Adakah hidup yang sempurna?

dartboardGit, it seems you have a perfect life : good job and happy family. Congratz. Jadi pengen.

*Astri Kusuma dan Fanikovzky via blog/friendster (dengan bahasa berbeda tapi inti yang sama)

Komentar,
Alhamdulillah jika ada yang melihat seperti itu. Terima kasih untuk apresiasinya. In fact, nothing’s perfect. Dari awal memasuki gerbang berumah tangga hingga memutuskan berkarir di Jakarta, banyak cerita duka juga.

Trust me. Saya masih acak-acakan mengurus suami dan anak, pernikahan pun baru dijalani 3 tahun. Belum teruji oleh waktu dan masih banyak tantangan ke depan. Bahkan jika sedang asyik dengan diri sendiri, suka malas pulang ke Sukabumi menjenguk anak (ups!). Akhir-akhir ini juga sering menunda makan. Lebih suka duduk membaca buku daripada olahraga (thanks to my husband yang selalu mengingatkan).

Perusahaan tempat saya bekerja juga bukan (baca: belum) kontraktor tambang nomor satu. But I’m proud of it. I do love my job. Psychology is me, my life.

Jika psikologi itu air, perusahaan hanyalah wadah saya untuk menjalaninya.

Jadi,
Nikmat itu baru terasa jika ada syukur. (Aa Gym)
Berhenti menjadi ikan dalam akuarium yang mencari-cari air. Semua ada padamu. Dalam dirimu. (Supernova-Dewi Lestari)

Begitulah,
Tanya saja pada tipe kepribadian Sanguinis Populer bagaimana caranya menikmati hidup. Sangat mudah bagi mereka untuk merasa diberkati.

I feel great with I’ve been doing right now whether it’s not perfect. What about you?

5 Tanggapan to “Adakah hidup yang sempurna?”

  1. ilma Says:

    hi sanggita..
    anak smu 1 solo..angkatan berapa ya?
    kok kenal nikmah?

  2. Taufan Says:

    Salam kenal,

    ceritamu hampir sama dengan kehidupanku. Atau memang sudah begitu ya cerita keluarga muda dan pendatang di Jakarta ya? Soalnya aku juga pendatang, cuma kebetulan aku dapat istri yang lahir di sini.

    Dan ternyata, baru sadar bahwa life is not easy things. Meskipun kita jadi orang nrimo pun tetap sesuatu yang berat.

    Kata teman, nrimo itu sistem pertahanan paling efektif untuk mempertahankan kehidupan bagi orang jawa. Dan dengan nrimo pula, berdasarkan survei, orang semarang (yang tinggal di semarang tentunya – kayak saya dulu) menjadi orang yang paling bahagia di Indonesia.

    sori jadi nglantur.

    Salam kenal

  3. Evie Says:

    Duh, kok sama sih (in different way) hiks😦

  4. Advokat Listiana Says:

    Tidak ada hidup yg tidak sempurna ….(kesusahan dan kebahagiaan selalu berdampingan)……

  5. I do love my job! How about you? « Sanggita Says:

    […] juga pernah curhat disini. Asli, kalo tulisan yang itu curhat thok. Ditulis dalam Human Capital. Tag: Organization […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: