Belajar tentang kebesaran hati dari Wima

three-little-heartsSekitar jam 7 malam, menjelang isya, Wima terlihat mulai mengantuk. Kemudian saya bawa dia dan adiknya ke kamar mereka.

Sambil kucek-kucek mata, Wima bilang, “Pengen peluk ibuuu.” Itulah ritual Wima sebelum tidur jika ada saya.

Kemudian dia membuka kedua tangannya sebagai tanda memeluk. Saya langsung dekap dia sambil ikut tiduran.

Sementara di sampingnya, Willa masih merengek kecil karena mengantuk juga. Tak lama, Wima pun bilang, “Bu, dedek nangis ya.”

Iya, a. Ngga pa pa kok. Bentar lagi juga bobo sendiri. Dedek kan udah minum juga. Kalo aa udah tidur, ibu ntar tepuk-tepuk dedek,” jawab saya sambil mengelus rambutnya.

Tidak saya sangka, Wima malah menimpali, ” Ibu nidurin dedek dulu deh, biar dedeknya diem.” Sambil dia berbalik memunggungi saya dan memeluk guling kesayangannya.

Subhanallah, sedemikiankah kebesaran hati Wima? Padahal sore saat saya mandikan, Wima saya marahi karena rewel. Tapi dia melupakan itu dan tetap ingin memeluk saya seperti biasa.

Juga, betapa bersabarnya dia karena perhatian saya atau suami yang biasanya untuk dia sepenuhnya harus direlakan untuk dibagi dengan adiknya.

Hari itu, saya belajar tentang kebesaran hati dari seorang balita polos, yang saya saja lupa apakah pernah mengajarinya untuk itu.

Ah, hikmah memang tercecer dimana-mana…

10 Tanggapan to “Belajar tentang kebesaran hati dari Wima”

  1. Bundanya Dita Says:

    Kata orang bijak, jangan dilihat siapa yang mengatakan, tapi lihat apa yang dikatakan. Dan anak kecil pun menyimpan sesuatu yang berharga yang darinya kira mendapat pembelajaran yang tak disangka-sangka🙂 .Weits…wise banget kata2ku hari ini😀

    —–
    Betul banget, Mbak. Ternyata anak-anak juga memiliki caranya sendiri dalam menyikapi lingkungannya, jiaahhh…

  2. silvi Says:

    duuuh…..terharu aku baca postingan ini mbak….aa wima….hebaaat banget deeh…🙂 satu pelajaran tambahan lainnya yg aku dapet dari blog ini….ma kasiiiih…..🙂

    ——
    Hehe, sekedar berbagi, Mbak. Dari hal-hal yang sebenarnya biasa, ternyata memberikan hikmah luar biasa ya. Indahnya menjadi ibu…

  3. yanti Says:

    jadi terharu mbcanya….sudah lama gak main di blog mbak…pa kabarnya mbak??

    ——
    *tepuk-tepuk yanti* Kabar saya sesuai status facebook, yan.:mrgreen:

  4. masnoe® Says:

    wima . . . . itu siapa aku kok nggak mudeng mbak he he

    —–
    baca dunk, Mas. Kan jelas tyuh *sewot*

  5. edratna Says:

    Iya, kalau dilatih dan orangtua mengajak si sulung ikut kegiatan untuk membantu adiknya, rasa sayang pada adik akan muncul juga.

    Ingat si sulung menggandeng tangan si adik naik ke panggung, karena mendadak adiknya keringat dingin saat finalis lomba piano. Adiknya dapat hadiah…hehehe…dan kakaknya tidak, tapi si kakak bangga sekali. Bahkan sampai sekarangpun, sang kakak, selalu cerita kalau adiknya lebih hebat.

    ——
    Alhamdulillah, saya seneng banget Bu kalo ada kakak yang sayang sama adiknya. Mungkin karena anak sulung dan ngga punya kakak kandung ya. Dulu suka pengen loh punya kakak cowo yang melindungi gitu. Sekarang mah udah ada suami, jadi ngga pengen lagi🙂

  6. Billy Koesoemadinata Says:

    wah..wah.. wima bener2 ngerti sama dedeknya..
    musti dikasih reward tuh, bu..😉

    ——
    Pasti, Mas. Rewardnya : dipuji tanpa berlebihan, setiap waktu. Jalan-jalan ke tempat yang ia suka setiap minggu. Dan setiap bulan ia mendapat mainan/buku baru😀

  7. zefka Says:

    so sweet… Wima sayang bgt ma adeknya ya…

  8. zam Says:

    blom punya anak saya, bu.. wikikikikikik

  9. dian Says:

    terharu….srulp…srulp…jd pengen memeluk adekku…la belon punya anak je mbak….

  10. mama-ryan Says:

    Iya…terkadang banyak hal yang bisa kita tiru dari anak kecil, tanpa dendam, tulus, penuh kasih sayang, jujur, apa adanya… setidaknya untuk kembali berkaca padadiri sendiri, banyak hal yang kita ajarkan, yang kita sendiri tak bisa melakukannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: