Apa yang harus dilakukan di tahun pertama menikah

just-married“Nah, emang waktu awal nikah dulu, kamu en suami ngapain aja?”

*Dara (lagi), masih via sms

Jawab : Bikin anak donk.

Oke, berikut ini jawaban yang serius:

Konsolidasi sebagai pasangan baru. Ini adalah fase penyesuaian. Komunikasi yang sehat sangat dibutuhkan. Saat-saat hanya berdua di awal pernikahan seperti ini, manfaatkan untuk mematangkan rencana pernikahan. Seperti:

  • Kapan akan punya anak, berapa anak, berapa tahun jarak kelahirannya, siapa dokter untuk anak (jika diproyeksikan pada pengalaman pribadi kami : rencana tinggallah rencana. Kenyataannya, anak-anak muncul di rahim begitu saja
  • Kemana Anda akan menyekolahkan anak dan pertimbangannya (seperti apakah lokasi, kurikulum, fasilitas, dan metode mengajarnya)
  • Seperti apakah kurikulum/konsep pengasuhan dan pendidikan untuk anak (jika Anda memutuskan untuk home-schooling)
  • Seperti apakah rencana karir/pekerjaan jangka panjang Anda berdua (apakah menjadi PNS/swasta /entrepreneur)
  • Seperti apakah rencana alokasi keuangan keluarga Anda (berapa % untuk konsumsi/saving/asuransi/investasi). Ini juga tergantung tipe pekerjaan yang Anda pilih.
  • Kapan memiliki rumah, dimana lokasinya, dan bagaimana cara mendapatkannya (KPR/tunai, cluster/lepas/apartemen, developer/membangun sendiri, second/baru). Hal ini berkaitan erat dengan pendapatan gabungan suami istri.

Ingatlah untuk selalu membuat rencana 5 tahunan, resolusi di awal tahun, dan evaluasi besar setiap akhir tahun. Buatlah secara tertulis. Jadi Anda tahu apa yang ingin dicapai, apa yang sudah tercapai, apa yang belum tercapai, dan mengapa tidak tercapai. Semacam SWOT-lah.

Bahkan sangat penting bagi Anda berdua untuk memiliki dreambook – buku yang berisi gambar-gambar hal yang sangat Anda inginkan. Kelak, dreambook tersebut akan sangat membantu ketika Anda mulai kehilangan fokus terhadap apa yang sedang dilakukan.

Jika mampu membuat masterplan bagi perusahaan tempat Anda bekerja, kenapa kehidupan Anda yang jauh lebih berharga, dibiarkan mengalir begitu saja?

Tuntutan untuk generasi kita berbeda dengan zaman orangtua dulu. Tantangan yang harus kita hadapi jauh lebih kompleks, demikian pesan Pram*. Jadi secara mikro, kita juga harus memperhatikan secara detail siklus keluarga yang kita bentuk : perencanaan-mengeksekusi-evaluasi-dst.

Kata Aa Gym, “Jangan pernah melakukannya dengan sisa waktu, sisa tenaga, dan sisa pikiran.” Karena hasilnya juga menjadi tidak optimal. Hal ini akan kembali pada pertanyaan : Apa prioritas hidup Anda?

*Pramoedya Ananta Toer, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II

Note :

Bagi tipe kepribadian Sanguinis yang Populer (ciri khas : ekstrovert-orientasi melakukan-dan bersenang-senang), langkah-langkah di atas mungkin tidak terlalu menyenangkan. But trust me, untuk jangka panjang, perencanaan hidup dan pernikahan akan sangat bermanfaat.

Contoh tipe Sanguinis yang Populer : Fira Basuki, Ulfa Dwi Yanti, Eko Patrio, dan saya.

Cobalah untuk belajar mensistematisasi dan menganalisis apapun dari tipe Melankolis yang Sempurna (ciri khas : introvert-pengamat-pemikir-serius-senang tabel dan angka). Jika perlu, carilah pasangan hidup dengan tipe ini karena Anda berdua akan saling melengkapi.

Contoh tipe Melankolis yang Sempurna : Dewi Lestari, Helmi Yahya, Tantowi Yahya, dan suami saya.

Untuk informasi lebih lengkap, bisa dibaca di buku Personality Plus, seukuran buku saku, berwarna kuning mencolok, biasa digunakan para pegiat MLM.

5 Tanggapan to “Apa yang harus dilakukan di tahun pertama menikah”

  1. daeng limpo Says:

    mungkin beberapa hal harus kita samakan dulu diantaranya
    1. apakah kedua pasangan sudah mapan dalam hal keuangan
    2. berapakah umur kedua pasangan
    3. apakah kedua pasangan salah satau atau keduanya single atau janda ataukah duda
    4. apakah kedua pasangan bekerja atau hanya salah satunya atau tidak keduanya ?
    5. tingkat pendidikan kedua pasangan
    dan beberapa lagi yang tidak saya sebutkan disini, setelah kita mengetahui hal tersebut barulah pasangan tersebut dapat mengambil sikap tentang apa yang harus dilakukannya terlebih dahulu dimana hal tersebut tergantung sikon dan komitmen dari kedua pasangan sebelum menikah. Seorang yang sudah mapan mungkin mempunyai priorotas lain dibandingkan pasangan yang belum mapan dari segi materi, lalu pasangan single mungkin akan mempunyai orientasi yang berbeda dengan pasangan yang salah satu atau keduanya pernah menikah.

  2. Cabe Rawit Says:

    Waakk… ane belom kawin!!!🙂
    Ternyata, semuanya kudu serba terencana, apalagi ini nyangkut masa depan rumahtangga ya??? Gak bisa komen panjang… kudu merenung dan berandai-andai dulu nih:mrgreen:

  3. soleh Says:

    oooo…makasih ya…ternyata menikah itu tidak semudah yang aku pikirkan ya…..aku ingin menikah tapi aku merasa belum mapan…paling sekitar 5 tahun lagi…heeee,,,heee

  4. Pernikahan itu seharusnya… « Sanggita Says:

    […] Apa yang harus dilakukan di tahun pertama menikah […]

  5. kokok dharma Says:

    iseng iseng searching nemu ini makasih ya..btw punya facebook gak..add saya donk di carpet95@gmail.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: