Bagaimana berperilaku di depan balita Anda

Usia 0-5 tahun seringkali disebut fase usia emas. Apa pun yang balita lihat, dengar, dan rasakan akan langsung diserap tanpa melalui filter sama sekali. Balita adalah pengamat yang sangat teliti. Kata-kata/bahasa yang kita gunakan sebagai bentuk komunikasi, tarikan senyum kita, ekspresi marah kita, dan kebiasaan-kebiasaan kita akan ditiru habis-habisan oleh makhluk super cerdas ini.

Coba perhatikan perilaku balita Anda. Dialek, ekspresi wajah, dan pola perilakunya pasti tidak akan jauh dari figur lekatnya, yaitu orang yang mengasuh si balita.

Jadi, jika kita menganggap si balita ini susah diatur, evaluasi lagi cara kita mengasuh dan mendidik dia.

Dalam ilmu psikologi, tidak ada anak nakal, yang ada adalah orang dewasa yang gagal mengarahkannya.

Ini contohnya:

Balita mengamati perilaku orang dewasa yang lekat dengannya :

1-loh-wim-sholat-donk-nak-kok-malah-ngliatin-ayah-sih-kan-udah-dipake-in-sarung-si-cepot.jpg2-ayah-dan-anak-kompak-bgt.jpg

3-kegiatan-yang-menyenangkan-di-hari-minggu.jpg4-yah-jgn-maen-sendiri-donk-ini-layarnya-mana.jpg

Balita menirukan ekspresi wajah kita :

5-hwhe-serius-amat-maen-tembak2annya-ngerti-po-wim.jpg6-hiks-kok-ibu-ga-diajak-siiih.jpg

4 Tanggapan to “Bagaimana berperilaku di depan balita Anda”

  1. edratna Says:

    Anak-anak peniru yang baik….jadi orangtua harus disiplin dalam berperilaku, dan konsisten terhadap apa yang diucapkan.

  2. Jangan hanya berkata ‘jangan’ pada anak « Sanggita Says:

    […] juga : Bagaimana berperilaku di depan balita Anda Darimana balita belajar Kompetensi balita usia 1,5-2 tahun Ditulis dalam Mom and kiddie (dinamika […]

  3. Anakku bandel sekali_part 3 « Sanggita Says:

    […] di posting Bagaimana Berperilaku di Depan Balita Anda, saya sudah menekankan bahwa tidak ada anak nakal, yang ada adalah orang dewasa yang gagal […]

  4. yuni romdliyah Says:

    Subhanaallah.. senang sekali dapat ilmu ini.
    tapi memang benar, anak adalah peniru yg baik. suatu waktu saya mengaji dengan ayahnya (saling menyimak), saya dg al-qur’an kecil ayahnya dengan ukuran lebih besar, si kecil(19bulan) selalu ikut bersama. Suatu waktu selesai sholat berjamaah saya mengambil al-qur’an kecil tapi ayahnya tidak.. tiba2 si kecil mengambilkan al-qur’an yg besar dan diberikannya kepada ayahnya. akhirnya kami mengaji ber3 kembali😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: