Ow ow syapa diya…

fingers

ki-ka : jari Wima, jari suami, jari saya (kelingking semua)

Alhamdulillah, prosesi contreng-mencentang telah dilaksanakan. Berhubung hingga semalam saya tidak juga mendapatkan informasi akurat tentang para kandidat, saya pun hanya mencontreng nama partainya.

Yang menggelikan adalah ketika membuka lembar DPD yang hanya disediakan foto dan nama kandidat, tanpa embel-embel partai.

Duh! Kok ya otomatis saja saya menyanyikan syair yang sedang saya gemari 2 minggu terakhir : “Ow ow syapa diya..” sambil cengar-cengir garing melihat suami yang serius sekali di bilik lain. Wima yang saya ajak ke TPS malah komplain, “Kok ibu nyanyi sih. Nyontreng atuh.”

Ha-ha, dengan tetap bernyanyi-nyanyi kecil, saya pun mengeluarkan jurus feeling ala HR. Menatap foto dalam-dalam kemudian berusaha memetakan tipe kepribadian. Merasakan nama kandidat kemudian berusaha memetakan kompetensinya. Sekali lagi menatap fotonya kemudian berusaha memprediksi kinerja.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Reflection. Tag: , . 18 Komentar »