Betapa ajaibnya tubuh kita

“Saya mencoba menghormati tubuh saya dengan tidak memasukkan terlalu banyak racun ke dalamnya.”

meditation2Mia di Princess Diary

Terinspirasi dari komentar miss dosen Hayu yang mencantumkan quote dari Princess Diary dalam tulisan tentang pro kontra rokok yang lalu, saya akan menambah penekanannya dengan mengutip tulisan Stephen R. Covey dalam The 8th Habit : Melampaui Efektifitas, Menggapai Keagungan.

Yap, saya sedang membaca buku yang diterbitkan sejak tahun 2005 ini. Setelah merasakan manfaat mengaplikasikan The 7th Habits of Highly Effective People dimulai sejak 7 tahun yang lalu. Sekarang baru sampai bab awal, tapi sudah tidak sabar membaginya.

Tulisan ini semata-mata untuk mengingatkan diri sendiri betapa pentingnya menghormati tubuh kita. Bukankah manusia tempatnya lupa?

“Tidak bisa dipungkiri, tubuh manusia memiliki sistem yang luar biasa. Terdiri dari 7 triliun sel yang memiliki koordinasi fisik dan kimiawi yang menakjubkan, yang bahkan hanya untuk sekedar membalik buku, bersin atau menyisir rambut.”

“Bila kita merenungkan betapa hanya sedikit darinya yang perlu kita pikirkan, itu lebih menakjubkan lagi. Kapan terakhir kali kita mengingatkan jantung untuk berdetak? Paru-paru untuk mengembang dan mengempis? Atau organ-organ pencernaan untuk mengeluarkan kelenjar-kelenjar yang dibutuhkan, sesuai porsinya, persis pada saatnya?”

Melalui pengalaman dua kali melahirkan secara spontan (normal), saya benar-benar merasakan keajaiban tersebut secara mendalam. Bagaimana sebuah penciptaan calon penghuni bumi berproses dalam tubuh seorang perempuan. Sebuah keajaiban ketika dalam satu tubuh hadir dua jantung. Sebuah ketakjuban ketika rahim membesar 1000 kali lipat dari ukuran awalnya.

Bahkan di luar kendali saya, janin tersebut semakin berkembang dan membesar. Tubuh saya pun secara otomatis menyesuaikan diri dan menyalurkan segala sesuatu yang dibutuhkan penghuni baru itu. Asupan darah, nutrisi, kalsium, zat besi, dan semua hormon serta segala zat yang namanya pun tidak saya kenali namun sangat bermanfaat baginya.

Tubuh pun sebenarnya mampu menyembuhkan dirinya sendiri. Mengembalikan kesetimbangan yang sempat terganggu. Bahkan obat-obatan hanya mempermudah proses penyembuhan dan menyingkirkan rintangannya.

Dan masih jutaan proses yang berlangsung setiap saat. Ada kecerdasan yang menjalankan semua itu, dan sebagian besar darinya, berlangsung di luar kesadaran kita.

Sekali lagi, bukan kita yang mengaturnya.

Luar biasa, bukan? Ada yang bersedia menambahkan?

6 Tanggapan to “Betapa ajaibnya tubuh kita”

  1. Bundanya Dita Says:

    Iya, saking cerdasnya jika ada yang gak beres pun, tubuh kita memberi warning. Kadang kita aja yang suka gak ngeh. Sudah sakit, baru nyadar😀 .Dan mengenai soal penciptaan manusia, sampai skr saya pun, takjub saya tak berkesudahan. Selama 9 bulan 10 hari, fase nya runtut dan super detil. Jadi benar, hormati tubuh kita, apalagi sedang ada proses penciptaan manusia didalamnya. Selalu ingat RUM (The Rational of Use Medine) -mengingatkan diri sendiri juga-🙂

  2. Bundanya Dita Says:

    ralat : RUM = The Rational Use of Medicine😀 .

    Oke, oke, Bun. Tentang RUM, saya selalu konfirmasi ke sahabat yang juga dokter. Beliau adalah dokter brilian di Solo. Waktu sekelas di SMA, dia juga sangat cerdas. Makanya saya selalu tanya tentang setiap obat yang diberikan dokter, alasan, dan efek sampingnya. Kan gitu, Bun? Ya ngga, ya ngga…

  3. dafitawon Says:

    Dan di setiap bagian dari tubuh kita ada Kebesaran-NYA

    luar biasa!
    jadi inget kata-kata masku
    “Wis to Dek, gek lis turu! Tubuhmu itu juga punya hak atas dirimu.”
    n aku sering bilang
    “Nanti mas, nanggung …”

    seperti kata Maia, “kalau tubuhku bisa jadi orang, mesti bakal mukul aku yang sering memayahkannya terlalu lebih”
    he he he

    Hmm, Firman suka begadang yaaa? Saya suka quote yang ‘tubuhmu juga punya hak atas dirimu’, memang kita harus senantiasa diingatkan..

  4. canggih Says:

    HI sis, nongol lagi ya….sekarang jadi keasyikan nongkrongin blog orang. he..he..he..
    Sayangnya banyak orang yang tidak menghargai tubuhnya sendiri. seperti lagunya Sheila On Seven “Kau tak kan pernah tahu apa yang kau miliki, hingga nanti kau kehilangan.”

    Baca blog, kalo pinter milihnya, bagus kok. Pilih aja blog2 yang membuka wacana, memperluas wawasan, misalnya yang ku-link di right-bar blog ini. Jadi bikin kita rajin baca kan. Sing sregep sinau yo, nduk hehe

  5. ufi yusuf Says:

    sampe sekarang masih suka terkagum2 liat anak sendiri kok bisa “dari tiada ke ada” itu..luar biasa

  6. easy Says:

    sepertinya aku harus ke tempat tidur sekarang. udah berhari-hari sampe larut menatap monitor😀

    Hayo hayo, tidur aja, say..Kelamaan di depan monitor tidak sehat juga karena radiasinya. *sok2an ngingetin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: