Lamunan cokelat dan kopi di pagi hari

chocolate-coffeeBeberapa waktu yang lalu, teman-teman kantor yang baru datang dari site melihat foto-foto liburan keluarga saya waktu di Jungle-Bogor, Ancol, Sela Bintana, dan yang terakhir ke Pelabuhan Ratu.

Mereka pun berceletuk, “Wah, kayaknya menikah muda asik ya, Mbak.

Tidak lama dari itu, saat chat dengan sahabat yang meski baru saya temui sekali namun terasa dekat berkat tulisan-tulisan di blognya, beliau bertanya:

Agoyyoga : “Git, menikah sepertinya menyenangkan ya?”

Saya : “Menyenangkan, Ga. Kalo tahu cara bersenang-senang.”

Cinta. Pernikahan. Hidup. Kadang bagi saya seperti makan coklat atau minum kopi.

“A perfect chocolate bar should be bitter sweet, not all sweet, and certainly not all bitter, for then you lose all the fun.” (Grow A Day Older, Dewi ‘Dee’ Lestari)

Itulah kehidupan, itulah cinta. Ada pahit dan manis, gelap dan terang, siang dan malam, hidup dan mati.

Itulah pernikahan, kadang tak hanya untuk dimengerti, tak hanya untuk memahami diri sendiri tapi juga untuk dinikmati.

24 Tanggapan to “Lamunan cokelat dan kopi di pagi hari”

  1. sanggita Says:

    Yap. Saya sedang mellow akhir-akhir ini. Sepertinya overdosis Seven Pounds, hehe. That film? Gosh, it’s totally romantic paska Titanic (gimana ngga OD, wong saya sampai hafal dialognya):mrgreen:

  2. silvi Says:

    Kalo mbak lagi mellow…aku lagi sensitip…hihihiii….itu seven pounds film baru yaa…?? waduw maap ga gaul banget ya sayah…..

    Totally romantic…??waah…musti nonton itu….btw setuju ama tulisan mbak di paragraf terakhir…tentang pernikahan….

  3. Harsa Says:

    hueee….. saya jadi pengen cepet2 nikah nih…. rasanya memang sudah waktunya kalo yah.. blakangan ini saya gampang termenung memikirkan hidup, sepertinya kalau ada pendambing ga jadi termenung lagi deh…malah jadinya diskusi..🙂

    salam kenal..

  4. Bundanya Dita Says:

    Sebenarnya, dengan status apapun yang melekat dalam diri kita, yang masih melajang, yang sudah menikah, menikah muda, menikah tua eh menikah senior, selalu ada dua sisi di sana, suka-duka, bahagia-sedih, pahit-manis. Karena kebahagiaan sejatinya berasal dari diri kita sendiri, bukan dari apa status yang kita sandang. *kalau mbak sanggita lagi melow, saya lagi belajar wise😀 *

  5. omiyan Says:

    menikah adalah sarana untuk mengenal cinta itu seperti apa…dari situ kita belajar kedewasaan yang ada juga sarana untuk menghargai apa yang kita dapatkan selama ini

  6. zefka Says:

    nikah muda… saya juga ngelakuin hal itu mbak, terutama istri saya yg waktu nikah baru 20 tahun. Memang emosi kita waktu itu cukup labil.. sekarang sih udah mulai gak lagi🙂

  7. ciwir Says:

    suwe ra mampir,
    komen sik ah…

  8. hilda widyastuti Says:

    cinta dalam pernikahan lebih nikmat daripada cinta saat pacaran

  9. fadly Says:

    mbak. mas widie apriana yang orang sunda itu ya? beliau tuh temanku pas bimbel di primagama

  10. dwie Says:

    ……….”paragraf terakhir”……………
    lagi jadi penyemangat suami yang sedang kejar tayang disertasinya, deadline tahun terakhir. terutama urusan emosi (=yang tidak stabil) dan rela menitipkan anak2 ke neneknya dulu.

  11. wenni Says:

    iya yah mba?
    jadi pengen cepet2 nikah nih… inspiratif banget postingan nya mba

  12. masjaliteng Says:

    dulu pernah mau nikah muda sekali, tapi apa daya cinta bertepuk sebelah tangan, yg penting sekarang sudah punya momongan🙂

  13. mama-ryan Says:

    Menikah, terutama menikah muda*bagi saya yang mengalaminya* terkadang ditanggapi secara positifatau negatif oleh persepsi yang berbeda. Tapi bagi-ku*yang menjalaninya* ternyata lebih menyenangkan dari persepsi sebelumnya sebelum melewatinya. kehilangan waktu bermain, kebebasan? ternyata salah besar. mungkin bisa berbeda karena sosok suami yang ternyata mendukung semua keinginan….dan pada dasarnya kebahagiaan bukan berawal dari suatu status tapi dari kemampuan kita membuat segala sesuatu menjadi lebih indah dari sebelumnya.

  14. Yodhia @ Blog Strategi + Manajemen Says:

    […Cinta. Pernikahan. Hidup. Kadang bagi saya seperti makan coklat atau minum kopi…]

    Hm, sebuah pilihan kalimat yang menarik.

  15. ke2nai Says:

    gak ada hidup yang sempurna y.. jd coba dinikmati aja🙂

  16. utaminingtyazzzz Says:

    nonton Seven Pounds brapa kali, Bu? bagus banget yaaa🙂

    *yang masih belum menemukan teman romantis yang pas*

  17. Dyadyaeko Says:

    Pernikahan memang untuk dinikmati….manis-getirnya. Mengingkari salah satunya, adalah cermin ketidak-dewasaan dan pasti menimbulkan masalah.

  18. masnoe® Says:

    kalu soal ngopi setuju bin nikmat kalau pagi hari baru bangun tidur ( kemepyar )

  19. Rindu Says:

    Ya ALLAH, jika cinta itu ada, berilah satu untuk saya agar saya dapat membangun syurga di dunia dan mengantarkan suami saya ke syurga Mu ya ALLAH.

    amin …

  20. vays Says:

    hallo… salam kenal pengen ikutan komen nih…

    saya juga ” pelaku ” nikah muda, saya nikah saat usia 19 tahun, dengan rentang usia dengan suami yang bisa dikatakan terpaut jauh ( 7 thun lebih ), awalnya memang terasa berat tapi setelah di jalani + dan di nikmati dengan penuh ke ikhlasan serta berniat hanya untul mencari keridhoan Alloh semua terasa ringan, meskipun kami sudah menikah tapi kami tetap merasa seperti pacaran ( soalnya kami tidak pacaran, kenal bentar langsung nikah )😀. so… nikah muda itu nikmat banget ……… :D:D:D

  21. edratna Says:

    Menikah menyenangkan kalau ketemu yang cocok, dan bisa mengelolanya.
    Dan bersyukur atas semua tahapan yang dilakukan….serta ikhlas apapun yang kita peroleh

  22. zam Says:

    hahaha.. aku sebenernya sudah seiap untuk menikah. siap semuanya, kecuali… calon istrinya!! hwakakaakakakaka

  23. rie Says:

    menikah itu kadang kaya naik roller coaster, tapi kadang seperti di jalan tol…lurus lengang…hahaha…salam nggit…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: