Ketika uyut dan cicit makan es krim bersama

uyut-dan-cicit-so-sweetHari minggu siang, pas lagi maen bareng si wima, ada penjual es krim lewat depan rumah. Umi yang lagi duduk-duduk di ruang tamu langsung berdiri dan bilang, “Beli es krim pake roti, ah.”

Wah umi nih ga kalah sama cicitnya,” batin saya. Tentu saja anak saya kegirangan melihat penjual es krim. Padahal dulu tidak dibiasakan jajan. Walhasil, mereka berdua duduk di kursi teras sambil asyik dengan es krim-nya masing-masing. Ih, lucu banget.

Umi adalah nenek suami saya, usianya sekitar 75 tahun. Wanita yang hebat. Bapak – panggilan untuk kakek suami saya – juga masih sehat dan tegap. Jangan bayangkan mereka kakek nenek yang sudah bungkuk-bungkuk gitu ya. Alhamdulillah, makan daging kambing saja masih kuat. Giginya juga masih utuh. Hubungan keduanya juga sangat mesra.

Umi selalu memasak untuk bapak dan menemani beliau makan di meja makan, sambil cerita-cerita. Anak-anaknya yang tujuh bersaudara juga sangat rukun. Sering mampir ke rumah umi. Kebetulan rumah mereka memang bertetangga. Seneng melihatnya.
Ah, pengen bisa seperti mereka kelak. Apa sih yang dicari dalam hidup? Melihat anak-anak rukun, hubungan dengan suami senantiasa mesra, dekat dengan Sang Pencipta. Priceless.

Saya mah tidak ingin terlalu sibuk bekerja seumur hidup. Tuhan dan keluarga tetap yang utama. Insyaallah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: