Darimana balita belajar

wima mandi di rumah solo

Biarkan dia sesekali berendam di air. Kita bisa mengajari dia arti mengapung dan tenggelam dengan mainannya. Dengan pengajaran yang konsisten, hal tersebut akan menambah kosakatanya. Kelak, jika ia belajar berbicara, re-call untuk kosakata tersebut akan sangat mudah dilakukan.

Sejak wima masih berusia beberapa hari, saya berdendang setiap waktu. Bisa dengan nada lagu yang syairnya kita gubah sendiri. Misal:

Dengan nada lagu ‘Sebelum kita makan’ diubah syairnya menjadi:
Mengapa kita mandi, dek…supaya badan bersih”
“Mengapa kita mandi, dek…supaya badan wangi

Semakin berkembang otaknya untuk memahami konsep sebab-akibat, ia akan paham jika mandi dilakukan agar badan menjadi bersih. Mandi bukan lagi paksaan.

Hingga wima usia 2 tahun sekarang ini, mengajaknya mandi bukan hal yang sulit seperti dikeluhkan para ibu. Karena kita tinggal mengasosiasikan mandi dengan hal yang menyenangkan anak : nada ceria dan kebersamaannya dengan kita.

main air

Amati perilakunya ketika bermain air. Ajak ia bersenang-senang dengan membuat hujan buatan. Terangkan jika air mengalir dari atas ke bawah. Misalkan “Waaahh, hujan dari atas ya, wim!” atau ”Tanamannya disiram yuk, nak”. Gunakan penekanan-penekanan ketika berucap pada anak, dan tentu saja ekspresi wajah yang lucu, seperti mata yang berbinar-binar dan senyuman. Anak-anak sangat menyukainya. Seperti Kak Seto ketika mendongeng.

Mungkin di awal anak sulit memahami konsep ruang (atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang), tapi jika kita konsisten melakukannya, kita akan tercengang betapa anak menyerap apa yang diajarkan dengan caranya sendiri, secara luar biasa.

Setiap memakaikan sepatu/sendal ke kaki wima, saya selalu menyanyikan “Kalau kau pake spatu, dek…dahulukan yang kanan (sambil memasukkan kaki kanannya ke sepatu/sendal)”. Atau setiap melepas sepatu/sendal, saya menyanyikan “Kalau kau lepas spatu, dek…dahulukan yang kiri (sambil melepaskan sepatu/sendal dari kakinya)”. Nada lagu diambil dari ‘Sebelum kita makan’ juga.

Ketika wima berusia sekitar 18 bulan, saya iseng meminta tangan kanannya untuk disabun. Saya tercengang ketika ia melakukannya dengan benar! Demikian seterusnya, ketika ia belajar naik sepeda roda empat. Ketika saya instruksi belok kanan atau kiri, ia selalu melakukannya dengan baik sekali.

pose kepala jamur

Biarkan dia bermain kotor sesekali. Namun secara persisten, kita harus mengajarkan ritual mencuci tangan dan kaki setiap ia selesai bermain. Mbladhus sedikit halal kok bagi anak. Biarkan ia mengeksplorasi lingkungannya. Biarkan tangan kecilnya menyentuh pasir, rumput, dan bunga. Biarkan ia mengamati semut yang berjalan beriringan. Biarkan ia mengejar kupu-kupu dengan kaki telanjang.

beginilah wima jika sedang di mall

Tugas kita adalah memandunya. Bukan melarang dan memarahi, yang kelak hanya akan memandulkan kreativitas dan potensinya.

6 Tanggapan to “Darimana balita belajar”

  1. Astri Says:

    ah, semoga Allah mengizinkan aku menjadi Ibu, suatu hari nanti..amiinnn

  2. myandrew Says:

    wah, sangat membantu..thanks ya..aku link ya bu..😀

  3. Jangan hanya berkata ‘jangan’ pada anak « Sanggita Says:

    […] juga : Bagaimana berperilaku di depan balita Anda Darimana balita belajar Kompetensi balita usia 1,5-2 tahun Ditulis dalam Mom and kiddie (dinamika ibu […]

  4. rhadhia Says:

    Tapi bun kadang anak anak juga punya rasa jenuh hehe berdasarkan pengalaman pribadi.. Di usia 2 tahunan radya sangat menikmati aktifitas mandinya, sampe2 maunya berendam di ember setiap harinya..tapi sekarang2 ini (3.5 th) setiap diajak mandi ada aja alasannya, yang bilang udah mandi kemarin atw entar lagi main…🙂 so aku kadang harus memakai segala cara agar radya mau mandi, sampe manggil dia adek bayi, en pura2 lagi mandiin bayi..en di gendong seperti bayi..eh ternyata dia malah sangat antusias en justru berpura2 jadi bayi..hehehe

  5. rhadhia Says:

    Tapi bun kadang anak anak juga punya rasa jenuh hehe berdasarkan pengalaman pribadi.. Di usia 2 tahunan radya sangat menikmati aktifitas mandinya, sampe2 maunya berendam di ember setiap harinya..tapi sekarang2 ini (3.5 th) setiap diajak mandi ada aja alasannya, yang bilang udah mandi kemarin atw entar lagi main…🙂 so aku kadang harus memakai segala cara agar radya mau mandi, sampe manggil dia adek bayi, en pura2 lagi mandiin bayi..trus di gendong seperti bayi..eh ternyata dia malah sangat antusias en justru berpura2 jadi bayi..hehehe

  6. sanggita Says:

    Hehe, trik yang sangat kreatif. Memang harus cerdik ya kalo sama anak. Saya pake ya tips dari mbak kalo anak mulai susah mandi..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: