Puisi cinta untuk suamiku

senior-loveSelamat Ulang Tahun Perkawinan yang keempat, sayang.

Dan jika boleh, kukutipkan puisi cantik ini dari penulis yang kegemilangannya tak pernah pudar di mataku, untukmu…

Barangkali cinta…
jika darahku mendesirkan gelombang
yang tertangkap oleh darahmu
dan engkau beriak karenanya.
Darahku dan darahmu,
terkunci dalam nadi yang berbeda,
namun berpadu dalam badai yang sama.

Barangkali cinta…
jika napasmu merambatkan api
yang menjalar ke paru-paruku
dan aku terbakar karenanya.
Napasmu dan napasku,
bangkit dari rongga dada yang berbeda,
namun lebur dalam bara yang satu.

Barangkali cinta…
jika ujung jemariku mengantar pesan
yang menyebar ke seluruh sel kulitmu
dan engkau memahamiku seketika.
Kulitmu dan kulitku,
membalut dua tubuh yang berbeda,
namun berbagi bahasa yang serupa.

Barangkali cinta…
jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa
dan aku dapati rumah yang kucari.
Matamu dan mataku,
tersimpan dalam kelopak yang terpisah,
namun bertemu dalam setapak yang searah.

Barangkali cinta…
karena darahku, napasku, kulitku,
dan tatap mataku,
kehilangan semua makna dan gunanya
jika tak ada engkau di seberang sana.

Barangkali cinta…
karena darahmu, napasmu, kulitmu,
dan tatap matamu,
kehilangan semua perjalanan dan tujuan
jika tak ada aku di seberang sini.

Pastilah cinta…
yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian,
kecerdasan, dan kebijaksanaan
untuk menghadirkan engkau, aku,
ruang, waktu,
dan menjembatani semuanya
demi memahami dirinya sendiri.

About these ads

10 Tanggapan to “Puisi cinta untuk suamiku”

  1. sarmun Says:

    puisi yang indah… salam puisi

    —– :D wa’alaikum salam

  2. mama_ryan Says:

    Gud………Salut, puisi mb indah bgt. lama gak punya waktu buat buka2 blog,kangen juga berkunjung…..
    banyak tulisan yang belum sempet kubaca….

    ——
    Sok atuh jeung. Hehe, lagi pindahan kantor ya?

  3. edratna Says:

    Puisi yang indah Gita…
    Cuma membayangkan, kira2 suamimu ngerti nggak soal puisi (soalnya kalau aku dapat puisi kayaknya ga ngerti deh…hehehe…lebih ngerti kalau dapat bunga, atau barang yang bisa berbunga alias deposito..,hahaha)

    ——
    Suami saya biasanya mengeryit jahil, Bu kalo saya mulai sok-sokan puitis ngasih coretan puisi. Beliau malah mbales dengan komik kartun ala dia yang tengil seperti Beni&Mice. Bubarlah suasana romantis yang saya dambakan :(

  4. abdee Says:

    puisi yang indah dr penulis yg indah juga…

    kopi pas ahhh…. buat november nanti.

    ——
    November??! Wohooo, ada apakah??

  5. eulis maryani f Says:

    indah bangeeettt…..merinding pengen nangisss…..trims u puisi romantisnyaaaa……!!!

  6. geugeu gilang Says:

    indah banget mbak puisinya ijin copy ya buat disimpan

  7. Nia Says:

    Hi, salam kenal. Ikutan baca ya . . :)

  8. Hdaeng Sigauk Says:

    IKUT JUGA NGOPY PUISINYA ……!!!

  9. dewi allin Says:

    puisinya syahduu banget….!!!!!! hehhehhe….

  10. amel Says:

    puisi yg indah


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: