4 Kesalahan dasar dalam melakukan wawancara kerja

interview-pic1

Melakukan wawancara kerja adalah hal yang sangat menyenangkan bagi saya. Alasannya – selain melalui wawancara tersebut saya bisa mengkonfirmasi atau mencocokkan hasil psikotes dan memperdalam pemahaman saya terhadap karakteristik kandidat – saya memang suka ngobrol, jadi hobi tersalurkan, hehe.

Nah, dari pengalaman menjadi interviewer plus mengamati sesama interviewer, ada beberapa catatan yang terkait dengan kesalahan dasar dalam melakukan wawancara. Singkat saja ya :

  • Proyeksi
    Seringkali interviewer menggunakan nilai, prinsip, atau sikap diri sendiri sebagai kriteria memilih kandidat.
  • Miskonsepsi
    Keyakinan umum tentang hal-hal tertentu, misalnya intelektual tinggi langsung diterima.
  • Personal bias/halo effect
    Kecenderungan untuk suka dan tidak suka hanya karena karakteristik fisik, penampilan, cara komunikasi tertentu, atau memiliki kelebihan atas sifat-sifat tertentu.
  • Pre-judging/over simplification
    Baru membaca lamaran atau ngobrol sebentar langsung mengambil kesimpulan, dan tidak menggali lebih dalam.

Untuk menghilangkan bias tersebut, yang harus diingat hanya : tetap rasional, objektif menilai interviewee (orang yang diwawancara) apa adanya, dan kembali ke standar kompetensi yang digunakan oleh perusahaan.

*sedang ingin nulis yang simple-simpel aja nih, hehe…

7 Tanggapan to “4 Kesalahan dasar dalam melakukan wawancara kerja”

  1. Nina Says:

    Setuju mbak..
    Saya pernah ngeliat seorang interviewer yang langsung bilang si A itu orangnya begini-begini hanya dengan melihat fotonya aja, dan menurut saya itu nggak fair karena dia udah punya judgement sebelum interview, dan hasil interviewpun seolah-olah jadi mencari kebenaran dalam penilaian si interviewer.
    Standar kompetensinya jadi cuma pemanis aja deh😦 kasian kan interviewee-nya jadinya…

    Setuju banget setiap interview mesti menggali apakah si employee memiliki kompetensi yang di prasyaratkan untuk posisi tersebut. Toh dalam setiap kompetensinya sudah sangat jelas behavior indicatornya, dan setiap orang yang membaca memiliki persepsi yang sama mengenai si kompetensi…

    Caiyo mbak…🙂
    keep on writing yak..

  2. Haryo Says:

    Mbak, tulis juga dong 4 kesalahan terbesar dari para kandidat yang pernah diwawancarai selama ini…😀

  3. inung gunarba Says:

    Hai ibu Sanggita, 2 minggu lagi ya. semoga semua berjalan lancar🙂 salam buat A’a-mu yang tercinta

  4. rahmadisrijanto Says:

    Hmm,
    maaf klo isi comment keluar dari materi postingan yach…

    i just want say’ :

    Taqabballallahu Min A Wa Minkum Shiyamanaa Wa Shiyamakum Kulluia Amin Wa Antum Bi Khoirin,
    Met Idul Fitri Yach,
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin, atas semua kreasi postingan & comment gw yang salah…
    wasalam.

  5. edratna Says:

    Di perusahaan saya pewawancara ada tiga orang, sedang satu orang adalah manager atau GM yang nantinya akan mendapatkan anak buah tsb (tapi GM ini hanya sebagai pendengar, tak boleh bertanya). Saat diskusi untuk memutuskan, suara GM baru boleh ikut dalam diskusi.

    Biasanya pewawancara sudah dibekali, hasil nilai psikotest….kemudian pewawancara akhir (intern perusahaan) sudah dibekali kedalaman kompetensi bidamg tugas yang diperlukan. Misal: job seorang Account Officer, tentu beda dengan yang akan ditugaskan di bidang IT…..

  6. roni Says:

    mbak bisa kasih petunjuk cara jitu menanklukkan pewawancara ga?
    udah 2 taon q nagnggur n slalu always gagal di wawancara……………. ampe sekarang aq bingung mo jawab apa?
    apa aq ga cocok jadi pekerja ya…..? mungkin aq cocok e jadi booozzzzz yaw gak….?
    pokok nya jangan kasih saran ketik REG Manjur kirim ke 9999
    sblume thanks mbak atas jawabannya

    ——
    Waduh, kalo menaklukkan pewawancara saya ngga tau, Mas. Setahu saya, jika ingin menaklukkan orang lain, harus mampu menaklukkan diri sendiri dulu 😀

    Well, kita japri aja, oke. Kirim imel ke saya, apa saja (contoh-contohnya) yang ditanyakan pewawancara ke Mas Roni dan apa jawaban Anda. Apa pekerjaan yang Anda lamar, perusahaan apa, dan jika perlu sertakan CV Anda. Karena saya ngga bisa menjawab masalah Anda jika blum memahami akar masalahnya di mana.

  7. Jual Jeans Says:

    Wahh,, emang paling menegangkan wawancara itu,, apalagi waktu diwawancara oleh direkturnya langsung, he


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: