Enam alasan untuk resign

farewell-partySatu bulan yang lalu, teman saya mengajukan diri untuk resign. Tidak seperti yang saya bayangkan, kami malah mengadakan farewell-party : sebuah acara makan-makan yang sangat menyenangkan. :D

Saat itu saya berfikir, sebenarnya apa saja sih alasan resign?

Bagaimana mengatasi kesulitan dalam membuat kata-kata paling pas untuk disampaikan pada atasan saat mengajukan pengunduran diri sehingga terdengar cukup bijak dan diplomatis?

Tulisan ini bukanlah provokasi untuk Anda supaya resign dari tempat kerja sekarang. Tulisan ini hanyalah upaya untuk membantu Anda yang bingung membahasakan alasan untuk resign.

Berikut pilihan alasannya :

1. Aspek Hubungan Kerja, misalnya :

  • Anda tidak puas karena atasan kurang menghargai hasil kerja Anda. Ini pun harus Anda perdalam saat menjelaskan maksud ‘kurang menghargai’ itu. Beri gambaran konkret
  • Anda tidak puas karena atasan kurang memperhatikan dan menghargai pendapat bawahannya
  • Anda tidak puas karena atasan tidak bersedia mendengarkan keluhan-keluhan bawahannya
  • Anda merasa tersinggung karena atasan seringkali menegur kesalahan bawahan – termasuk Anda – di depan umum. Sekali lagi, probing apakah teguran itu pada level di atas ambang kewajaran atau tidak. Bisa jadi bawahannya-lah yang sering bermasalah :D
  • Anda merasa teman kerja tidak saling menghargai dan mempercayai satu sama lain

2. Pengembangan Karir dan Kemampuan/Skill, misalnya :

  • Jenjang karir tidak jelas
  • Kecilnya kesempatan untuk promosi
  • Kurangnya kesempatan untuk mengembangkan diri
  • Kurangnya kesempatan untuk mengikuti pelatihan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan

3. Sistem dan Prosedur, misalnya :

  • Anda merasa tidak puas karena kebijakan perusahaan tidak dikomunikasikan dengan baik kepada karyawan
  • Anda merasa tidak puas karena deskripsi tugas dan cara kerja perusahaan tidak jelas
  • Anda merasa Standart Operational Prosedure (SOP) di unit kerja tidak jelas dan tidak diikuti dengan baik

4. Salary and Benefit, misalnya :

  • Anda tidak puas dengan gaji yang diterima
  • Menurut Anda, gaji yang diterima tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
  • Anda tidak puas dengan tunjangan kesehatan dan perlindungan keselamatan kerja
  • Anda tidak puas dengan sistem insentif atau bonus dari perusahaan

5. Lingkungan dan Kenyamanan Kerja, misalnya :

  • Kurangnya sarana dan peralatan kerja yang mendukung pekerjaan
  • Anda merasa tidak nyaman dengan kondisi lingkungan fisik pekerjaan

6. Beban Kerja, misalnya :

  • Tugas dan tanggung jawab kurang sesuai dengan minat
  • Anda merasa terbebani dengan jam kerja yang terlalu panjang
  • Pekerjaan yang Anda lakukan terasa membosankan
  • Bekerja di perusahaan tersebut membuat Anda tidak memiliki waktu cukup untuk bersama keluarga, teman ataupun sekedar menyalurkan hobi
  • Anda merasa beban kerja  tidak sesuai dengan kemampuan fisik

Jika diperhatikan, alasan seseorang resign tidak melulu dikarenakan uang kan ya. Masih ada lima faktor lain yang cukup mempengaruhi apakah seseorang akan bertahan di perusahaan saat ini ataukah tidak.

Dan saat kantor baru menanyakan alasan keluar, tetaplah jaga nama baik kantor lama, jangan pernah menjelek-jelekkan. Karena jika Anda kurang diplomatis saat mengungkapkan alasan keluar, attitude Anda-lah yang akan dipertanyakan.

Related posts :

Apakah resign adalah solusi? (Nina, Psikologi UNPAD)

Alasan terbaik untuk resign (Anjar Priandoyo)

Baca juga komentar-komentarnya ya.

About these ads

43 Tanggapan to “Enam alasan untuk resign”

  1. mamas86 Says:

    Wah kalau setelah baca artikel ini sepertinya saya pantas untuk resign… :(

    Hmm, sebelum resign, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, Mas. Ini penting supaya tidak salah langkah. Secepatnya tulisannya turun deh, on going process, hehe.

  2. Bundanya Dita Says:

    Kalau di kantor saya, setiap tahun dilakukan Survey WCA (Working Climate Analysis). Jadi selalu diberi kesempatan menilai suasana kerja termasuk hubungan dengan atasan langsung dan difollowup dengan feedback meeting. Bisa jadi ini salah satu cara untuk menekan angka resign ;-)

    Yup, betul, Bun. Harapannya sih jika pekerja puas maka angka turnover kecil dan produktivitas tinggi.

    *mikir* Harusnya kita juga bikin Marriage and Parenting Climate Analysis ya, Bun. Untuk feedback agar terjadi peningkatan peran kita sebagai istri dan ibu, yaitu mendengarkan masukan suami dan anak.

    Weh, semoga my lovely hubbie ngga baca posting ini. Ntar ditagih lagi, hehe…

  3. Norma Says:

    Wah mb, kalo alasan2 itu membenarkan untuk resign, rasa2nya??? mau. tapi gimana kalo belum ada pekerjaan lain,hehe

    Nah, itu dia. Tunggu next post-nya ya, say…

  4. Fuad Muftie Says:

    Nice article, satu alasan yg akan sy sampaikan ke atasan kalau resign nanti adalah “saya sudah punya usaha yang besar Pak” :-)

    Salam kenal ya Mba’

    […Usaha yang besar…] Perlu lebih dikonkretkan ya, Pak. Usaha seperti apa, secara umum sebesar apa, dll. Siapa tahu bisa mengajak atasan untuk gabung, hehe. Pernah kejadian di suatu kantor soalnya.

  5. Bundanya Dita Says:

    Oh ya, tambahan. Di WCA sih ditanya soal kepuasan dari 5 faktor yang disebut Mbak Sanggita, kecuali no 4. Karena dapat dipastikan semua jawabannya GAK PUAS kalau ditanya soal gaji hehehe.

    Tidak selalu lho, Bun. Mungkin untuk level tertentu, salary and benefit menempati angka terendah dalam survey kepuasan kerja.

    Tapi ada level yang menganggap bahwa salary-benefit sekedar konsekuensi logis. Yang memotivasi adalah tantangan kerja, pengembangan diri, dan career-pathnya.

    Mungkin ada yang pernah membaca penelitian terbaru tentang ini? *clingak-clinguk mencari para magister psikologi Industri Organisasi/MM SDM*

  6. zefka Says:

    Semua alasan utk resign di atas mungkin akan tereliminasi jika salary dan benefit yg didapatkan ada perubahan untuk mengimbangi beban kerja yg bertambah ato lingkungan kerja yg kurang kondusif. Gak munafik salary dan benefit kadang masih jadi incaran, ttpi ada juga yg resign malah ke salary yg lbh rendah tp dapat lokasi kerja yg dekat ma keluarga…
    hiks.. jadi sedih… jauh nih dr keluarga

    One more time, kondisi tiap orang berbeda ya, Pak. Sehingga tidak bisa di-rank mana alasan terbaik untuk resign. Toh, ujung-ujungnya di prioritas : keluarga, pekerjaan, ataukah pengembangan diri.

  7. Bundanya Dita Says:

    Yoi Mbak… Kalau ada hasil penelitian mengenai salary-benefit bagus tuh di share di sini :-) . Jadi inget dulu pernah dikirimi “game” yang memberi pertanyaan : “Puaskah anda dengan gaji anda” dan tersedia tombol pilihan “Ya” dan “Tidak”. Kalau pilih “Ya” ya selesai. Celakanya kalau mau pilih “Tidak”. tombolnya lari-lari gak bisa di klik hahaha :-D . Mungkin semua orang penginnya memilih “Tidak Puas dengan Gajinya”, biar nanti ada review salary, ya setidaknya jadi agenda atasan lah ;-) . Kalau menjawab “puas” kan, takutnya atasannya no action dan salary gak naik-naik, kan berabe tuh.

    Sip, usul yang bagus. Dicari dulu deh jurnalnya. Saya juga pernah ngisi game itu, Bun. Tapi kliknya yang ‘Ya” jadi ngga ada seru-serunya.:lol:

    Alternatifnya gini, Bun : Puas sih, tapi waktu nyoba ke perusahaan lain dengan industri sejenis kok dipinangnya lebih tinggi. Nah, tinggal bilang tuh ke atasan, “Pak/Bu, pasaran saya di luar segini lho, and the bla and the bla…” Tentu dengan gaya yang elegan, bukan arogan.

  8. utaminingtyazzzz Says:

    dua kali aku resign dengan alasan berbeda:

    1. merasa karier akan stuck
    2. diterima di tempat lain yang lebih baik

    apakah akan ada yang ke-3?
    hahahaha

    Hati-hati, ntar di-cap kutu loncat lho

  9. Treante Says:

    tips yang bagus!
    Akan saia catat sebelum benar” terjun ke dunia kerja!

    Sip, silahkan, dik :lol:

  10. kawanlama95 Says:

    aku termasuk orang yang” ngga pernah ngelamar kerjaan” jadi mungkin itu benar alasan 2nya.Barangkali yang terpenting beban kerja , dan kecintaan terhadap pekerjaan.So kalo mau resign.Berpikirlah ,apakah akan berpengaruh negatif di sekitar anda.Kalo ia maka tidak sepatutnya resign.

    Wah, asik juga ngga pernah melamar kerja, Mas.

  11. ciwir Says:

    nek alesane amargo melu bojo???

    Nggih monggo..

  12. dobelden Says:

    kalo saya di kerjaan pertama resign karena dapat kerjaan kedua yg lebih baik, begitu seterusnya sampe pekerjaan di tempat kerja yg ke -6 ini, masih alasan ada hasil lebih baik hehe…

  13. Rusa Bawean Says:

    yup
    memang bener sekali
    orang minta keluar bukan hanya karena gajinya gak cocok :)

  14. agoyyoga Says:

    Harapan saya, semua pegawai di dunia tak perlu merasakan poin-poin di atas. Tapi apa daya, tak ada dunia yang sempurna.

  15. ciplek Says:

    wah… habis baca artikel ini saya jadi bingung kalau mau resign… perusahaan saya bisa saya anggap cukup perfect… walupun semua ada plus minusnya… tapi keinginan untuk kerja di BUMN memang lebih besar daripada kerja di perusahaan swasta meskipun itu perusahaan asing… enaknya pake alasan yang mana ya mbak ya??

    mohon bantuannya…

  16. aLamathuR Says:

    JIka keadaan mengharuskan diri anda untuk mengundurkan diri dari pekerjaan Anda saat ini, maka resignlah dengan cara yang elegan…

    Simak ulasan berbeda menganai hal ini di blog saya.. boleh dibaca, dikomentarin, dll…..

  17. sakana Says:

    maksud dari pengembangan diri itu seperti apa ya mba???

  18. rut Says:

    Bagaimana bila perusahaan mengikat dengan perjanjian 5 tahun, dan surat perjanjian tidak di berikan terhadap kami. Aku kira ada karir dan trining yang jelas di perusahaan saat ini, ternyata selama ini tidak demikian, dan sudah kami tanyakan sampai top mangement bahwa tidak ada hasil jawaban yang memuaskan. akhirnya magabut deh.

  19. rf Says:

    Another nice and useful article. Untuk Rut, gak usah repot-repot. Minta kontrak kerjanya ke bagian atasan langsung Anda, atau ke bagian HRD, atau langsung ke pimpinan tertinggi. Sampaikan secara lisan terlebih dahulu, berikut secara tulisan. Bila masih tidak ada tanggapan, laporkan saja ke DEPNAKER. Jangan takut, karena Anda dan semua pekerja di Indonesia dilindungi undang-undang. Perjanjian maksimal 2 tahun untuk pekerja tidak tetap/ kontrak/ outsource, 5 tahun u/ pekerja tetap. Selanjutnya tergantung Anda dan perusahaan. Ingat, Anda dan perusahaan. Jadi harus ada kesepakatan bersama. Kalau tidak, “perjanjian kerja” tersebut otomatis batal demi hukum alias tidak sah. Peace…

  20. amanda nizami Says:

    Saya sebenernya udah nggak tahan sama atasan saya. Sudah 10 tahun saya bekerja tidak pernah saya meminta naik gaji apalagi jabatan. Apabila saya mengangkat nama bagian saya, tidak ada penghargaan sekecil apapun bahkan ucapan terima kasih, sekarang saya malah dibebani pekerjaan yang sebenarnya bisa saya lakukan tapi saya tidak mau karena 2 tahun berturut-turut saya merasa dimanfaatkan bukan sebagai “pendongkrak”. Ada bagian lain yang meminta saya tetapi tidak dikasih padahal saya merasa lebih berkembang dibagian lain tersebut. Jika saya melakukan kesalahan maka kesalahan saya itu dibesar-besarkan. Dilempar dengan kertas adalah perlakuan yang kerap saya terima….. saya ingin resign, tetapi saya belum tau apa kah meninggalkan negatif untuk lingkungan kerja saya atau tidak.

  21. sofa the man Says:

    Cocok sekali! Tahun 2010 ini saya pindah atau resign 3 kali dan penyebab saya resign ada di dalam point nomor 1,2, dan 4! Well good article,thanks to share and let’s move! Hehehe
    Your job is not your career right :D

  22. shalley Says:

    aku mau resign…cm aku binun gmn cara2’y….alasan’y sey krna dterima d tempat laen yg status’y pgwe tetap….bukan outsourching spt dtmpt skg….gmn ya cara menjelaskan’y….???

  23. ndiek Says:

    mba mo nanya negh

    sya sebenarnya pingin jadi entrepreneur, cma sebelumnya sya juga pingin banyak blajar dari pengalaman

    wajar gak yagh klo saya pindah2 kerja, saya takut jga ntar di cap kutu loncat, tapi saya pingin merasakan kerja dibeberapa tempat, krna sya berfikir sya bisa punya pandangan lebih luas tentang perusahaan klo saya bisa mempunyai pengalaman yang berbeda, dan pastinya masih di ruang lingkup kerja yg menjadi fokus dari kerjaan saya nantinya

  24. Thoha Says:

    saya adalah seorang karyawan outsoursing,kalau dinilai dari gaji memang lumayan cukup lah cuma kadang merasa was-was juga kalau suatu saat perusahaan kolab karena tidak ada klien atau user sebagai pemakai jasa .tp dengan tingkat kebutuhan yang tinggi hidup dijakarta dan tingkat pendidikan yang hanya lulus sma membuat saya harus rela diperlakukan seperti pengemis.mengharap iba dari klien.tiap hari harus menerima keluhan karyawan yang gajinya kecil dibawah standar dan susah untuk naik .membuat saya selalu merasa susah untuk mendapatkan karyawan yang benar-benar mau loyal.ya inilah kenyataan yang harus saya hadapi. hidup dan selalu bertahan hidup.

  25. kigedhe Says:

    salam kenal mbak..
    info yg bgs..btw kl PNS mo loncat kmn ya mbak? pdhal sebenarny dah bosen…ada saran? thanks

  26. Miswan Says:

    Nice inpo jeng…emang alasan2 diatas yang menjadi “alasan mayoritas” bagi karyawan untuk resign.
    Ya, tapi semua kembali kepada penilaian masing2 individu….Itukan udah menjadi haknya.

  27. seli_usel Says:

    . selamat pagi mbak,
    . infonya sangat” bagus , semoga saja bermanfaat bagi yang membaca blog ini.

  28. putri Says:

    semua point 1-6 diatas saya alamin. pantesan pas resign malah bahagia dan gak nyesel.
    banyak perusahaan yg menuntuk karyawan tanpa mempedulikannya dgn alasan dan pengungkitan profesionalisme, menuntut royalitas waktu tenaga dan loyalitas tanpa mrk pun royal atau minimal menghargai. negatif atau tidaknya stlh resign tergantung cara pandang org. Saya pikir, justru kadang hal2 kecil, menghargai dihargai, berkembang dan lingkungan suasana yg mendorong niat tsb lbh cepat ketimbang beban kerja dan gaji.

  29. sari k Says:

    Sanggita ya..
    tanya donk…

    di prusahaaan t4 gw kerja (multinational EPC company) standard gajinya kecil dan kenaikannya ga trlalu significant, kebetulan gw mau slesai kontrak tapi blm dipanggil2 other sides, ada prusahaan asing mereka butuh urgent untuk pegawai dgn jabatan sama di company gw sekarang, they offer me great salary, tapi, gw kerja dibawah outsource yg company mereka pilih, kelly service. dan mereka butuh cepet. menurut kamu ni, which one is better.. oya satu lagi minta tolong dijabarkan donk positif negatifnya kerja di bawah outsource..? many thanks, sista.

  30. yayan Says:

    mau tanya nih mbak,

    saya baru saja dimutasi area kerja dari luar jawa ke jawa, dan itu adalah keinginan saya agar bisa dekat dengan keluarga. tapi setelah bekerja di jawa kok merasa tidak nyaman dengan pekerjaannya ya karena beban kerja di jawa yang ekstra, saat ini keinginan untuk resign sangat kuat dan ingin buka usaha sendiri. apakah yang harus saya lakukan? mengikuti hati nurani atau bersabar dulu dengan kerja yang seperti ini.

  31. Miss Hatake Says:

    Huft…..Saya rasa hal yg dTulis dAtas memang seperti yg saya rasakan awal2 memasuki dunia kerja.
    1. Ad yang nggak trima krena kBiasaan atasan yg suka marah2 ato menegur Saya dDepan bawahan yg pada saat itu bru awal msuk sebagai SPV. Sehingga para operator/ bawahan jd nggak hormat ma kita.
    2. ad yg S1 cuma dBayar 700.000, padahal posisi Admin.
    3. ad nih yg baru aj Saya masuk, suasana menyenangkan, home sweet home bnget..Tp gaji juga blum naik (ortu yg sring protes). Mo ninggalin, tp bimbang krena blum mendapatkan yg jauh lbih baik dn ad rasa2 g tega juga mo ninggalin yg ini….
    Bisa kasih solusi…???

  32. Monnie Says:

    Saya ingin mengajukan resign, tetapi bosnya itu teman baik saya. Awal mulanya saya ditawarin kerjaan dan saya terima sehingga bekerja dikantornya. Tetapi setelah menjalaninya 2bln saya merasa tidak cocok tidak sesuai dengan minat dan bakat saya. Saya ingin tidak menyinggung perasaan dia. Kira-kira alasan yang tepat untuk saya apa ya.. Meskipun saya sudah resign tetapi masih bisa berteman baik.

  33. titta Says:

    bagaimana cara mengajukan resign yg elegan jika alasannya adalah ketidak cocokan dg teman kerja ???

  34. yusma lisdayani Says:

    dulu di perusahaan lama aku beralasan krn mau menikah dan mau satu daerah degan suami, dan di perusahaan ku sekarang aku mau beralasan pngen istirahat dirumah krn kebetulan aku lagi hamil besar, tapi sebenarnya sich aku sudah ga kerasan di perusahaan ku sekarang, selalu ada yang salah dalam kerjaanku, ibarat pacaran kaya udah ga da rasa cinta lah.. :) gima komentarnya..?

  35. runD Says:

    Monnie, menurut saya sih ga ada masalah kalau ingin resign meskipun bos anda adalah teman baik anda(atau sekarang anda udah resign? hehehe). Tentu saja bicarakan dengan baik-baik pengunduran diri anda, dan tentu saja yakinkan dia bahwa kalian masih menjadi teman. Saya yakin koq kalau memang teman anda itu benar-benar teman yang baik, pasti dia akan mendukung anda karena dia pasti senang kalau anda bahagia.

    Tambahan deh, saya kebetulan juga sedang kerja meskipun masih tergolong baru. Saya sih tidak ada masalah dengan karyawan lain dan atasan, tp saya sudah tidak tahan dengan bidang pekerjaan yang memang berat menurut saya(nomor 6). Selain itu saya berniat ingin resign karena saya ingin mengembangkan usaha sendiri yang sudah direncanakan sebelum saya kerja. Dari modal, rencana bisnis, dan sampai ke dalamnya sih sudah oke dan tinggal dilengkapi sedikit lagi. Selain itu, sambil mengembangkan usaha, saya juga berencana ingin kuliah S2. Gimana tuh? Ada solusi? Mohon solusi secepatnya ya. Thx=)

  36. citra Says:

    saya sudah ngomong ke rekan kerja saya,, sudah juga ke manager saya tp saya mlz untuk ngomong ke HDR pasti bnyak pertanyaan. klo lwt surat aja gimana yah?

  37. fatur Says:

    aku binggung harus bagaimana,,,,gimana aku harus mengawali ngomong klau aku mau resign,,,,aku dah bener2 mau resign,,aku ngk kuat,,,gmn aku harus jelasin ke atasan aku alasan apa yang harus aku pakai…???? tolong kasih solusi pikiran aku dah mentok ngk bisa berfikir lagi,,,tolong

  38. Zahra Says:

    Waah bisa nanya nih :), kalau alasan saya dr poin diatas adalah poin 1,2,3 yang 4,5 masih oke sih. Apakah keputusan saya untuk resign tepat?? bukan mengikuti ego saya?

  39. Tieeth Says:

    ada yg tau ngga? bagaimana cara untuk biar cepat kita resign dr kantor? alasan apa yg biasanya dipakai

  40. Diana Says:

    aspek hubungan kineerja mungkin jelas jd faktor untuk resign ku :(

  41. Fia febiolyn Says:

    Masuk akal..

  42. Lisa Says:

    Mari resign ^ ^
    Lingkungan kerja ga nyaman, gaji ga sesuai, ga ada jenjang karir, job ga jelas dan membosankan, lingkungan kerja tidak sehat, diskriminasi, ga ada peraturan kerja yg jelas, gaji bisa berkurang tanpa alasan jelas, jam kerja terlalu panjang, kantor ga ikut sistem pemerintah.
    WOW! kantor saya!!! xD


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: