Mengelola marah dan lelah

tired-moody-girlSemalam, sepulang kantor, saya baru sadar kalo badan terasa remuk-redam. Liburan yang seharusnya menjadi sarana bersenang-senang dan mengisi baterai semangat, malah menjadi penyebab kelelahan.

Sebenarnya saya sudah mengusulkan pada suami untuk tidak mengikuti piknik bersama dengan keluarga besar di hari Sabtu (11/4) kemarin. Saya hanya ingin di rumah. Membaca buku seharian.

Apalagi dengan kondisi Wima dan Willa yang sedang batuk pilek dan suami saya terkena virus entahlah yang menyerang matanya. Tak perlulah memaksakan kondisi karena tidak enak dengan keluarga.

Benar saja. Sabtu malam, sepulang jalan-jalan, mereka bertiga drop. Apalagi Willa rewel semalaman yang membuat saya tidak tidur. Jadilah hari Minggunya (12/4) bayi saya ada tiga.

Wima, entah kenapa hari itu perilakunya cukup spesial-dalam-tanda-kutip di mata saya, Willa juga agak rewel dan minum susunya jadi sedikit, suami pun harus bedrest. Tiga gelas kopi sama sekali tak membantu mengatasi rasa kantuk dan lelah saya. Waktu itu, saya pikir manusiawi jika saya diizinkan marah-semarah-marahnya, hehe.

Akhirnya, sebagai upaya menghindari child-abuse dan KDRT secara verbal pada pasangan yang kemungkinan besar akan saya lakukan, emosi negatif pun saya sublimasikan* : setrika dan bersih-bersih rumah!:mrgreen:

Esoknya, Senin (13/4) dini hari saya berangkat ke Jakarta dan langsung ke kantor dengan mata kanan masih sedikit bengkak karena tertular virus dari suami. Syukurlah, pikiran banyak teralihkan karena tugas-tugas yang menunggu, jadi tidak sempat merenungi mata yang tidak memenuhi persyaratan estetika ini.😦

Pulang pun agak malam karena ada meeting HRGA dengan bagian SOP yang semangat sekali, “Pokoknya harus selesai hari ini loh!” diiringi dengan senyum kecut DGM dan manajer-manajer HRGA yang sudah tidak sabar untuk beranjak dari ruang meeting. Geli juga mengamati dinamika meeting kemarin.😆

Sampai rumah, saya pun teronggok di depan televisi dan baru terasa kalo badan patah-patah.

Pagi ini, saya menemukan mata kiri yang mulai bengkak. Duh, saya baru ingat kemarin tidak memberi obat di mata kanan karena lupa sama sekali. Saya berencana tidak kerja karena takut menulari mereka yang di kantor, di samping juga sakit mata ini membuat kepala agak pening. Apalagi besok ada medical check-up tahunan di kantor. Saya harus fit donk.

Sayangnya, PIC (people in charge) untuk Recruitment/Assesment dan People Development sedang ada dinas luar hari ini. Sehingga job-pending mereka dipegang rekan saya di Organization Development. Otomatis saya sendiri harus memegang job-pendingnya sambil mengerjakan tugas saya sendiri. Weleh-weleh..

Duh, piye yo? Masuk ngga? Binun.

*Footnote :

Sublimasi atau displacement adalah mekanisme pertahanan diri yang lebih sehat, yaitu mengatasi energi (stres atau kemarahan) ke kegiatan lain (melakukan olahraga, berkebun, dll). Mekanisme pertahanan diri yang lain, misalnya represi dan regresi.

Represi adalah menekan hal-hal yang tidak diinginkan ke dalam ketidaksadaran dan menyimpannya di sana. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan diri dari mengingat hal-hal yang tidak menyenangkan, yang kita takuti, atau keinginan yang menimbulkan rasa bersalah dalam diri kita.

Regresi berarti kembali ke fase perkembangan sebelumnya. Manusia secara wajar selalu mencari keadaan yang menimbulkan kenyamanan, terutama bila sedang stres. Menghisap jempol, pensil, permen, rokok adalah bentuk-bentuk regresi oral.

11 Tanggapan to “Mengelola marah dan lelah”

  1. sanggita Says:

    Maaf ya belum bisa blog-walking dan membalas komentar teman-teman..😀

  2. silvi Says:

    semoga lekas sembuh ya mbak…emang kalo udah punya 3 ‘baby’ kaya gitu…kita yg asalnya ‘supermom’ bisa berubah dari nenek sihir…karna cape semua-muanya…ya badan…ya pikiran….

    ——
    Hehe, untung saya udah jarang jadi nenek sihir sekarang, Mbak. Malu sama suami. Gengsi kalo masih kayak anak kecil. Beliau sih ngga pernah bilang apa2. Tapi tatapan teduhnya seolah2 mengatakan, “Bu, kamu kan orang psikologi…”

  3. Bundanya Dita Says:

    Hehehe kalau psikolog nulis, mendiskripsikan kelelahan badan pun, catatan kaki nya sampai 3, pakai istilahnya “keren”, definisinya panjang2 pula😀

    Anyway, moga2 lekas sembuh dan fit lagi untuk kembali ke kantor dan beraktifitas🙂

    ——
    Semoga jadi pembelajaran aja kalo lelah pun bukan alasan untuk ngeluh ngga jelas dan tetap bisa produktif, hehe. *nggaya* Makasih doanya ya. Hari ini ngantor kok, Mbak Ririn.

  4. masjaliteng Says:

    waduh sublimasi-nya bisa ditiru dan sering-sering pula😀
    trus sama eskapisme masih sodara nggak mbak? Kalo masih blm fit yo nggak usah ngoyo Mbak, moga cepet sembuh…

    ——
    Wah, kalo keseringan sublimasi, tidak menyelesaikan masalah, Mas. Sublimasi hanya mekanisme pengalihan energi supaya tidak destruktif/merusak. Core masalahnya tetap harus dibedah. Escapism masuk defence-mechanism ngga ya? Lupa saya:mrgreen:

    Ngga ngoyo kok. Hanya menjaga momentum. Karena itulah malah jadi cepet sembuh, hehe…

  5. zefka Says:

    kayaknya gak perlu nunggu seribu tahun untuk ngajuin cuti, supaya bisa recharge lagi..

    ——
    Charge apa nih? hehehe…Lebaran cuti tahun ini bisa kumpul sama anak dan istri tercinta kan. Suit suit…Alhamdulillah, doanya dikabulkan ya setelah 3 tahun harus berlebaran di site.

  6. nungqee Says:

    hihihi… asyik ya punya ibu psikolog, tau bagaimana cara mengendalikan diri.. belajar belajar.. bagi ilmu terus ya mbak..
    ini nih peer yang paliiing berat buat saya… kalo saya udah saking capeknya pelampiasannya mesti tutup kamar trus nangis… wekekeke… ga keren amat.. huf huf..

    ——
    *clingak-clinguk-nyari-suami* Nulis posting ini = diketawain suami kok. Hehe, saya juga masih taraf belajar karena asline gualak tenan (Iya kan Mr Xtremegears?). Makanya ditulis sebagai penguatan. Latihan jadi ibu yang lebih bijak yuk, Mbak. *nggandeng-tangan*

  7. achoey Says:

    dasyat
    semoga saya bisa meminimalisir rasa marah dan lelah🙂

    ——
    Amiiin…Saya ikut doakan deh, Mas.

  8. zefka Says:

    maksudnya … mbak ngajuin cuti ajam biar bisa recharge semangat dan tenaganya lagi. Kalo gw sih InsyaAllah dapat cuti lebaran, jadi malah bisa full charge😀

    ——
    Owh, saya “ngeman” jatah cuti, Mas. Biar lebaran besok bisa panjang liburnya, hehe.

  9. Canggih Says:

    wach tapi aku kena sindrom mu lho mb….
    serumah ma ortu malah bikin temperatur tambah naek turun….

    yach kedewasaan mang berkembang seiring dengan waktu…

    selamat berjuang….

    ——
    Memang saatnya kamu keluar, dik. Ndang gelis, gih.

  10. Seremonia Says:

    sekedar berbagi analisa kepribadian di http://seremonia.net/personality/whoareyou/ untuk yang pro dan kontra dipersilakan, semoga bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: