Celoteh Wima dan Polah Willa

Saya salut dengan Wima yang sayang banget sama adiknya. Tidak pernah sekalipun ia melakukan tindakan kasar sama Willa. Hebat kamu, Nak

Saya salut dengan Wima yang sayang banget pada adiknya. Tidak pernah sekalipun ia melakukan tindakan kasar sama Willa. Hebat kamu, Nak

Suatu hari, Wima memperhatikan tante Andien – yang masih duduk di kelas 4 SD – sedang membawa donat dengan taburan meses warna-warni. Donat seharga seribuan.

Dengan ekpresi nyengenges – seperti biasa – Wima bertanya pada tantenya, “Tante Andien, enak ngga?” sambil melongok pada si kue lubang *ini istilah Wima sendiri sebelum tahu bahwa makanan bulat dengan lubang di tengah disebut donat 😆

Ketika ditawari tante Andien, “Wima mau ngga?” sambil menyodorkan donatnya.

Dengan cuek Wima menjawab, “Ngga, ah. Aa Wima lebih suka JCo.”

Komentar sang ibu : “Hieh??! Ajaran siapa itu, Nak? Duh, seleramu sungguh bagus.” *geleng-geleng*

Willa sendiri,  minggu ini sudah mulai klenyam-klenyem melihat orang makan. Weh, sabar cah ayu…masih satu bulan lagi giliranmu.

Bayi berusia 5 bulan dengan BB 7 kg ini terkenal menyenangkan. Ramah, sering tersenyum sama siapa pun (kalo ini beneran nurun dari ibunya lho, hehe), jarang rewel (ini sih nurun dari ayahnya) sekalipun dibawa jalan kemana-mana, entah itu ke Solo, Pelabuhan Ratu, ke pengajian, maupun kebiasaan jalan-jalan sekeluarga setiap minggu.

Sejak lahir, di RS, Willa terkenal dengan kekalemannya. Jarang menangis. Tidurnya pun mudah : buat Willa kenyang, sendawakan dan ayun-ayun sebentar. Ketika mulai kriyep-kriyep – sebelum nyenyak beneran – taruh saja di ranjang dan tinggalkan. Tak lama, Anda akan menemukan seorang bayi tergeletak tak berdaya karena mbededeng perutnya😀

Sekian laporan dari redaksi. Bagaimana dengan celoteh dan polah putra-putri Anda hari ini?

13 Tanggapan to “Celoteh Wima dan Polah Willa”

  1. Norma Says:

    Kalo anakku Ryan, sejak sekolah awal tahun yang lalu banyak sekali perubahannya. Yang tadinya kadang nangis kalo ditinggal kerja, jadi semangat sekali turun motor dan membiarkan papa mamanya pergi… Yang tadinya ketemu orang baru pake malu2 kucing, sekarang baru liat,udah lngsung caper2 gitu. Tapi yang jelas perubahan drastisnya adalah yang sejak bayi kami mengajarkan bahasa Ibu bahasa Indonesia, sekarang sudah jarang sekali menggunakan bahkan tidak pernah.Berubah jadi bhs Jawa medhok.
    kenapa begitu?? Karena sebagian besar temannya berbahasa Jawa,jadi gurunya pun memakai bhs jawa agar anak2 mengerti. Termasuk anakku. salah satu contoh: kalau dulu saat memandang kolam ikan, dia bilang “itu lho,ikan gulami”…. sekarang jadi “galoh iwak glameh….” Gimana nih??? Ndesonya melebihi mamanya….

  2. rokhayani Says:

    Waduhh hebat ya…
    kalo sy kebingungan ngatur kedua ego anak2, kakanya pengine ngegame, dedenya pengine lagu2 atau film, klo udah kaya gitu pastilah bentrokan mulut………. he2
    yg akhirnya nangis salah satu…
    Strategi apa ya paling jitu mengalahkan keegoan anak?

  3. agoyyoga Says:

    Mbak, mbededeng itu artinya opo tho?😀

  4. utaminingtyazzzz Says:

    “mbededeng perutnya ”

    hahahahahaha…. seperti ibunya kah?

  5. pututik Says:

    Salam kenal jeng
    Saya sendiri lebih byk berkomunikasi by phone dan masih belum dikaruniai adik buat arya. Nice post

  6. kiraitomy Says:

    kalo saya sih, masih lama tuk punya anak..

  7. grubik Says:

    wah.., ayahnya jarang rewel ya?

  8. Bundanya Dita Says:

    Wah, Willa ndut juga ya? Wajahnya mirip ibunya tuh…🙂 . Selalu sehat ya Kak Wima dan Dik Willa…

    Kalau cerita tingkah polah Dita ntar di blognya Dita sendiri aja ah (2 hari lagi 9 bulan euy! ). Kalau ditulis disini takutnya bisa jadi 1 tulisan sendiri hehehe😀 .Maklum, ibu-ibu, kalau disuruh cerita soal anaknya kadang gak liat-liat tempat😀 .

  9. edratna Says:

    Hahaha…membayangkan kedua anak tsb, sambil tersenyum sendiri. Pasti kedua anak punya sifat berbeda, justru disitulah indahnya.

  10. zefka Says:

    sgt bertolak belakangan ma zefka (1 thn), gak mau diem, gerak terus sampe pernah diperiksain ke dokter… takutnya tipe hiperaktif, pengin jalan terus mskpn masih di tuntun, selalu senang kalo liat ayam, sapi, kuda, cicak ato pesawat (kalo liat benda2 ini sll teriak pengin dekatin), kalo liat orang makan pasti minta sambil tereak mam.. mam… mam. Kalo kemauannya gak dituruti … tereak deh. tidur pun posisinya aneh2, gak bisa diem dlm tidurnya. Capekk ngejagain…. tp senang kok

    Wah, pertanda anak cerdas tuh, Mas. Banyak ingin tahu dan over aktif. Jangan dibunuh kecerdasan dan kreativitasnya dengan distempel ‘anak nakal’ ya. Anak seperti itu memang rawan menjengkelkan. Anak sulung saja juga kok. Difasilitasi dan diarahkan saja.

    Dan bersabarlah hingga 3 tahun yang akan datang😆 Berpikirlah seperti anak-anak saat bersama mereka. Jangan disambi2 mengerjakan yang lain *pengalaman pribadi*

  11. zefka Says:

    makasih ya sarannya mbak..

    sama-sama, Mas

  12. Abdee Says:

    hmmm…. sama dengan saya kalo sudah mbededeng perutnya.
    tapi kalo perute masih klukuk klukuk ya gak bisa tidur.

    😆 Jangan terlalu mbededeng, Mas. Ingat ‘ban’ di eyutmu itu. OMG! *no offense lho*

  13. akmal Says:

    Duh, senengnya liat Willa yang lucu. Jadi ingat si kembar saya nih…

    Anak-anak memang selalu lucu ya, Mbak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: