Membuat anak menyukai buah dan sayur

14-12-08_1758Beberapa waktu lalu saya dibuat heran dengan perilaku Wima. Saat melihat selada dan mentimun di meja makan, langsung saja dia ambil dan dimakan begitu saja.

Sebenarnya perilaku tersebut bukan yang pertama. Waktu giginya sudah mulai lengkap, Wima juga gemar sekali makan brokoli yang ada di sup, wortel dan buncis di orak-arik, sayur daun katuk dan oseng-oseng sawi muda. Khawatir juga kalo tiba-tiba ia berubah jadi kambing, hehe.

Selain sayur, Wima juga pemakan segala buah. Asal yang tidak terlalu asam. Mulai dari apel, mangga, salak, jeruk, semangka, anggur hingga durian! Apa saja buah yang disediakan di kulkas, pasti dicamil-camil.

Ternyata membuat anak menyukai sayur dan buah mudah lho. Rumusnya :

1.    Teladan
Yup, Anda harus menyukai sayur dan buah terlebih dahulu. Paling tidak, mencontohkan betapa nikmatnya makanan tersebut. Kalau bisa, jangan biasakan anak-anak memilih-milih makanan, khususnya sayur. Bahkan tomat dan daun bawang dalam masakan berkuah yang biasanya saya singkirkan, tetap saja ditandaskan Wima *heran*

Awal menarik perhatian Wima, biasanya saya makan terlebih dahulu. Trus baru menawari Wima, “Eh, aa Wima, supnya enak lho. Apalagi wortelnya, hmmm. Nih ada bakso, sosis, dan telur puyuh juga euy. Mau cicip?” *dengan ekspresi mata berbinar-binar*

Kemudian lanjutkan, “Wuahh, wortelnya enak yaaa.

Yakin deh si kecil akan mengiyakan. Sebaiknya pola persuasi seperti ini dilakukan sedini mungkin. Semakin kecil sang anak, dia akan menelan begitu saja apa yang kita katakan. Karena pola berpikir kritisnya belum muncul.

Konsep teladan ini sebenarnya berlaku untuk semua hal. Anda ingin sang buah hati menjadi anak yang sabar dan ceria? Contohkan terlebih dahulu.

Anda ingin si kecil disiplin membuang sampah pada tempatnya, merapikan mainan, dan selalu menghabiskan makanan? Mulai saja dari diri sendiri.

2.    Pujian : asosiasikan makanan dengan hal yang menyenangkan
Semua anak menyukai pujian. Mereka membutuhkan pujian untuk membangun benteng rasa aman, menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus belajar cara menghargai orang lain.

Tidak perlu terlalu berlebihan. Misalnya, “Waaah, aa hebat euy makan sawi hijau. Enak ya? Nanti kalau de Willa udah punya gigi, ajakin makan sayur ya, A. Biar pinter dan sehat kayak aa.”

3.    Penjelasan manfaat memakan buah dan sayur
Berhubung kita berurusan dengan anak kecil, esensi memang ditekankan paling akhir. Setelah Anda bujuk melalui contoh dan mengasosiasikannya dengan hal yang menyenangkan, sampaikan juga apa manfaat makan buah dan sayur.

Misalnya, “A, kalo wortel tuh bagus lho buat mata. Biar matanya sehat. Ayah sama tante Wilda pake kacamata kan karena matanya sakit. Waktu segede aa, ga mau makan wortel, trus suka nonton tv dan baca terlalu dekat. Nah, kalo aa hebat kayak sekarang, Insyaallah kalo gede ga perlu pake kacamata deh.”

Sederhana kan?  Lakukan saja ketiga langkah tersebut secara persisten. Pantang menyerah dan jangan kalah sama anak-anak ya. Seringkali mereka memiliki cara sendiri untuk memanipulasi orang dewasa lho.

Semoga berhasil…

*Maaf ya, fotonya cuma pakai kamera hp jadi terlihat gelap dan tidak terlalu jelas

Ditulis dalam Mom and Kiddie. Tag: . 7 Comments »

7 Tanggapan to “Membuat anak menyukai buah dan sayur”

  1. ompundaru Says:

    Menarik sekali kalo anak sudah mulai senang makan sayur.. ada bakat jadi vegetarian. Biasanya anak paling susah disuruh makan sayur.

    Salam Kenal,
    OmpuNdaru

  2. akuhayu Says:

    wah, inspiratif sekali mbak sanggita, tapi poin pertama agak susah ni buatku, soalnya, aku sendiri gak doyan sayur, hehehehe

  3. the_panca_ontel Says:

    Pertamaxxx mbak kunjungan pertama ini

    nderek langkung dalah badhe ngaturaken silaturrahmi

    wonten ing blog meniko

  4. dina Says:

    wah, mau aku coba ke nayyara ah. thanks buat tips nya ya mb. Sejauh ini alhamdulillah nayyara baru suka katuk sama bayam aja. Yang parah buah, dia cuma suka pisang😦

  5. bundarazan Says:

    betul dik, begitulah anak2, contoh yang sering dilihatnya itulah yang harusnya mampu memberi contoh yang baik, terbukti pada keluarga adik.
    kalau razan alahmd malah lebih suka sayur2an mentah, kayaknya enak betul tuh…
    setiap saya potong2 sayur u masak, yg wortel, timun, kacang panjang, dll, ia asyik aja mengunyah…. pernah suatu ketika saat saya sedang asyik iris2 bawang merah, ia penasaran ingin tau rasanya, main comot aja dia tuh, la walhasil yang didapat bukan nyam2 asyik tapi malah muter2 bingungi karena jadi kenal rasa baru… pedes dan getir, ha2 bisa aja.. razan… razan…, lain kali tidak perlu diulangi ya, untung ga samapi mutah.

  6. srikurnia Says:

    bagustuh

  7. bunga rahayu Says:

    aku berusia 20 Thn…
    sampai skrang aku tidak pernah sedikitpun menyentuh sayur….
    aku udh coba berbagai cara supaya makan sayur…
    tp smua nihil….

    tolong bantu aku


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: