Apa yang Anda maknai dalam Hari Ibu ini?

family-kitchenBagi banyak orang, hidup satu rumah bersama suami/istri dan anak-anak adalah hal biasa. Namun tidak bagi saya. Dalam hampir empat tahun usia pernikahan, kami hampir tidak pernah tinggal dalam satu atap.

Di tahun pertama pernikahan, saya dan suami tidur di rumah yang berbeda meski satu kota. Tahun kedua dan ketiga, saya dan anak pertama – Wima – tinggal di Solo dan suami di Jogja. Bertemu hanya saat weekend saja. Sedangkan satu tahun terakhir, saya memutuskan untuk berkarir di Jakarta, suami tetap di Jogja, dan Wima di Sukabumi menemani nenek cantiknya.

Baru selama cuti melahirkan 3 bulan ini, saya, suami, Wima, dan – si new entry – Willa merasakan bahagianya tinggal dalam satu rumah.

Oleh karena itu, saya sangat menikmati peran saya sebagai ibu dan istri.

Karena hanya mencicipi kebersamaan ini sedikit-sedikit, saya menjadi lebih menghargai sikap, ucapan, dan perilaku anak-anak serta suami saya.

Bukankah kita sering lupa untuk menghormati orang-orang yang kita sayangi karena bertemu terus setiap hari?

Demikianlah saya memaknai Hari Ibu ini secara sederhana. Bagaimana dengan Anda?

*Besok pun saya pulang Solo, untuk Bapak dan Ibu setelah satu tahun tidak sungkem pada beliau berdua.

4 Tanggapan to “Apa yang Anda maknai dalam Hari Ibu ini?”

  1. Bundanya Dita Says:

    Kadang dalam keterbatasan kita lebih bisa menghargai apa yang dinamakan kenikmatan. Menurutku kebahagiaan adalah milik orang yang bisa bersyukur atas apa yang dimilikinya, dalam kondisi dan situasi apa pun. Hmm makna hari ibu? Ya..do the best dg happy sebagai anak thd ibu kita, sebagai ibu thd anak kita, sebagai istri thd suami kita dan sebagai teman seperjuangan thd ibu2 yang lain dalam membesarkan anak2.

  2. chumaidi Says:

    sebelumnya saya ucapkan hari ibu dulu ya……..
    kebetulan aku seorang anak-laki, tapi sebagai seorang anak saya dapat merasakan bagaimana perasaan ibu dengan kondisi seperti itu….semoga hal itu akan terus memacu ibu untuk menjadi seorang manusia yang terus berkembang sehingga menjadi matang kedewasaannya..

  3. Abdee Says:

    Selamat hari ibu yaa…..

    sekitar 4 tahun terakhir ini, saat ibuku keluar masuk RS… saya benar2 merasakan betapa saya belum melakukan apa apa untuk ibuku.

  4. edratna Says:

    Hari ibu, kadang saya berpikir apakah saya telah menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anak saya? Dan isteri yang baik bagi suami saya?

    Kuncinya ada keluarga masing-masing, jika anak dan suami menjadi nyaman di rumah, bisa mengobrol dengan bebas dan terbuka, dan semua rumah tangga di Indonesia seperti itu, maka itu sudah merupakan sumbangan bagi masyarakat, karena anak-anak tak berkeliaran tanpa tujuan jelas di luaran, tidak iseng tawuran dsb nya. Mampukah kita menjaga rumah tangga kita berjalan lancar?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: