Berharap bisa segera pulang

My best time, ever!

My best time, ever!

Saya rindu menyusui. Rindu aroma khas Willa. Rindu sentuhan tangan mungilnya. Rindu senyuman dan tatapan matanya ketika sedang berada dalam dekapan saya…

*Belum bisa pulang karena hari ini masih ada meeting hingga petang*

8 Tanggapan to “Berharap bisa segera pulang”

  1. dafitawon Says:

    seandainya Willa dah bisa internetan ..
    tentu bisa YM-an degnan Mbak yang sedang meeting …
    web cam atau phone by web
    Paling-palng entar jadi pusat pertanyaan orang semeeting ..
    “Ih .. kenapa dia, senyum-senyum sendiri …”
    He he he

    http://firman.web.id

    Hehe, semalem udah phone by web sama bapaknya sampai pagi. Baru beres waktu koneksinya error😦

  2. Fahrisal Akbar Says:

    Minta ijin aja….😀

    Ngga enak sama orang kantor karena akhir bulan ini sudah akan mengajukan cuti. Sedangkan hari ini terhitung lembur, Mas

  3. abdee Says:

    kalo bapaknya? dirindukan nggak?

    Ya iyalaaah..

  4. Budiono Darsono Says:

    duh asyiknya punya rindu dan yang dirindukan……

  5. agoyyoga Says:

    Terkelu saya membacanya. Semoga, akhirnya kemarin mbak bertemu Willa.

    Sudah, say. Dan kangennya terbayar. Bertemu keluarga memang menyeimbangkan. Terutama kehausan emosional setelah seminggu menggunakan otak sebelahnya terus-terusan. TQ untuk perhatiannya…

  6. Bundanya Dita Says:

    Kalau saya sampai rumah sepulang kerja dan ketemu anak langsung bilang (dg intonasi kayak diiklan-iklan apa lupa), “Lihat Dita, capek Bunda jadi hilang..”😀

    Iya ya , Bun. Anak2 tuh memang panggilan lelah. Rasanya capek tuh ilang setelah melihat dan bermain bersama mereka.

  7. canggih Says:

    si buah hati memang mengagumkan. di setiap gerak dan celotehannya (eh willa baru isa a u a u yaa…?) bikin ngangenin ja. itulah hidup. dari si kecil kita belajar untuk menghargai sesama, menghargai kehidupan itu sendiri. dengan segala perjuangan untuk memaknai hidup dan belajar. salam sayang buat wima and wila ya mbak. mas widie juga boleh…he..he..he.. kapan nich pulang ke Solo? Jalan-jalan lagi…
    Kalau Mbak ja yang satu minggu (ralat 5 hari) ngga ketemu, gimana Bapak Ibu yang hampir tiap tahun ngga ketemu? Yang uda hampir 26 tahun mbesarin? he..he..keep on fighting y….

    Wuahaha, Bapak Ibu sih seneng2 aja, wong anaknya keras kepala gini kok. Tapi ngangenin kaaan. Pulang? Insyaallah lebaran, Dik…Salam juga buat Wildan, Dzakinthul dan Candra ya

  8. Norma Says:

    Mb masih menyusui po? gimana sih kalo 5 hari gak dikasih trus dikasih. Pengalaman dulu waktu Ryan usia 9 bulan s/d 15 bulan tak tinggal kerja seharian, baru sorenya tak kasih ASI, tapi badannya malah sakit2 an dan terlihat agak layu. Semua orang di desaku beranggapan kalo itu karena aku memberikan asi yang sudah “wayu” karena seharian ditampung, trus terpaksa Ryan usia 18 bulan ku sapih. Tapi kok benar ya, setelah lepas dari ASI, makannya jadi lumayan gampang, badannya kelihatan seger n kesehatannya membaik. tapi aku juga belum konsultasi lebih lanjut ke tenaga ahli untuk masalah kualitas asi yang tidak sering di berikan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: