Memahami bahasa asing dengan mudah

millitary-radarKamis (12/3) minggu lalu, saya menumpang kereta api ekspress jurusan Bekasi karena berniat menginap di rumah saudara.

Saat perjalanan, saya memperhatikan dua orang laki-laki dan perempuan yang sedang berbincang dengan bahasa yang sama sekali tidak saya pahami. Kedua orang tersebut sama-sama duduk di bawah, di depan saya. Jika mengamati gayanya, saya menebak itu adalah bahasa Batak.

Wah, saya jadi ingat konsep pacing-leading dalam NLP yang pernah ditulis Teddy Prasetya Yuliawan – pendiri Indonesia NLP Society – yang juga teman seangkatan saya saat kuliah di Psikologi UGM.

Berikut cuplikan dari situs beliau : (dengan minimal-editing supaya lebih ringkas)

Baca entri selengkapnya »

Sekilas tentang NLP, Hipnosis, dan Unconscious Blitz Reading

ubrAda yang menarik dalam salah satu e-mail di milis Psikogama yang saya baca beberapa hari yang lalu. Pak Ronny FR yang sering saya sebutkan namanya di blog ini, membagikan e-book yang ia susun, secara gratis. Kali ini tentang  Unconscious Blitz Reading (UBR).

Hmm, sosok ini memang luar biasa produktif dan murah hati,” batin saya.

Basis ilmu yang digunakan dalam metode UBR ini adalah NLP dan Hipnosis.

1. Tentang NLP

NLP adalah kependekan dari Neuro Linguistik Programming. Teknik NLP ini dikembangkan oleh seorang ahli Matematika/Computer Programming (Dr. Richard Bandler) dan seorang Profesor Linguistik (Dr. John Grinder)

Sepemahaman saya, konsep ini berarti bagaimana memprogram atau memodifikasi sistem syaraf dengan menggunakan bahasa yang tepat untuk meningkatkan kemampuan dalam mengubah, mengadopsi, atau pun menghapus perilaku sesuai keinginan serta meningkatkan kemampuan untuk memilih sendiri kondisi mental, emosional, dan fisik.

Ibaratnya begini, saat kita mengoperasikan komputer, biasanya menggunakan buku manual kan. Misalnya, buku manual office, corel draw, photoshop, dll. Nah, NLP adalah manual program otak kita.

Metafora program ini menjadi menarik  karena sebuah program tentu dapat di-instal, di-uninstal, di-recode, dan di-reinstal. Berbagai perilaku, kemampuan, keyakinan, dan nilai-nilai yang kita miliki bisa diubah sesuai dengan manfaat yang diberikannya.

Ketika, misalnya, sebuah keyakinan sudah kadaluarsa, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tetap mempertahankannya.

Dan ketika kita membutuhkan kemampuan baru, maka tidak ada alasan untuk tidak segera menginstal kemampuan yang baru. Dan seterusnya.

Baca entri selengkapnya »

Konsultasi karir : dilema PNS di tempat ‘basah’

*Note : Semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua

Berikut e-mail yang saya terima beberapa hari yang lalu :

angel-devil1Mbak, saya ingin berdiskusi (konsultasi tepatnya) kalo berkenan. Sebut saja nama saya Budi, 30 tahun, menikah,  2 anak.

Saya bekerja sebagai PNS. Lulus S1 dari FE salah satu universitas negeri di Indonesia. Sekarang saya sedang melanjutkan studi Master of Economics di luar negeri (beasiswa).

Masalah terbesar dalam hidup saya adalah pekerjaan saya sekarang yang mengarahkan saya ke hal-hal “yang kurang baik”. Saya takut terhadap dosa dari apa yang saya lakukan tapi saya juga agak menikmati pekerjaan saya.

Sebenarnya kalau saya “kuat” mungkin tidak masalah saya kerja di tempat sekarang. Tapi saya orangnya lemah/tidak kuat iman, sehingga lebih baik menghindari pekerjaan ini dari pada saya maju ke depan tapi saya jadi benar-benar menikmati pekerjaan saya (baca terjerumus).

Alasan saya untuk melanjutkan sekolah juga karena menghindari pekerjaan saya ini. Saya cari-cari beasiswa dari luar, Alhamdulillah dapat.

Yang ingin saya tanyakan : apakah pendapat saya untuk menghindari ini tepat?

Baca entri selengkapnya »

Benarkah mendapatkan pekerjaan itu sulit?

Mbak, sudah setahun ini aku jobless. Selama itu juga aku udah masukin lamaran kesana sini. Tiap ada jobfair aku ikut, tiap ada lowongan di koran, aku masukin. Dari PNS sampai swasta. Dari perusahaan bonafid, sampai ecek-ecek (pelayan toko). Tapi semuanya nihil. Nggak lolos admin-lah, gagal di tes, bahkan udah sampai wawancara, gagal juga. Kalo dihitung udah puluhan kali, tapi kok gagal terus ya?
Adik kelas, via e-mail.

Ironis ya. Padahal selama bekerja di perusahaan sekarang, hampir setiap minggu saya melakukan tes seleksi untuk mengisi posisi-posisi yang kosong.

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.