Bagaimana Anda menghadapi meeting tak henti-henti?

Sejak Senin kemarin hingga Sabtu depan, tempat saya bekerja sedang ada hajat : mengundang para HRGA Superintendent dari site untuk sosialisasi policy dan kroco-kroconya. One step ahead. Sudah masuk next stage untuk proses selanjutnya.

Meeting yang sangat menarik karena para pembicara dari head office sangat bersemangat, komunikatif, dan fokus dalam menyampaikan materi. Pesertanya juga sangat antusias ketika memasuki sesi tanya jawab. Pun waktu sudah menunjukkan pukul 21.00! Salut. Meskipun terpaksa harus di-cut demi kesehatan peserta sendiri, hehe.

Nah, berhubung saya ini pengidap ADHD* kronis, duduk manis dan memberikan perhatian penuh dari pagi hingga malam adalah hal sulit untuk saya.

Jadi, malah inilah hasil sementara meeting bersejarah tersebut :

Saya (tengah), ndut? Yup, masih harus turun 3 kg lagi

Saya (tengah), ndut? Yup, masih harus turun 3 kg lagi

(Yee kok poto-poto sih…)

Yang sebelah kiri : Ganis, Psikologi UGM 2003, kanan : Rina Faqih, Psikologi UGM 2004. Keduanya adalah mahasiswi berprestasi di kampus.

Ganis pernah ke Paris dalam rangka Danone Bussiness Simulation mewakili UGM-Indonesia. Sedangkan Rina Faqih adalah lulusan terbaik (IPK suma-cumlaude) dan tercepat (3,5 tahun) namun tetap aktif di kegiatan mahasiswa (dan pacaran).

Kamilah gerombolan si berat *dalam makna yang sebenar-benarnya*. Trio kwek-kwek diva di antara bapak-bapak semua. Namanya juga perusahaan tambang, dominasi tetap di laki-laki donk.

Oh, satu lagi. Dilarang keras nge-blog sambil meeting! Sejenuh apapun. Karena hal tersebut tentu akan mencoreng profesionalitas serta menurunkan kredibilitas Anda,ย  hehe. *Kalo YM-an gimana ya?*

Lah, bagaimana jika menggunakan jaringan pribadi, bukan fasilitas kantor? Ah sama saja, toh tetap memakai jam kantor kan?

Nah, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana Anda menghadapi meeting tak henti-henti? Kalo saya sih menyalurkan hiperatifitas dengan foto-foto dan nge-blog, hehe. Kan bisa sambil berlagak jadi seksi dokumentasi gitu (padahal emang ndak bisa diem).

*tidak untuk ditiru*

*tidak untuk ditiru*

*ADHD : Attention Defisit and Hiperactivity Disorder

9 Tanggapan to “Bagaimana Anda menghadapi meeting tak henti-henti?”

  1. Fahrisal Akbar Says:

    Lho….mana tipsnya????
    Koq gak ada????
    Tadi Judul Postingannya ” Tips menghadapi meeting tak henti-henti”….

    Bener2 aneh….๐Ÿ˜€

    Setelah dipikir-pikir, iya juga, Mas. Judul sama isinya ndak nyambung. Sudah saya edit kok, hehe.

  2. restlessangel Says:

    ga usah ngeblog tp ngeplurk aja๐Ÿ˜†

    Belum ngrasa jadi artis, Mbak. Isin, je…๐Ÿ˜€

  3. Bundanya Dita Says:

    Dilihat dari wajahnya, mbak Sanggita ini keibuan dan kalem. Ternyata pengidap ADHD kronis to๐Ÿ˜€ .Saya sendiri belum pernah meeting marathon gitu. Tapi yang jelas kalau jenuh ya nge-net diem-diem hehehe.

    Kalem?! kalempit-lempit maksudnya? Tanya bapak ibu saya deh, sumpah saya tuh nuakal mbejijat ga ketulungan *hiperbolis*

  4. Fahrisal Akbar Says:

    Ada – ada saja….๐Ÿ˜€

    Memang mengada-ada, Mas. Habis bingung posting apa hari ini, hehe

  5. edratna Says:

    Sekarang, jika mengajar, para peserta bawa lapie masing-masing. Dan instruktur harus pandai-pandai menyiasati, karena ada kemungkinan mereka ga mendengarkan tapi asyik sendiri. Jadi saya sering hanya mengajar 1 sesi, buat case kelompok..dan pengajar keliling…ketahuan deh yang nggak mendengarkan. Begitu berulang-ulang, dan ini efektif, yang serius benar-benar bisa memahami…yang kurang serius, dipaksa oleh situasi.

    Iya, bu. Yang bawa notebook memang suka kelihatan sibuk sendiri. Eee waktu didekati malah YM conference sama temen seruangan .:sedih:.

  6. agoyyoga Says:

    Hehehe.. mbak Gita bandel๐Ÿ™‚

    Di kantor saya, saat meeting, peserta diharapkan tak membawa laptop, kecuali jika akan presentasi. Jika ternyata pekerjaan sedang banyak, sedang meeting akan memakan waktu cukup lama, maka peserta diperkenankan membawa lap top, tentu saja, walhasil dengan adanya peraturan tak tertulis seperti yang saya sebutkan di atas, maka peserta yang membawa laptop, sambil lalu jadi minta ijin pada chairman, bukan ijin membawa laptop, tapi ijin “nyambi kerja”.

    Tapi, jaman sekarang, bukan hanya laptop yang bisa mengalihkan perhatian peserta, smart phone, dan PDA juga punya potensi yang sama. Tapi kalau dari awal sudah ada aturan rapat yang di sepakati, biasanya pesertanya akan patuh dan menghormati aturan itu.

    Kalau meeting-nya maraton dan jedanya sedikit. Biasanya yang mengatur acara, akan membuat selingan progam, agar tak bosan, dan saat istirahat serta makan dioptimalkan untuk me-refresh pikiran, dan dipenghujung meeting, bakal ada kegiatan yang sangat asyik seperti pertandingan bowling, misalnya.

    Bener banget, Yog. Memang dari awal harus ditegaskan aturan2 dalam pelaksanaan rapat. Dan ada beberapa menit penyela untuk ice-breaking biar ngga bosan. Makasih masukannya, say..

  7. Taxido Says:

    Slm Kenal mbak…Artikelnya bagus2…s
    Eh kok ada fotonya Rina Faqih juga…he…Nitip ya mbak…nitip salam moga cepat sembuh….

    Kenal Rina Faqih? Iya, dia masih izin sakit udah 2 hari ini. Kantor sepi, euy tanpa cicit cuitnya. Beneran…

  8. Taxido Says:

    he…he..iya kita sahabatan luama banget…kaget juga di kok tiba2 sakit….kangen juga dengan suara serak2 basahnya…Tapi kok dia jarang OL, nge blog apalgi YM ya mbak…he…he…

    Selama dipinjam head-office sejak Oktober lalu sampai Februari ini, dia sibuk dikerjain sama anak2 kantor. jadi jarang online. Akhir bulan ini dia dibalikin ke site Lanna. Rina memang ngga nge-blog maupun YM, paling chatting internal aja. Hari ini dia udah masuk kok.

  9. Tips ‘pedekate’ di era digital « Sanggita Says:

    […] beliau terlalu mentah menterjemahkan tulisan saya yang “Bagaimana Anda Menghadapi Meeting Tak Henti-henti” deh. Disana saya memang menulis, ‘…sebagai pengidap ADHD kronis…‘, […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: