versi saya tentu saja.

Belum lagi kegerahan dan ketidaknyamanan saya ketika mempersepsikan politik dengan : intrik dan konspirasi. Terbersit keinginan untuk tidak memilih apa-apa dan siapa-siapa.

Mengapa tetap menggunakan hak suara?

Saya menghargai hak, kebebasan, dan tanggung jawab masyarakat yang demokratis. Saya adalah warga negara yang peduli dan memiliki informasi. Saya terlibat di dalam proses politik untuk memastikan suara saya didengar dan hak pilih saya dihitung.

Sekembalinya saya membaca salah satu kalimat visi yang saya tulis 6 tahun yang lalu tersebut, saya berhenti dan berpikir : bahkan kalimat itu saya tulis satu tahun sebelum Pemilu pertama saya!

Baca entri selengkapnya »

Facebook di mata saya

digital-era“Dragged into Facebook

Status Mr Xtremegears

(Blog penuh citarasa tekno yg ciamik?:D)

Awalnya saya sepakat dengan tulisan Mas Yodhia di Blog Srategi + Manajemen tentang Blackberry, Facebook, dan Hancurnya Peradaban Membaca. Bagi saya, wabah facebook hanyalah :

1. Digital narcism syndrome

Heran kenapa pada upload foto hingga ratusan gitu ya?

Jujur! Siapa coba yang bakal manteng foto-foto itu jika bukan kita sendiri sambil berkhayal bakal mendapat pujian dari sang pengunjung?

Tanya : Setiap Anda berkunjung ke facebook teman-teman, apakah Anda melihat foto mereka satu per satu? Ngga kan?

Saran : Cukuplah tampilkan foto yang mewakili informasi dasar berdasarkan FAQ (Frequently Asked Questions) tentang Anda.

Misalnya : Kerja dimana? Domisili mana? Anakmu berapa? Tak perlulah, sampai-sampai foto masa kecil di-scan untuk ditampilkan di facebook.

Baca entri selengkapnya »

Lowongan Kerja untuk Experience .:. Maks. 5 April 2009

PT BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA adalah salah satu perusahaan kontraktor pertambangan batubara terbesar di Indonesia. Kami memiliki reputasi yang baik di bidang pertambangan dan mempunyai komitmen yang kuat di bidang Safety, Health and Environment, Operation, Engineering dan pengembangan SDM serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Membutuhkan segera :

Baca entri selengkapnya »

Sedang maraton di kantor

Hya, narcism. Oh, saya ganti avatar yak

Hya, narcism. Oh, saya ganti avatar yak

Alhamdulillah, minggu kemarin dan beberapa minggu ke depan, saya harus lebih sering koprol ke kantor lebih pagi dan pulang lebih malam dari biasanya.

Jadi ceritanya, sedang busy-season gitu.

Mohon maaf, jika belum berkesempatan mengomentari komentar di blog ini. *Halah, bilang aja Facebook mulai memotong jam nge-blog, Nggi’. *

Namun Insyaallah sesampainya di rumah, saya akan tetap memposting tulisan-tulisan baru setiap hari.

Terima kasih atas semua apresiasi, komentar, dan terutama kesediaannya menggunakan waktu berharga Anda untuk sekedar membaca dan mendengarkan celoteh-celoteh saya di taman bermain ini.

Warm Regards,

Sanggita

*Pemilik blog dengan citarasa psikologi yang ciamik :lol:

Ditulis dalam Reflection. 13 Komentar »

Memahami bahasa asing dengan mudah

millitary-radarKamis (12/3) minggu lalu, saya menumpang kereta api ekspress jurusan Bekasi karena berniat menginap di rumah saudara.

Saat perjalanan, saya memperhatikan dua orang laki-laki dan perempuan yang sedang berbincang dengan bahasa yang sama sekali tidak saya pahami. Kedua orang tersebut sama-sama duduk di bawah, di depan saya. Jika mengamati gayanya, saya menebak itu adalah bahasa Batak.

Wah, saya jadi ingat konsep pacing-leading dalam NLP yang pernah ditulis Teddy Prasetya Yuliawan – pendiri Indonesia NLP Society – yang juga teman seangkatan saya saat kuliah di Psikologi UGM.

Berikut cuplikan dari situs beliau : (dengan minimal-editing supaya lebih ringkas)

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.