Hal pertama yang paling saya takutkan saat ini adalah kehilangan data-data dalam notebook dan smart-phone tercinta karena separuh ingatan, pemikiran dan kenangan tersimpan di gadget tersebut (beginilah manusia 2.0
). Sedangkan, hal kedua yang tak kalah menakutkan adalah menempelnya warna merah ke tubuh saya! Karena saya merasa sebagian besar kepercayaan diri turut menguap, berbanding lurus dengan semakin banyaknya corak merah yang hadir.
Terakhir kali saya (terpaksa) mengenakan atasan warna merah adalah saat ada acara besar yang melibatkan ratusan orang di Cipanas enam tahun yang lalu. Itu pun saya memilih pinjam daripada beli! Saya hanya tak ingin sehelai pun kain merah menodai isi lemari. Dan terakhir saya mengenakan pakaian berlebihan adalah saat sering menari Jawa klasik dan melakonkan wayang orang di panggung, lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Dhapukan terakhir yang saya mainkan adalah berperan sebagai Pergiwa*. See, apa warna ageman Pergiwa? Hitam. Bukan Srikandhi (atau pun Wonder Woman?) yang selalu didominasi merah itu! Maaf, saya memang sangat bermasalah dengan merah.
Saat ini, saya masih menghikmati detik-detik Ibu meregang nyawa untuk mengeluarkan tubuh mungil saya dari rahimnya.
Semoga bukan sekedar kebiasaan untuk menjalankan kewajiban.
Tepat pukul 2.45 pagi di setiap hari Senin, saya bersiap meninggalkan Sukabumi menuju Jakarta. Ritual yang dulu sangat saya benci namun sekarang berlahan-lahan saya nikmati.
Genap satu bulan saya menghibernasikan blog. Ada banyak kejadian yang saya alami dan tidak sabar ingin saya bagi.
<update status> Keasyikan fesbuk. Ketagihan olahraga. Fokus di kerja. Senang-senangnya nulis dan baca. Kangen keluarga…
Beranikah Anda libur dari aktivitas berinternet? Sudah satu minggu saya memotong alokasi waktu untuk online secara besar-besaran.
Hari ini, akan ada medical check-up/mcu tahunan bekerja sama dengan Prodia di kantor.

