Saya juga pernah baby blues

baby-holding-motherYang perlu diwaspadai dan dipersiapkan bagi ibu muda adalah Baby Blues atau Depresi Paska Melahirkan, terutama untuk anak pertama.

Meski saya sendiri orang psikologi, bukan berarti saya bebas virus ini. Tiga tahun yang lalu, saya juga mengalami karena yang dibayangkan ketika melahirkan bayi hanya hal-hal yang menyenangkan saja. Seperti, ekspresi bayi yang lucu, gerak badannya, dan jari-jarinya yang mini imut.

Padahal saya sudah merasa cukup siap sebagai ibu waktu itu. Jauh sebelum melahirkan, saya sering melihat rekaman perempuan melahirkan dari VCD yang saya pinjam milik teman yang kuliah di fakultas kedokteran. Buku-buku tentang hamil, melahirkan, dan merawat anak juga sudah khatam.

Tapi tetap saja ketika mengalami sendiri, emosi yang labil terjadi. Uring-uringan, ngambek, dan benci ke anak hampir setiap hari menghampiri.


Ternyata melalui 40 hari setelah melahirkan berat juga, ini di luar perhitungan saya. Bayi yang baru lahir memiliki jam biologis yang berbeda dengan kita. Waktu mereka untuk tidur, bangun, menangis, pipis, pup, minum asi, terjadi selama 24 jam tanpa henti. Otomatis waktu untuk diri sendiri dipotong habis-habisan oleh si new entry ini.

Saya tidak bisa lagi melakukan hal-hal yang saya gemari. Belum lagi waktu itu jahitan saya infeksi karena saya terlalu banyak bergerak, badan panas dingin, kaki bengkak, hormon pun masih belum stabil.

Padahal juga, satu pasukan yang terdiri dari ibu dan asisten rumah tangga juga siap menggantikan posisi ketika saya sedang butuh istirahat karena sakit ataupun kelelahan.

Peran suami yang sabar dan siap sedia sangat dibutuhkan untuk melalui saat-saat seperti itu.

Sepertinya memang saya yang manja…

*Special for Nikmah yang sedang menunggu anak pertama.

4 Tanggapan to “Saya juga pernah baby blues”

  1. nikmah Says:

    Wah Anggi, makasih banget yah…
    Aq jg rasanya udah berusaha khatamin banyak teori…tp selama belum praktek sendiri kayaknya belum afdol…tetap semangat!!!

  2. Saya hamil (lagi) « Sanggita Says:

    […] ü       Berjanji untuk tidak mengulang baby-blues […]

  3. dini Says:

    se pascanya melahirkan aku ngerasain banget tuh yg namanya baby blues..(…@ tapi hari hari biasa aku ngalamin penyakit wife blues? wakakkak

  4. oen Says:

    nice info, ijin copas nggih, thanx


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: