Belakang Layar Recruitment on Campus

laptop-bukuSedang sangat jenuh. Penyakit yang hampir tidak pernah mampir karena saya selalu menjalankan prinsip balanced-life. Tapi memang tiga minggu terakhir ini saya hanya fokus pada satu hal dalam satu waktu, 24 jam sehari. Urusan pekerjaan. Bahkan diari saya kosong. Padahal sudah setahun ini saya tidak pernah libur menulis satu hari pun.

Untuk menelpon suami dan anak, saya harus mencuri-curi waktu. Kadang sudah sangat lelah untuk sekedar menanyakan kabar. Fine, saya masih bisa tertawa-tawa ketika mengerjakan tugas. Tapi kok rasanya kering ya.

Jadi, terhitung sejak 17 Februari hingga hari ini, saya dan tim melakukan Recruitment on Campus. Menjadi penjaring manusia, kalau kata mentor saya. Kami mendapat jatah di Jawa. Just that. Tapi for making sure bahwa semuanya harus berjalan seefisien dan seefektif mungkin cukup menyita energi. Belum lagi harus ‘menyamakan frekuensi’ dengan tim yang sebelumnya belum pernah berinteraksi seintens ini, 18-22 jam sehari.

Capek.

I miss my cikuwim. Sudah tiga minggu saya tidak bertemu dengannya. Kemarin suami saya ke Sukabumi sendiri menjenguk anak kami itu. Saya masih harus stay di Jogja. Ingin ikut, tapi suami saya – dengan kesabarannya yang luar biasa – selalu mengingatkan bahwa apa yang terjadi saat ini sudah satu paket dengan pilihan saya beberapa minggu yang lalu. Tidak ada alasan untuk mengeluh, karena ini sudah konsekuensinya.

Hari ini hari minggu, harusnya menjadi waktu untuk diri sendiri. Yap, cuma itu yang saya butuhkan. Karena saya sudah terlalu terjebak dengan dengan rutinitas, dan saya harus segera menjaga jarak dengan semua aktivitas, biar tetap waras.

7 Tanggapan to “Belakang Layar Recruitment on Campus”

  1. Faradina Says:

    Tetap setia pada pilihan. Kadang berkorban. Yg sabar ya mbak.

  2. edratna Says:

    Memang hidup penuh pengorbanan, tapi buahnya manis. Yang penting hubungan dengan suami dan anak harus dijaga.

    Jadi ingat dulu, bahkan saat vaksinasi pun, suami yang mengantar anak ke dokter, karena ibu terpaksa masih tugas di luar kota, yang kadang terhalang oleh cuaca (pesawat di cancel) untuk pulang ke rumah.

  3. ven Says:

    @ : edratna
    wah klo begitu yg hebat justru para bapak yah, disamping hrs bekerja keras mencari nafkah untuk anak isteri tp hrs meluangkan waktu jg buat keperluan anak. salute buat para bapak yg mau begini.
    tapi yg namanya hidup emang pilihan, yg penting bisa bertanggungjawab thd semua pilihan yg diambil.
    dan yg paling tau apa yg terbaik adalah orang yg menjalani, bukan kaya gw yg cm bisa komen heheheh

    Selamat nggi..dah balik ke dunia maya lg

  4. ventin Says:

    eh tp kan yg namanya keluarga, suami isteri itu satu tim. jd ngga ada kata siapa yg lebih hebat, yg ada sama2 hebat.
    nambahin nggi, aku ngrasa keliru dg komenku diatas…

  5. decon Says:

    Sabar mbak ..🙂

    salam kenal yah ..🙂

    http://www.deconlabel.com

  6. Mia Says:

    Salam Kenal mbak , Saya jadi teringat dua tahun lalu ,saya juga pernah terbelnggu dengan ketatnya kerja profesianal yang tinggi ,saat itu jiwa saya berontak… kok saya nggak bisa berkuasa atas diri sendiri sih ? Begitu dalam pikiran saya… Saya capek , capek pikiran dan hati…….. ,suatu saat saya temukan titik terang ……dengan penuh kekuatan hati dan pikiran serta doa…..saya memutuskan keluar dari pekerjaan profesional saya…..,banyak yang menganggap saya sok nekat …. karena saat itu sudah sangat cukup ,tetapi ketidak puasan saya rupanya lebih besar atau mungkin nekat saya yang sangat besar 😉
    Kini saya ber syukur dalam kesehatan ,sabar dalam berusaha dan ridho dalam keputusanNya…….Hasilnya saya jauh lebih segalanya dari sewaktu saya bekerja…………(hanya ingin membagi…bahwa hidup ini selalu setiap detik adalah pilihan…;-)

  7. dJengWidZ Says:

    Hay MbaK,, pKbR?
    AdeK keLasMu niy,, he3,, g sNgaJa nemu di gOOgLe paZ nyaRi2 arTikeL ttG kehaMiLan bwT biQn LeafLeT pRaktek keRja,,😀
    SukSes yah mBak…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: