Kontrasepsi, gender, dan cuti haid

thinking-worrySetelah melahirkan Willa setengah tahun yang lalu, nifas, disusul kemudian mengikuti kontrasepsi suntik 3 bulan, membuat saya tidak juga mendapatkan tamu bulanan.

Terus terang, sejak saya melek terhadap kontrasepsi dan gender, saya tidak juga mengerti : dengan kemajuan teknologi medis yang bahkan sudah mampu meng-klon DNA, alat pencegah kehamilan tetap juga dikenakan pada perempuan.

Lihat dampak dari suntik (mempermainkan hormon alami perempuan), IUD/spiral (memasukkan benda asing ke dalam rahim perempuan), pil KB (harus ajeg diminum, pada beberapa kasus dapat menimbulkan kegemukan dan flek hitam pada wajah), hingga susuk (bentuk kecil seperti kipas yang ditanamkan ke bawah kulit).

Ada sih metode efektif macam vasektomi dan tubektomi, tapi tentu saja hal tersebut bukanlah menjadi pilihan saya dan suami karena dilarang dalam agama. Bisa ditebak deh apa yang akhirnya menjadi pilihan kami akan alat penunda kehamilan ini.

Menyambung cerita di awal paragraf, akhirnya saya dapat haid juga *fiuuhhh*. Nah, dalam  Perjanjian Kerja Bersama tempat saya bekerja disebutkan bahwa setiap pekerja perempuan berhak atas cuti haid satu dua hari dalam satu bulan.

Saya pun mengambil kesempatan ini. Yah, apalagi haid kali ini disertai migraen, eneg yang muncul-hilang, dan sakit pinggang lebih dari biasanya, jadi alasan deh untuk tidak masuk kerja, hehe.

Mumpung saya mendapatkan Me-Time — istilahnya Mbak Yessy Muchtar di sini — waktu panjang hari ini akan saya gunakan untuk : istirahat (tentu saja), re-thinking all my roles dan mengevaluasi kembali semua aktivitas yang sudah saya lakukan 4 bulan terakhir.

Saat pulang kemarin saya sering bilang ke suami kalo saya bete dan jenuh tanpa bisa menjelaskan kenapa-nya, saya juga mudah marah dan lelah. Mungkin pengaruh PMS (pre-menstruasi sindrome). Ah, tapi saya pantang mencari kambing hitam.

Jadi, hari ini saya juga punya kesempatan panjang untuk membahasakan apa yang saya rasakan😉 Tentu saja dengan menulis diari. Apalagi sudah dua bulan bayangan saya ini tidak saya sapa, pantas saja saya kehilangan kontrol diri.

Yap, menulis diari memang media terapi saya dalam menelanjangi diri. Mengunci kesadaran dari hiruk-pikuk dunia luar dan masuk ke dalam. Menguliti semua hal yang tidak boleh dipublikasikan. Agar tetap terjaga.

Happy Monday…bagaimana perasaan Anda hari ini?

8 Tanggapan to “Kontrasepsi, gender, dan cuti haid”

  1. yessymuchtar Says:

    feeling saya hari ini???

    Great🙂 Karena udah have fun kemarin. Yang aku bingung, kenapa jika ingin mendapatkan Me Time orang orang bilangnya nikah itu gak enak? punya anak itu melelahkan…bahkan ada yang sampe takut nikah segala gara gara saya tulis me time..

    Lah…yang single aja butuh me time kalleeeee..apa lagi yang udah nikah!

    Tidak ada yang salah dengan me time…dan perasaan mudah lelah, mudah marah itu wajar🙂 wajar bangettt darling🙂

    have fun di me Time kamu ya dear😉

    ——
    Hahaha, yang udah nyalon dan nge-blog seharian nee..
    Intinya sih – seperti yang sering saya bilang – emang balancing yak. Kalo udah overdosis pastinya jadi ngga sehat, Mbak. Thank you, saya menikmati sekali hari ini. Dengan cara saya, tentu saja.

  2. Bundanya Dita Says:

    Hari ini fresh mbak. Soalnya sempat libur 3 hari. Lho? Jumat saya juga ambil cuti haid. Kalau di KKB kantor saya malah dapat hak cuti 2 hari. Tapi saya jarang ambil, kalau haid saya gak begitu mengganggu. Kemarin jumat itu pakai lemes, jadi ngambil cuti deh🙂 . Kalau lagi PMS, emang bawaannya bete, gampang tersinggung. Biasanya tanpa saya sadari, temen2 di kantor bilang, saya agak jutek kalau lagi haid hehehe

    Saya malah gak KB mbak. Ayahnya Dita gak ngebolehin. Alasannya kasihan saya. Menunda kehamilan atas kesepakatan berdua, kok yang “susah” istri, katanya. Jadinya sekarang, pinter2 caranya deh supaya “gak jadi” dulu hehehe.

    Me-Time? Pas cuti kemarin sempat potong rambut (terakhir potong rambut 2 minggu sebelum melahirkan!) . Penginnya sekalian creambath, tapi kok ya masih gak enak ninggalin anak lama2 ya. Padahal ada Ayahnya Dita di rumah. Tapi itu sudah lumayan lah untuk menikmati Me-Time🙂

    ——
    *baca PKB lagi* Oiya, udah update, Mbak. Emang dua hari kok. Cuma ya karena paling besok udah siap tempur lagi, ambilnya cukup sehari saja, ntar kerjaan keteteran dunk.

    Wah, salut sama ayahnya Dita. Beruntung, Mbak dapat suami pengertian seperti itu lho. Jadi kapan rencana adik untuk Dita? 😉

    Emak-emak kayak kita emang butuh Me-Time tanpa perlu mengabaikan keluarga ya. Demi kesehatan emosi juga sih, hehe…

  3. yoan Says:

    hummm… cewek kalo lg kena PMS tu bawaannya pengen murder somebody ya mbak…

    ——
    Waduh, kalo sampe pingin murder-somebody engga deh. Saya sendiri ngga pernah menggunakan PMS untuk meng-excuse kebetean. Emang yoan gitu ya?

  4. nungqee Says:

    Hihihi… sama dengan bundanya dita :

    Hak cuti haid 2 hari, tapi jarang kepake, kecuali lagi parah dismenorhea-nya.. alhamdulillah setelah melahirkan jarang sakit lagi..

    Tentang KB juga, haha.. bandel2 berani dah😀
    tapi mbak sanggita udah pernah kebobolan ding ya, hihihi makanya mau tak mau harus extra ketat😛

    Me-Time malem setelah azkia bobo, setelah ayahnya bobo, karena me-time artinya duduk manis di depan laptop, entah sekedar nge-game, browsing, chatting (siapa pula yang OL jam 2 malem coba) atau corat coret bikin design atau retouch foto, haha.. 😀

    —–
    Tau aja nih. Banyak orang susah punya anak, ini yang gampang hamil aja bingung menunda kehamilan yak? Rahim subur bertemu dengan sperma tangguh. Klop deh.:mrgreen:

    Kalo ngga diajakin maen sama Azkia, giliran bapaknya ya? *timpuk Anjar, hihihi*

  5. zefka Says:

    Monday… huh…hari ini tidak cukup menyenangkan
    Gak begitu tau kalo ngomongin kontrasepsi dan “sesuatu” yg datang tiap bulan ini. Postingan yg membuka wawasan gw… thanks

    ——
    Kenapa atuh, Mas? Problem sama rekan kerja?
    Syukur deh ada bapak-bapak ikut baca posting ini. Bisa dijadikan bahan diskusi dengan Bunda Zefka kan?

  6. Rindu Says:

    Hari ini? saya selalu indah …🙂 me time, you time, our time, their time. Semuanya indah🙂

    ——
    Alhamdulillah, turut bahagia, De. Kamu hebat sih dalam ber-husnudzon kepada Allah. Saya memang harus belajar banyak dari kamu.

  7. zam Says:

    perasaan saya? semoga saya tidak hamil..

    ——
    ???!! Ya ampyun, Zam…sejak kapan kamu hermaprodite??!

  8. edratna Says:

    Jika tak selalu dihubung-hubung kan, kontrasepsi sebetulnya aman2 aja…memang ada perasaan pusing (padahal nggak pake juga udah sering pusing???)…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: