Hikmah kehilangan barang kesayangan

kopi-dan-buku

Beberapa minggu yang lalu saya pindah dari mess ke kost baru menggunakan bajaj. Ketika merapikan kamar kost, saya baru sadar bahwa ada barang kesayangan yang hilang. Bukan barang mahal. Hanya tempat pensil warna merah. Tapi memiliki fungsi avaibility yang besar bagi saya.

Dan saya sangat yakin bahwa barang tersebut berada di tempatnya. Saya sempat su’udzon dengan sopir bajaj, karena ada bukti yang menguatkan dugaan tersebut. Sudahlah, semoga dugaan itu salah.

Saya tidak bisa dipisahkan dari buku diari. Setiap ada lintasan pemikiran, selalu ditulis di buku tersebut. Tentang apa pun, dimana pun dan kapan pun. Nah, untuk menulis, saya menggunakan pensil mekanik yang ditaruh di tempat pensil merah. Meskipun sekarang era keyboard, saya tetap menggunakan metode konvensional ini untuk terus melatih fungsi motorik halus.

Awalnya marah juga karena ketika butuh menulis, tool-nya tidak ada. Tapi kemudian saya pikir, apakah worthed jika hal sekecil itu mempengaruhi mood?
Baca entri selengkapnya »

Saya juga pernah baby blues

baby-holding-motherYang perlu diwaspadai dan dipersiapkan bagi ibu muda adalah Baby Blues atau Depresi Paska Melahirkan, terutama untuk anak pertama.

Meski saya sendiri orang psikologi, bukan berarti saya bebas virus ini. Tiga tahun yang lalu, saya juga mengalami karena yang dibayangkan ketika melahirkan bayi hanya hal-hal yang menyenangkan saja. Seperti, ekspresi bayi yang lucu, gerak badannya, dan jari-jarinya yang mini imut.

Padahal saya sudah merasa cukup siap sebagai ibu waktu itu. Jauh sebelum melahirkan, saya sering melihat rekaman perempuan melahirkan dari VCD yang saya pinjam milik teman yang kuliah di fakultas kedokteran. Buku-buku tentang hamil, melahirkan, dan merawat anak juga sudah khatam.

Tapi tetap saja ketika mengalami sendiri, emosi yang labil terjadi. Uring-uringan, ngambek, dan benci ke anak hampir setiap hari menghampiri.

Baca entri selengkapnya »