Satu lagi pelajaran untuk ibu muda

wima-2-bulan

Wima waktu masih 2 bulan

Dulu, ibu sering sekali melontarkan kata-kata, “Nan (nama kecil saya Nana), kamu sama dik Canggih (adik perempuan saya satu-satunya) itu beda karakter, jadi ibu pun harus menyikapi dan mendekati kalian dengan cara yang berbeda, tetapi harus tetap adil.”

Sekaranglah giliran saya menjalankan amanah yang tidak mudah ini : berbuat adil.

Meski Willa baru 3 bulan, dia mempunyai pembawaan sendiri sejak lahirnya : tenang, sedikit menangis, banyak tidur (minimal 2 jam, jadi ibunya bisa leluasa nge-blog hehe), jika ditinggal sendiri malah tidur (tanpa ditimang-timang lho, hebat ya, dengan catatan kalo sudah kenyang) dan banyak minum susu.

Untuk yang terakhir ini, saya memang dibuat kewalahan. ASI Perahan saya hanya mampu memenuhi 30% dari kebutuhan Willa setiap hari yang mencapai 1 L!

Yap, dengan kondisi saya yang bekerja di Jakarta dan keluarga di Sukabumi, mengharuskan saya memerah ASI yang kemudian disimpan di freezer. Setiap Jum’at malam, saya bawa pulang dengan ice-cooler. Untuk hal satu ini, saya belajar dari istrinya mas Anjar dan Bundanya Dita.

Berbeda dengan Wima. Balita yang dua bulan lalu merayakan ultahnya yang ketiga ini cukup rewel semasa bayinya. Setiap jam bangun dan jika ditinggal sendirian pasti nangis, jadi saya harus selalu stand-by di dekatnya.

Perlakuannya pun berbeda. Wima ASI Eksklusif selama 4 bulan pertama, mendapat ASI hingga 22 bulan (hampir 2 tahun), full saya asuh dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Willa 3 bulan

Willa sekarang sudah 3 bulan

Sedangkan Willa sudah saya tinggal ke Jakarta sejak cuti melahirkan saya habis di awal bulan ini. Pengasuhan saya percayakan pada suami dan keluarga besarnya yang men-support saya untuk belajar aplikasi ilmu Psikologi di Jakarta sementara ini.

Hmmm, saya penasaran bagaimana pembawaan Willa kelak. Apakah se-pecicilan aa-nya? Se-cerewet aa-nya juga? Tapi kalo diamati sih bayi cantik ini bakalan sekalem ayahnya deh.

Berarti cara mendekati dan menyikapi mereka harus menggunakan cara yang paling sesuai dengan karakternya ya.

Menjadi ibu ternyata tidak bisa asal-asalan. Sang ibu pun harus belajar untuk memperbaharui ilmu terus-menerus dan mendewasakan dirinya sendiri.

*Yang, terima kasih untuk dukungan, bimbingan dan kesabaranmu yang luar biasa…

**Foto mereka berdua mirip ya? Dua-duanya mirip sang ayah, tapi kok bisa beda pembawaan ya? Sungguh perhitungan genetis yang rumit.

6 Tanggapan to “Satu lagi pelajaran untuk ibu muda”

  1. agoyyoga Says:

    Mbak lucu-lucu sekali putranya. Saya belum jadi Ibu, tapi bisa membayangkan bagaimana seorang Ibu mendidik putra-putri yang berbeda karakter, sungguh nampaknya melelahkan dan sepertinya tak ada ujungnya ya mbak?🙂

  2. edratna Says:

    hehehe…justru perbedaan itu yang nantinya membuat suasana rumah meriah. Kedua anakku beda sifatnya kayak bumi dan langit, tapi disitulah indahnya…..dan saling melengkapi.

  3. nungqee Says:

    hm.. gitu ya mbak, yang sama2 dari satu rahim aja bisa beda banget apalagi yang beda ortu ya..😀

  4. Bundanya Dita Says:

    Kalau nanti diberi amanah anak lagi (Insya Allah), banyak berguru ke Mbak Sanggita nih. Apalagi kalau kedua anak beda karakter🙂

  5. dinanathalia Says:

    setuju banget sama pendapat mba yang bilang ” ternyata jadi ibu ga bisa asal-asalan”. Semenjak punya Nayyara aku merasa tiap hari aku harus belajar mb, ilmu aku juga makin bertambah. Ga kebayang kalau setiap wanita yang sudah mempunyai anak tapi menjadi ibu yang ‘asal-asalan’, wah bakal jadi apa ya anaknya kelak?…. 🙂

  6. sanggita Says:

    Untuk para ibu2 muda (Nungqee, Bundanya Dita, Dinanathalia), mari kita berguru dari bu Enny ‘Edratna’ saja…

    Wah itu dia, Yoga. Karena tidak ada ujungnya, jadi menantang kan untuk melakukan yang terbaik hingga – kalo istilahmu – habis kontrak kita? Ngga capek kok, say. Bersama suami, wima, dan willa malah jadi saat2 terbaik saya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: