Mereka sepantasnya berputus asa

naphill2

“Mereka yang berhasil adalah yang mampu membuat sebuah pondasi yang kokoh dari batu-batu yang dilemparkan oleh orang lain kepadanya.”

charles-darwinGuru Beethoven menyebut Beethoven sebagai seorang komposer yang tidak mempunyai pengharapan. Charles Darwin dianggap oleh semua gurunya (termasuk ayahnya sendiri) sebagai seorang budak biasa dan mempunyai tingkat kecerdasan di bawah normal. Guru  Thomas Alfa Edison pernah mengatakan bahwa dia terlalu bodoh untuk belajar sesuatu.

Prestasi Isaac Newton amat lemah ketika di sekolah dasar. Leo Tolstoy – pengarang buku War and Peace – pernah dikeluarkan dari akademi. Semasa kuliah, Louis Pasteur adalah mahasiswa yang mendapat peringkat 15 dari 22 orang mahasiswa lain dalam mata kuliah Kimia.

Napoleon Hill pernah mengalami  7 kali kegagalan besar di sepanjang hidupnya sebelum menulis buku Think and Grow Rich yang telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Semasa depresi dasyat, banyak masalah yang menurut pandangan Dale Carnegie serba tidak beres. Sehingga pada suatu ketika dia terlalu kecewa dan berniat bunuh diri dengan terjun ke sungai.

Pendiri Federal Express pernah diberitahu bahwa idenya tidak masuk akal dan diberi nilai merah (tidak lulus) oleh profesor di universitasnya. Tiga puluh tahun kemudian, Federal Express menjadi sebuah perusahaan ekspedisi ekspres terbesar di dunia dengan 128 ribu karyawan dan modal lebih dari US$7 milyar.

Ray Charles, Jose Feliciano, dan Stevie Wonder semuanya sama dalam satu hal : mereka buta. Sedangkan John Milton menulis buku klasik Paradise Lost enam belas tahun setelah mengalami kebutaan.

Walt Disney pernah dipecat oleh seorang redaktur surat kabar karena kekurangan ide. Henry Ford pernah gagal dalam bisnis dan bangkrut sebanyak 5 kali. Malcolm Forbes, mantan Editor Eksekutif Majalah Forbes, pernah gagal menjadi staf surat kabar kampus semasa menjadi mahasiswa.ford

Winston Churcill pernah tidak naik kelas enam. Saat Sylvester Stallone menjalani ujian di Universitas Dexel, dia diberitahu bahwa peluang masa depannya hanyalah sebagai tukang reparasi elevator. Woody Allen – penulis, editor, dan penerbit yang mendapat Academy Award – pernah gagal dalam ujian bahasa Inggris dan gagal membuat film di Universitas New York. Akio Morita – pendiri Sony Corporation – adalah murid yang bodoh. Ia menempati peringkat terakhir dari 180 murid di kelas ilmu pastinya.

So, masih merasa hopeless? Merekalah yang sepantasnya berhenti. Namun kenyataannya, halangan apa pun tetap tidak mengurangi perjuangan mereka dalam menggapai impian-impiannya.

4 Tanggapan to “Mereka sepantasnya berputus asa”

  1. Abdee Says:

    hidup adalah belajar…

    tapi memang tidak semudah mengatakannya…

  2. the_panca_ontel Says:

    semua itu butuh perjuangan tidak hanya ungkang-ungkang kaki

  3. ufi yusuf Says:

    inspiratif git!! menyentilku…sangat *soalnya persis situasiku saat ini…mgkn mereka malah lebih buruk ya situasinya..*
    maturnuwun

  4. sanggita Says:

    @Ufi Yusuf : Psikolog juga manusia ya, say


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: