Ini anak sulung saya

Si ibu sedang mellow euy. Wima dipinjam yangti dan kakungnya ke Solo. Sudah 4 hari batita lucu ini bolos sekolah. Dan baru saja saya dikabari kalau si sulung ini tidak mau pulang! “Wima mau di Solo aja”, katanya. Waduh.

Tuh, sakit aja masih ceria dan sadar kamera.

Gagah ya – kayak ayahnya, hehehe

Dialah panggilan lelah saya. Bahagia rasanya hanya dengan melihat senyum polos si wima. Duh, kangennya…

5 Tanggapan to “Ini anak sulung saya”

  1. edratna Says:

    Soalnya di rumah yang ti lebih bebas, banyak mainan….dan mungkin rumah lebih luas, banyak pohon rindang, banyak teman main…..

  2. sanggita Says:

    Sebenarnya sama juga, bu. Di sukabumi dia deket neneknya, om dan tante yang usianya tidak terpaut jauh, bebas polusi, dengan suasana kekeluargaan yang kuat.

    Anak saya ini memang sanguinis. Seneng diajak travelling dan menemui suasana baru. Sama orang asing juga ramah tamah dan mudah sekali akrab.

  3. Mufti AM Says:

    Ntar kalo adeknya dah lahir mungkin lebih betah di rumah deh. Khan ada suasana baru yang lebih berasa, berasa lebih? Iya gak (lha kok malah iklan iki…)

  4. sanggita Says:

    Iya, mas. Dari sekarang sudah ‘cuci otak’ kalo punya adik itu menyenangkan. Bahkan si sulung sering sekali mencium perut saya. Sekalian menyiapkan supaya tidak terjadi sibling rivalry, hehe.

  5. Resi Bismo Says:

    selamat ya udah mau dapet tambahan karunia Tuhan lagi. Semoga kakaknya punya temen bermain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: