“…Makasih sudah respon balik. Saya baca – kalo tidak salah – Mbak menulis kalau Mbak itu penyandang ADHD. Pengalaman Mbak itu yang hendak kami wawancara. Karena untuk edisi depan, kami hendak mengangkat orang-orang berkebutuhan khusus yang berprestasi. Kami ingin mengangkat Mbak – kalo tidak keberatan – sebagai salah satu profilnya…”
E-mail seorang redaktur sebuah majalah anak
Saya sempat terhenyak. Merenung-renung, sepertinya saya bukan pengidap ADHD, darimana ya beliau tahu? Kalo masa kecil over-active, memang iya tapi untuk dosis hiperaktif? Ah, enggak kok.
Berprestasi? Ampun…saya tuh ndak pernah mendapat piala seumur hidup! Piagam sih ada. Sik, dieling-eling : piagam dokter kecil, piagam juara tari tradisional, piagam karate. Udah kayaknya. Berprestasinya dari mana ya?
Sepertinya beliau terlalu mentah menterjemahkan tulisan saya yang “Bagaimana Anda Menghadapi Meeting Tak Henti-henti” deh. Disana saya memang menulis, ‘…sebagai pengidap ADHD kronis…‘, tapi itu kan hanya supaya lebih lebay saja gitu.
Moral of the story :
Ketika Anda ingin mendekati seseorang yang baru Anda kenal di dunia maya, pastikan mengenal dia dengan baik. Ikuti profil dia di Facebook/Plurk/Twitter, siapa saja teman-temannya, dia pernah atau sedang mengikuti komunitas apa, baca – jika perlu – semua tulisan-tulisannya (kalo punya blog).
Baca entri selengkapnya »