Alert! Produksi ASIP menurun

milk-bottleSaat ini sudah memasuki minggu kelima saya memberikan ASI Perahan untuk Willa. Tapi jumlahnya makin turun dari minggu ke minggu, jadi tetap saja Willa – terpaksa – harus di-support susu formula (gimana enggak, hasil perahan seharian diminum sekali teguk sama si gembil kecil itu).

W1 : mampu membawa 12 botol UC1000 setiap pulang Jum’at malam ke Sukabumi dengan frekuensi memerah 3x sehari @ 120 – 150 mL

W2 : 11 botol, masih bisa memerah 3x sehari

W3 : 9 botol, mulai 2x sehari

W4 : 5 botol! It means, cuma sekali sehari memerahnya!

W5 : hingga hari ini, baru ada 6 botol di kulkas, itupun ada yang cuma 60 mL

.:sedih:.

Nasihat suami, utamanya saya harus jaga pola makan. Duh, makan 3x sehari sih udah. Tapi seringnya  jajan, lebih cepet. Resikonya ya kadang kurang higienis dan komponen masakan tidak terkontrol (misalnya, kandungan MSG dan bumbu-bumbu lain).

Akhir-akhir ini saya juga jarang memasak kalo pas di Jakarta. Selain sering pulang malam, saya prefer nge-blog atau baca buku daripada 20 menit di dapur. Lagian jadi tidak berselera kalo makan sendiri.

Ya Allah, sungguh mahal harga yang harus dibayar…

(Maafin ibu ya, Willa karena belum bisa memberikan yang terbaik untukmu kali ini)

4 Tanggapan to “Alert! Produksi ASIP menurun”

  1. easy Says:

    peluk cium untuk willa ya mba..

    iya, nonaeasy, moga bisa pulang Sukabumi minggu ini… Nih lagi ngubleg-ubleg blog-mu, hehe

  2. Bundanya Dita Says:

    Jangan sedih mbak. Kalau dulu yang paling saya inget dalam urusan ASIP ini adalah “Banyak sedikitnya ASIP tunduk pada konsep demand & supply”. Artinya semakin sering dinenenin ke bayi/diperah (demand), tubuh akan memproduksi ASI semakin banyak (supply). Dan saya percaya akan kebenaran konsep itu setelah 7 bulan melakukannya hingga sekarang. Selain soal konsumsi makanan yang dijaga, yang kudu dipertahankan adalah keyakinan dan semangat. Kalau soal semangat saya ketularan dari Mbak Nungqee terutama setelah baca postingan ini . Tetap semangat & keep smiling🙂

    Sepakat dengan konsep demand-supply, Bun. Buktinya pas Wima dulu juga bisa sampai 2 tahun kok. Yah, konsekuensi logis belajar dan bekerja jauh dari keluarga. Makasih untuk penyemangatnya ya…Saya juga terinspirasi dengan tulisan Nurul yang itu. Namanya juga ibu2 bekerja, mo sampe Tokyo juga yang diceritain perjuangannya bawa oleh2 asi, hehe

  3. agoyyoga Says:

    Saya belum punya pengalaman tentang ini mbak Gita. tapi saya pernah dengar seperti yang disampaikan Bundanya Dita.
    Mungkin ada stimulan lain yang bisa meningkatkan produk ASI, tanpa harus berdekatan dengan Willa? Misalnya mendengarkan suara Willa, melihat video Willa, atau makan daun kathuk. Ah sok tahu nih saya.🙂

    Mendengarkan suara atau video Willa? Kadang saya ngga berani, Yog. Kalo udah kangen dan melow, jadi kurang produktif. Malah terbengong2 ngga karuan. Anyway, akan saya coba tipsnya kalo sudah siap.

  4. nungqee Says:

    wah, ternyata berguna juga curhat tentang ASI antara tokyo-jakarta.. hihihi…😀

    Tapi hebat eh mbak sanggita pulang seminggu sekali masih bisa bawa pulang ASIP, perjuangan ibu memang tiada habisnya..

    Semangat deh mbak sanggita !! keyakinan dan semangat membuat keajaiban cairan emas dari Allah itu mengalir lancar..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: