Selesaikan skripsimu

workBagi mahasiswa tingkat akhir, masa-masa menyelesaikan skripsi adalah saat yang sulit. Ketika masih skripsi, saya harus menjadi komuter Solo-Jogja seminggu 3-4 kali untuk konsultasi. Saat melakukan training (skripsi saya menggunakan metode eksperimen*), anak saya yang saat itu berusia 6 bulan demam tinggi. Padahal dia tidak bisa lepas asi karena saya memang berkomitmen untuk memberinya asi hingga 2 tahun (kenyataannya, 21 bulan disapih). Meski sudah dicoba susu formula, dia tetap tidak suka.

Walhasil, saya harus membawa si wima di lokasi training. Tentu saja dengan bantuan ibu Solo. Saat wima menangis, ibu menelpon saya agar keluar dari ruang training dan memberi asi. Setelah dia diam, saya masuk lagi untuk mengamati training yang saya design dan dijalankan oleh Tim Training Shine-On, Jasa Psikologi Indonesia (JASPI, Solo).

Rasanya puas sekali ketika tanggal pendadaran keluar. Pas hari-H pun saya sendirian. Berargumen demi mempertahankan judul. Alhamdulillah dosen penguji dan pembimbing saya berhati malaikat : Bu Muhana, Pak Firin, dan Bu Nida. Berkat Bu Nida pula, tidak ada satu pun kesalahan ejaan di skripsi saya!

Waktu itu saya tidak mengira bisa menyelesaikannya. Berkutat dengan skripsi, mengurus anak, dan masalah pribadi. Berat. Saya hanya menjalaninya selangkah demi selangkah.

Ternyata perjalanan belum berakhir. Saya harus memutuskan apakah menjadi ibu rumah tangga atau perempuan berkarir.

Bersambung ya, sepertinya akan terlalu panjang.

Bagi siapapun yang sedang menyelesaikan skripsi, semoga semangat lagi.

*Judul skripsi : Efektifitas Pelatihan Kompetensi Emosi untuk Meningkatkan Kemampuan Coping Adaptif pada Mahasiswa (Fakultas Psikologi UGM, 2006)
** Dedicated for Rifqi yang sedang bergulat dengan skripsinya. Semangat, bro!

4 Tanggapan to “Selesaikan skripsimu”

  1. Metode kuantitatif atau kualitatif ya « Sanggita Says:

    […] skripsi saya menggunakan metode eksperimen, dari rencana semula yang kualitatif. Alasannya sederhana : supaya […]

  2. leekhaflanella Says:

    sama seperti diriku mbak. saya menikah semester 8 awal. saat itu juga saya lagi kerjain skripsi dan pada semester itu juga saya bisa lulus. sungguh nikmat yang tak terkira. tapi satu hal yang malah bikin pusing tujuh keliling. ya rumah tangga diriku yang blum mapan. usia kami yang terpaut hanya 2 tahun, sikap kami yang sama2 egois dan keras. alhasil. yang sabar aja. salamkenal mbak. saya ank ugm juga fakultas kita sampingan FEB UGM.

  3. priwit Says:

    Mbayangkan kuliah sambil ngurus keluarga aja aku sdh ikut pusing mbak. Tapi kalau semuanya berhasil, pasti nikmat luar biasa. Puas dan bangga pastinya. Tapi kadang2 kondisi tersebut tidak bisa dihindari. Jadi ya harus tetap dijalani dengan penuh tanggungjawab. Gitu kan …..

  4. adek Says:

    berarti sekarang dah selesai ya skripsinya, bahkan sudah kerja atau studi lanjut lagi🙂 Ngomong2 soal skrpsi memang selalu ada suka dan duka, dulu saya sampe lebih dari satu tahun nunggu bahan baku untuk eksperimennya hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: