Hamil yang dipermudah

Iseng saya baca-baca lagi tabloid Nakita edisi dua minggu yang lalu *jan tenan ra ono gawean*. Di salah satu rubriknya, diceritakan tentang perjuangan seorang ibu yang sulit sekali memiliki momongan. Beliau membutuhkan waktu 6 tahun untuk bisa menimang sang buah hati.

Ketika dinyatakan hamil, ternyata di rahimnya tidak hanya ada bayi tapi juga multiple miom. Keberadaan miom-miom itulah yang membuatnya susah hamil.

Selama mengandung, dokter selalu mewanti-wanti bahwa antara miom dan janin akan saling berebut nutrisi. Artinya, ketika sang janin tumbuh, si miom juga kian membesar memenuhi rahim.

Sehingga sang ibu akan selalu dihantui bayangan keguguran (karena janin kalah bersaing dengan miom dan tidak tumbuh), atau meskipun lahir tetap BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah karena kurang nutrisi), lahir prematur dan harus caesar.

Selama kehamilan pula, ia harus selalu berhati-hati. Menjaga pola makan, tidak boleh terlalu capek dan wajib kontrol dokter obsginnya.

Yang membuat saya merinding ketika membaca kisah tersebut adalah saat minggu ke-36, diameter salah satu miom sudah 12 cm (alias sebesar kepala bayi!) dan menutup jalan lahir. Sulit sekali saya membayangkan perjuangan sang janin yang terdesak dan terkepung miom di rahim ibu yang sempit.

Alhamdulillah, akhirnya si ibu mampu melahirkan 9 bulan secara caesar. Dan kekhawatiran BBLR tidak terjadi, sang buah hati lahir 3,3 kg. Meskipun saat melahirkan, waktu untuk operasinya jauh lebih lama dibandingkan dengan kasus serupa.

Ternyata dikarenakan ari-ari bayi yang sudah hancur, menempel kemana-mana, sehingga dibutuhkan ketelitian medis untuk membersihkan dinding-dinding rahim dari perlekatan tersebut.

Seolah belum berhenti, sang ibu pun harus rela bedrest selama 2 minggu dan mengalami nifas 3 bulan karena pendarahan yang terus-menerus. Konon dikarenakan luruhnya miom-miom karena mengecilnya rahim.

Saya (berkerudung), naik kuda saat hamil 2 bulan. Tolong jangan ditiru

Saya (berkerudung), naik kuda saat hamil 2 bulan. Tolong jangan ditiru

Terus terang, cerita tersebut membuat saya tercekat. Betapa tidak, mulai dari hamil hingga paska melahirkan, semua proses saya dipermudah. Kehamilan kedua saya memang di luar rencana. Tahu-tahu hamil begitu saja.

Saat hamil, saya pun bisa beraktivitas seperti biasa. Saya tidak menggunakan priviledge layaknya ibu hamil.

Saat usia kandungan tri semester pertama, saya sedang rekrutmen di Jogja-Semarang. Sering begadang hingga naik kuda (!!!) di Gedong Songo, Semarang.

D/ jeb ajeb ajeb

Saya (berkerudung) dan Pak GM (ketiga dari kanan). Yang lain, ga usah disebutin dah.😆 Jeb ajeb ajeb

Saat hamil tri semester kedua, saya juga pernah ikut farewell party GM HRGA yang pensiun hingga dini hari. (foto kanan)

Hamil tri semester ketiga, saya masih mengisi outbound untuk para Management Trainee di Wisma Kinasih, Depok selama 3 hari dua malam. Begadang oh begadang…

Mana kalo break, ikut-ikutan main bola lagi. Dengan teriakan semua orang tentu, “Bumil! Bumil! Udaaah!“. FYI, Bumil tuh singkatan dari Ibu Hamil.

Bandelnya, pas mau melahirkan, saya masih sempet nge-blog dulu. Pamitan via blog dan milis.

Sempet nidurin Wima yang ikut-ikutan kebangun dan juga masih nungguin suami pulang dari masjid untuk sholat Subuh sambil cengar-cengir sok-sokan berusaha tidak membuat panik orang rumah.

Melahirkannya pun hanya butuh 2 jam, tidak memakai mengejan lagi. Cukup batuk-batuk, keluar deh Willa yang bengkak gemuk.

Melahirkan jam 08.00, jam 14.00 jalan2 kelaperan

Melahirkan jam 08.00, jam 14.00 jalan2 kelaperan

Empat jam setelah melahirkan, saya mandi sendiri kemudian minta antar suami ke kantin rumah sakit. Laperr, makanan dari RS kurang, euy.😆

Alhamdulillah, semua proses saya dimudahkan. Dan saya dipercaya untuk dititipi dua new entry yang tidak hanya tampan-cantik, namun juga cerdas dan sehat. Amanah yang tidak mudah.

Semoga kami masih dipercaya untuk dititipi satu lagi. Amin (hieh?! waduh, waduuuh)

Bagaimana dengan cerita Anda?

*semakin mengukuhkan bahwa penulis blog ini bandel tiada tara, narsis pula*

15 Tanggapan to “Hamil yang dipermudah”

  1. nungqee Says:

    Tapi katanya anak kedua emang gitu ya, jauh lebih luancar, adik sepupu saya malah kepala bayinya udah keluar pas perjalanan ke RS naik sepeda onthel, jadi begitu duduk di tempat bersalin, langsung meluncur sendiri bayinya.. huwiii..

    kakak saya sendiri juga (anaknya 7) anak ke -2 dst lahirnya kayak disurung angin, kluar begitu saja, malah cuman 1 hari di RS langsung pulang (ky br pulang dari pasar aja😛 ), alesannya kasian kakak2nya masih kecil2 di rumah sendirian.. *geleng2..

    saya sendiri juga kehamilan yang kedua ini pas 2 bulanan masih main ke dufan, naik halilintar booow..😀 anaknya jadi pecicilan ga bisa diem, haha..

    moga2 yang ketiga keempat dst.. makin lancar ya mbak😛 hihi

    *ternyata memang hamil & melahirkan itu menyenangkan, pantes bikin ketagihan😀

    😯 Rul, udah hamil lagi??! Wow, congrats, ya! Anjar hebat, euy…(lho?!)

    Wah, kalo naik halilintar sih namanya nekat. Saya yang ngga hamil aja ngga berani, jadi sampai sekarang belum pernah naik halilintar. Naik odong2 aja deh \ :D/

    Tolong donk tanyain kakaknya, apa resep melahirkan sing koyo disurung angin kuwi? Hehe. Kemarin juga kepikiran, “Wah kalo melahirkan segampang ini, mending di rumah aja kali ya.” Tapi terus memutuskan, “Ah di RS dulu deh, jarang2 kan bisa seharian tidur, bebas urusan rumah tangga.” *hehe, jahil*

  2. Bundanya Dita Says:

    **speechless** sambil geleng2 kepala lihat (baca) “ulah” mbak Sanggita saat hamil hehehe. Kendel tenaaan…😉

    Don’t try that at home, Bun. Itu juga dibawah pengawasan dokter lho. Setiap bulan USG buat kontrol kondisi janin. Habis ibunya super duper pecicilan sih.

  3. abdee Says:

    sek sek sek… ono sing perlu dijelaskan kie…
    kata kata “Tahu-tahu hamil begitu saja”…. maksute piye.

    jadi, tanda ada angin tak ada hujan… trus hamil ya.
    trus peran suami gmana?

    Tolong teks dalam konteksnya dikunyah pelan2, Bung

  4. nungqee Says:

    siti maryam dong😛

    Mas Pei emang suka jahil kalo komen, Rul

  5. cak Win Says:

    Wah semoga istriku cepet Hamil dan melahirkan dengan lancar😀

    Salam kenal🙂

  6. cyperus Says:

    oh Tuhan.. *pegang kening

  7. muhamaze Says:

    ikut ngucap alhamdulilah…..
    moga2 istri tercintaku juga ntar hamilnya dipermudah dan melahirkan dengan lancar pula. amiiin..

    salam kenal

  8. dafitawon Says:

    ck ck ck,
    istriku besok gimana ya?!😀
    hmm, semoga diperlancar sehingga bisa melahirkan calon-calon syuhada penegak dan penolong agama Allah di muka bumi.
    aamiin.

    Saya jadi inget katane Bu Ampuni ketika ikut kelas psikologi perkembangan bab perkembangan pranatal, perinatal, dan proses melahirkan. [halah!]

    “Sesakit-sakitnya seorang wanita melahirkan itu lebih sakit yang tidak bisa melahirkan.”

    Btw, mbak kenal Mbak Icha 2000 kah?
    http://firman.web.id

    Insyaallah. Saya doain deh, Man semoga mendapat istri yang solekhah. Hmm, quote-nya membuat saya semakin mensyukuri nikmat Allah. Thank you…

    Btw, alamat web-mu diisi di URL di bawah e-mail aja, Man. Oiya, mbak Icha kenal saya ngga? *heiseh, sok artis*

  9. grubik Says:

    weh, wunderwumen kiye…

  10. dina Says:

    mudah-mudahan . insyallah kalu hamil lagi yang ke 2 aku bisa kaya mba sanggita, amiiin ( tapi belum jadi nih mb, msh usaha terus heheh)

    Hmm, didoaken, Bun. Duh, kan udah dibilang, jangan ditiru! Beneran jangan! *mulai panik karena jadi contoh tidak baik*

  11. nungqee Says:

    wah bukan … bukan hamil lagi adeknya azkia mbak sanggita…

    tapi waktu hamilnya azkia itu kehamilan kedua karena sebelumnya kehamilan pertama keguguran. begitu maksut saya.. hehe.. aduh jadi salah kata kan?😀

    Oh iya ya, Rul. Apalagi waktu itu Anjar lagi tugas luar daerah kan? Lah tapi kok tetep nekat naik halilintar sih. Pasti ngga tau kalo lagi hamil ya?

  12. agoyyoga Says:

    Ck-ck-ck, mbak Gita memang jagoan!

  13. Norma Says:

    Mbak,jadi keinget dulu, hamil masih kuliah n berani2 ikut KKn, mana ketahuan LPM segala,,,, iya ya….wah itu sih dipermudahnya karena kita sendiri juga berusaha mempermudah,.

    Insyaallah gitu ya, Ma

  14. diah Says:

    Mbak.. memang luar biasa mbak itu..

  15. puspo Says:

    Senangnya bisa beraktivitas dgn bebas (ber-Pecicilan ria ha ha ha) saat masa mengandung…if I can do that….(haru **meneteskan air mata**) ya Allah percayakan aku untuk mendapatkan momongan lagi….Amin…thx


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: