Drama tentang turnaround Tupperware

nur-kuntjoroKemarin saya tidak posting blog karena menghadiri meeting Project Manager di Grand Asia Hotel.

Materi yang disampaikan lebih banyak laporan setiap divisi yang tumplek bleg dengan angka dan tentu saja tidak menarik jika disampaikan di sini.

Yang sepertinya cukup menghibur – demikian curhat salah satu rekan yang bertugas menyiapkan segala tetek bengek meeting – adalah sesi yang dibawakan oleh Pak Nur Kuntjoro sebagai pembicara tamu.

Tema yang disampaikan oleh Mantan Chief Operating Officer (COO) Tupperware Indonesia – yang kini memfokuskan diri sebagai Profit Improvement and Turnaround Consultant – ini sebenarnya sudah sering kita dengar, yaitu masalah transformasi organisasi, pola pikir yang menentang arus, optimisme, dan keberanian mengambil resiko.

Pak Nur Kuntjoro tidak hanya berbicara pada tataran konsep. Namun beliau merasakan sendiri babak belurnya memimpin perusahaan dalam badai krisis di tahun 1998 lalu. Alih-alih merugi, penjualan malah meningkat 222% dan otomatis Tupperware mendapatkan keuntungan besar.

Selama delapan tahun memimpin perusahaan direct selling tersebut, beliau berhasil meningkatkan penjualan perusahaan delapan kali lipat dan tidak pernah merugi. Bahkan, kerugian kumulatif selama tujuh tahun sebelum masa kepemimpinannya berhasil ditutup dengan keuntungan selama 1,5 tahun saja.

Mulai akhir 1998, semua hutang dilunasi dan mulai membangun arus kas yang sehat. Sejak itu, Tupperware beroperasi tanpa pinjaman dana dari pihak mana pun. Hebat, euy!

Untuk lebih detailnya, bisa baca di buku beliau berjudul Thinking Out of the Box for Profit saja ya. Karena sebenarnya yang ingin saya bagi dalam posting kali ini adalah salah satu slide menarik dari presentasi beliau. Tidak nyambung dengan judul tak apalah…

Yang memotivasi

Yang men-demotivasi

Setiap masalah pasti ada solusinya

Setiap solusi pasti ada masalahnya

Mungkin sulit, tapi pasti bisa

Mungkin bisa, tapi pasti sulit

Menghadapi krisis harus tetap optimis

Menghadapi krisis, mana bisa optimis?

Menghadapi krisis harus giat memotivasi karyawan

Menghadapi krisis harus lebih giat mem-PHK karyawan

Meskipun sering didengung-dengungkan, kok saya masih sering menemukan orang-orang yang memiliki pola pikir pesimis ya?

4 Tanggapan to “Drama tentang turnaround Tupperware”

  1. Abdee Says:

    Jadi inget, Gelas tuperwer kesayanganku dimana ya….

  2. sanggita Says:

    Wah, kebetulan, Mas. Mamaku biasa jual-beli Tupperware. Mau beli? 60ribu aja untuk gelasnya. *iki serius*

  3. Tupperware Indonesia Promo Says:

    Bisnis Tupperware memang bisa memberikan penghasilan yang besar, tapi itu juga tergantung sebesar apa usaha kita, nice sharing, thanks

  4. seli_usel Says:

    . jadi penasaran pengen tahu semua tenteng cerita itu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: