Pencinta orisinalitas

child-with-balloonBerikut kebiasaan saya saat memesan sesuatu :

Pesen ke office girl : “Mbak, tolong donk beliin mie ayam. Ngga pake sambel, saus, kecap, daun bawang, dan tauge. Isinya cukup mie, sawi, ayam. Pake kuah ya, Mbak.

Pas beli bubur ayam : “Mas, bubur ayam satu ya. Ngga pake ayam, kacang, krupuk, emping, dan daun bawang. Bubur dan kari aja. Pake plastik ya, jangan stereofoam. Ngga usah dikasih sendok, Mas.”

Beli soto : “Bu, soto donk. Nasinya dipisah. Ngga pake tomat, tauge, kol, kecap, sambel, dan jeruk nipis. Oh, ngga usah ditambahi bumbu bubuk. Suka jadi keruh soalnya. Saya seneng yang bening, garamin aja, Bu. Yang di mangkuk so’on, ayam, dan kuah aja ya.”

Pesen teh hangat : “Mas, teh manis hangat satu. Jangan terlalu panas lho ya. Hangat aja, suam-suam kuku.

Pesen es tebu : “Teteh, beli sari tebu ya. Es-nya dikit aja. Duh duh, masih kebanyakan. Kurangin lagi donk.

Bawel? Hehehe…

Itulah perjuangan saya demi mendapatkan rasa asli dari tiap komponen masakan. Oleh karena itu, saya lebih suka ca kangkung tanpa campuran apapun (ya cuma kangkung, bumbu garam dan bawang putih) daripada kare. Lebih pilih soup (dengan bumbu – lagi2 – garam dan bawang putih) daripada rendang.

Itu baru makanan. Bagaimana dengan berpakaian? Bisa dipastikan, kerudung saya semuanya polos. Hitam, biru tua, coklat tua, dan hijau gelap. Saya hanya punya 3 kerudung motif yang cukup jarang dipakai. Saya tidak mau mengenakan kerudung mencolok, macam merah atau kuning, oh no!

Make-up? Sampai sekarang, bedak saya masih bedak baby loh. Punya pupur, tapi sudah tidak pernah digunakan. Saya prefer polos tanpa make-up. Rasanya bersih. Pure. Baru setahun belakangan saya mulai memakai pelembab, alas bedak, eye-liner, blush-on, dan lipstik. Hanya untuk di kantor atau ada acara tertentu. Untung suami saya juga pro tanpa-make-up. Dia ngeri kalo melihat wanita bermake-up tebal, hehe.

Urusan kaki? Owh…jepit swallow adalah andalan! Jalan ke kantor…jepitan, saudara-saudara! Saya cuma punya dua sepatu high heel. Satu untuk kondangan, satu untuk ngantor jika ada special occasion (dan sepatu ini saya tinggal di kantor). Dua-duanya berwarna hitam :lol:ย  *you know why* Sisanya? Tentu sepatu-tanpa-hak donk.

Yes. Saya pencinta citarasa asli. Saya penikmat orisinalitas. Saya kurang suka terlalu banyak pernik. Tidak hanya dalam konteks superfisial, namun hampir di semua segi kehidupan. Ah, selera memang tidak bisa diperdebatkan.

dalang-dan-wayangJika dihubung-hubungkan, itulah pengejawantahan dari kata “Sanggit”. “Sanggit”, berasal dari bahasa Sansekerta. Yang oleh Bapak saya – dosen jurusan pedalangan ISI Solo – dijadikan Sanggita, sebagai nama depan saya.

Substansi seni pedalangan, tidak lain terletak pada “sanggit,” yaitu kemampuan dalang untuk menciptakan dialog.

Dalang harus menguasai suara seluruh kotak wayang. Suara semua wayang, mulai dari yang penting sampai dengan yang tidak penting, harus dia kuasai dengan baik. *Hmm, bukankah wayang representasi panggung kehidupan?

Dan kemampuan tersebut hanya akan terwujud ketika sang dalang mampu keluar dari dirinya. Menjadi orisinal. Dia harus jujur dengan batinnya.

Tidak lagi silau dengan sorotan lampu.ย  Tidak lagi mengharapkan pujian. Dia harus memahami pakem. Dengan demikian dia baru bisa menyatu dengan tokoh-tokoh dalam kotak wayangnya dan terangkailah sabetan-sabetan yang mampu membius para pencinta wayang.

Maka dari itu saya sangat berminat dengan ilmu psikologi. Mendalami psikologi sama dengan menelanjangi diri. Dibutuhkan keberanian untuk memasuki kubangan tinja sendiri. Sebelum berkubang dengan sampah-sampah emosi orang lain.

Hingga dia mampu “menguasai suara seluruh kotak wayang” dan terciptalah “sabetan-sabetan” semumpuni dalang kondang Ki Manteb Sudarsono.

Saya bangga dengan nama pemberian Bapak. Saya percaya : dalam nama, ada doa. Dan itu akan melekat selamanya.

Bagaimana dengan nama Anda? Berkorelasikah dengan kepribadian, minat, kebiasaan, atau bahkan visi hidup Anda?

Kalo saya? Iya.

*Note untuk Bapak saya : Pak Be, mohon dikoreksi donk kalo ada yang belum tepat dalam penulisan tentang seni pedalangan. Kapan nge-blog, Pak Be? *ambil kompor, manas-manasi*

12 Tanggapan to “Pencinta orisinalitas”

  1. edratna Says:

    Ternyata nama Sanggita punya arti yang dalam…dan tercermin juga pada sikap Sanggita (betulkah panggilannya Gita?…ikutan Yoga) sehari-hari.

    Sederhana, polos….justru pada kesederhanaan inilah arti keindahan itu

    Terimakasih, Bu. Hmm, bole deh panggil aja Gita. Nick name saya banyak, Bu : mulai dari Nana (ini nama kecil), Sanggit, Anggi, Gitgit, Gita, sampe Gito. Monggo pilih aja yang paling nyaman bagi Anda๐Ÿ˜€

  2. nungqee Says:

    โ€œMas, bubur ayam satu ya. Ngga pake ayam, kacang, krupuk, emping, dan daun bawang. Bubur dan kari aja. Pake plastik ya, jangan stereofoam. Ngga usah dikasih sendok, Mas.โ€

    bubur ayam tanpa ayam? namanya bukan bubur ayam, tapi bubur ajah doong :)) wahaha.. iseng..

    Iya, emang pelanggan aneh.Weirdo, hehe

  3. Bundanya Dita Says:

    Gimana dengan baju, sepatu dan menu makanan Wima dan Willa? Jangan-jangan juga kena sentuhan orisinalitas ibunya?๐Ÿ˜€ .

    Ngomongin soto, jadi kangen Soto Kadipiro-Soto Sawah-Soto Pak Sholeh๐Ÿ™‚

    Buat anak2 sih udah selera bersama, Bun : dari ayah dan neneknya. Dan selera beliau berdua, sangaaatt elegan. Seneng saya.

    Kalo Soto Gading suka ga? Kebetulan deket sama rumah saya lho

  4. Norma Says:

    Mbak, kalo denger nama sanggita, aku inget dengan kata2 wong jawa yang baru kukenal setelah aku jadi orang sleman, yaitu “anggitan”, tadinya aku bingung pas dikatain orang kalo ryan itu anggitan. pas aku tanya maksudnya, kata yang ngomong, anggitan itu artinya gampang n cepat menangkap sesuatu (yah mungkin bahasa gaulnya cepet dong atau cepet belajar). Ada hubungannya gak sich Mb? anggit sama sanggit?

    Oke oke, menarik nih. Saya tanyakan ke Bapak dulu ya. Nanti via fesbuk aja, hehe

  5. Pak Dhe Wicak Says:

    berarti orang jawa ya?
    Misalkan pesanannya tidak sesuai gimana ya mbak?
    Misalkan mbak sanggita yang jadi penjualnya, trus ada yang beli kayak mbak gimana ya?
    hehehe…

    salam

    Wong Solo, tepatnya. Biasanya sih saya pasrah, Pakdhe. Tetep aja dimakan/diminum kok kalo tidak sesuai. Oiya, saya tuh bawelnya nyenengin dan ngangenin kok, hehe –kepedean–

    Kalo ada pembeli kayak saya? Saya bawelin aja biar ngga ribet.๐Ÿ˜†

  6. hilda widyastuti Says:

    seru ya arti nama Sanggita

    Iya, saya salut sama Bapak yang ngasih nama yang tidak pasaran. Sampe sekarang, guru SMP saya sering menyebut Sanggita sebagai nama yang unik. ‘Seribu satu,’ katanya. *sombong mode:on*

  7. agoyyoga Says:

    Kupikir Sanggita itu boleh di baca Sang-Gita, jadi kamu diibaratkan sebuah lagu, lagu tentang hidup barangkali.๐Ÿ™‚

    Boleh juga, say.๐Ÿ˜†

  8. utaminingtyazzzz Says:

    arti namaku:

    putri yang memiliki keutamaan di hati

    bisa sesuai bisa ga.. kadang suka gampang ga tega.. kadang suka emosian.. hehehehe

    keutamaan di hati : bukannya itu modal dasar untuk jadi istri dan ibu bagi anak2, jeung?

  9. zefka Says:

    sanggita…. nama mbak punya arti yg sangat dalam…
    Kok mirip2 ma Sengata ya (ibukotanya Kutai Timur)… hehe ….peace mbak.

    Lha, Eko Nurtanto sendiri artinya apa? Pernah di-eksplorasi namanya? Jangan cuma eksplorasi tambang aja, Mas hehe. Btw, saya malah belum pernah ke Sangatta lho. Mungkin visit site 2 bulan lagi.

  10. zefka Says:

    kata ortu sih artinya “anak laki2 pertama yg bisa memberikan cahaya/pencerahan” hehehe… lampu petromak kali…
    Di site enak lho mbak…. ntar pasti ketagihan deh..

    Whew…doa orangtua bagus sekali ya.
    Hehe, cukuplah saya di head office aja, Mas. Bagi-bagi tugas-lah *alasan*

  11. Abdee Says:

    Urusan Garap Sanggit… saya paling suka Ki Timbul Hadiprayitno yang penuh falsafah, dan Ki Hadi Sugito yang antawacana nya oke.

    Urusan Garap Sanggita… saya percaya pada kemampuan teman saya… Nyatanya udah ada Wima dan Willa.

    Hahaha๐Ÿ˜† komentar yang cerdas. Hallow Mr Xtremegears…ada yang ngledek tuh

  12. Miftahul Arif Says:

    mantabz mbakk….
    kalo aku seh terus berusaha punya arti seperti arti namaku. heheheee… maklum hamba masih jauh dari sempurna.

    Wah, doa yang terkandung dalam nama Mas sangat dalam ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: