
Jalan masuk ke Selabintana
Kemarin (29/03), kami sekeluarga jalan-jalan ke Selabintana. Objek wisata ini terletak di kaki gunung Pangrango, tepatnya 7 km ke arah utara kota Sukabumi.
Selabintana seringkali menjadi tujuan wisata karena kesejukan udaranya. Dan tentu saja keindahan pemandangannya karena dipenuhi pohon-pohon besar nan rindang.
Semacam Kaliurang-nya Jogja atau Tawangmangu-nya Solo gitu.

saya, Willa, Wima (sang fotografer), dan suami
Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang Selabintana di blog ini, saya pastikan Anda tentu akan sangat kecewa.
Karena saya tidak akan menceritakan secara detail apa itu Selabintana, dari mana asal muasal tempat wisata ini, sejarahnya, mitosnya, dll.
Karena saya juga tidak akan menjelaskan rangkaian objek wisata di daerah ini, semacam Tea Walk di perkebunan Warnasari, air terjunnya, Pondok Halimun yang seringkali dijadikan tempat hiking dan camping, ataupun kebun strawberry di jalur menuju Pondok Halimun.
Saya hanya ingin memamerkan kepiawaian Wima dalam mengambil angel saat melakukan aksi jepret sana jepret sini. Saya saja terkagum-kagum dengan hasil kreasi Wima ini lho. Padahal, setahu saya, Wima asal saja mengambil angel. Masih ada belasan hasil fotonya sih. Ada yang kurang fokus, tapi lebih banyak foto yang tepat sasaran. Hebat ya…

Jepretan pertama : not bad, meski kepala sang penjual balon terpotong

Jepretan kedua : sip, sudah mampu meletakkan objek foto di tengah lho

Jepretan ketiga : aksen pengambilan angel dari bawah
(pengamennya sampe salting, euy)

Jepretan keempat : ini sih request ibunya

Maret 30, 2009 pada 6:30 am
jepretan pertamanya mana mbak? kok gak ada
—–
Masih proses, Mas. Udah tuh. Gimana sih biar foto-fotonya rapi berjajar? *mualaf blog* :p
Maret 30, 2009 pada 9:44 am
Memamerkan kepiawaian Wima memotret atau memamerkan kemesraan dengan suami mbak? Hehehe
. Wima, ditunggu nih foto2 nya dik Willa dengan ekspresi lucunya. Kan seru tuh, kakak moto-in adiknya
—–
Hehe, dua2nya sih. Tapi suami saya sudah memperingatkan, “Bu, aku jangan terlalu diekspos ya.”
Ada kok, Bun hasil jepretan Wima ke adiknya. Tapi kan ngga perlu di-upload semuanya ya. Saya bener2 kaget waktu lihat hasil2 jepretannya kok.
Ternyata balita seusia Wima tuh fast-learner ya. Asal kita bisa berbahasa sesuai umur mereka.
Maret 30, 2009 pada 3:32 pm
foto terakhir..gak kuku..hehehe
—–
Pamer…pamer…
Maret 30, 2009 pada 8:16 pm
keren juga atuh…
bareng dong…
—–
Yuks…
Maret 31, 2009 pada 8:39 am
setuju….memang anak sekarng beda dengan anak jaman kita dulu. Hp dalm keadaan terkuncipun bisa buka, trus dipencet tombol yang biasanya dipencet mamanya buat moto. sambil berlgak seperti fotografer andalan dan bilang senyuum…. fotopun akhirnya jadi. entah berapa kali saya difoto tanpa kepala….hehe,. Dulu melihat sepupu usia 3 th memainkan Hp udah serasa hebat sekali, ternyata lebih kecil dari itu udh bisa. saluut…foto2 Wima bagus2, hehe… bener,mana dunk foto Willa yang cantik…bikin ngiri aja,pengen punya baby cewek…
—–
Jahhh, berasanya kita udah tua banget nyak. Foto Willa hasil jepretan Wima ada di facebook, say.
Maret 31, 2009 pada 5:25 pm
sukabumi
tempat maen yang enak’
dan deket
—–
Deket?? Urang Smi jugak? *segera meluncur http://duadua.blogdetik.com/*
April 8, 2009 pada 4:27 pm
wah wah,,, calon fotografer handal nih.. hehehe..
dari sejak dini menyukai fotografi,,
hebaaat..
Mei 7, 2009 pada 7:46 am
[...] yang baru datang dari site melihat foto-foto liburan keluarga saya waktu di Jungle-Bogor, Ancol, Sela Bintana, dan yang terakhir ke Pelabuhan [...]