Lamunan cokelat dan kopi di pagi hari

chocolate-coffeeBeberapa waktu yang lalu, teman-teman kantor yang baru datang dari site melihat foto-foto liburan keluarga saya waktu di Jungle-Bogor, Ancol, Sela Bintana, dan yang terakhir ke Pelabuhan Ratu.

Mereka pun berceletuk, “Wah, kayaknya menikah muda asik ya, Mbak.

Tidak lama dari itu, saat chat dengan sahabat yang meski baru saya temui sekali namun terasa dekat berkat tulisan-tulisan di blognya, beliau bertanya:

Agoyyoga : “Git, menikah sepertinya menyenangkan ya?”

Saya : “Menyenangkan, Ga. Kalo tahu cara bersenang-senang.”

Cinta. Pernikahan. Hidup. Kadang bagi saya seperti makan coklat atau minum kopi.

Baca entri selengkapnya »

Kisah cinta dalam sepotong donat

couple-strolling-beachSepulang fitness dan berenang semalam, saya mengudap camilan favorit : sebuah Donat J.Co satu-satunya yang tersisa di kulkas.

Kue lubang ini memang menggugah selera saya sekaligus lebih cocok di lidah daripada pendahulunya. Selain tidak terlalu gemuk, komposisinya juga tidak membuat mbleneg.

Sebagaimana saat ritual makan biasanya, saya nikmati setiap rasa yang mampir sejenak di lidah. Sebelum saya kehilangan manisnya begitu melewati kerongkongan.

Saat gigitan ketiga, lamunan saya terjerat pada cerita seorang sahabat beberapa waktu lalu. Ia bercerita tentang kakaknya : wanita karir berusia hampir kepala tiga, telah mampu membangun istana dan singgasana, namun tak jua menemukan sang raja bagi hatinya.

Baca entri selengkapnya »

Happy Anniversary, Suamiku…

Bulaksumur Pos mewakili UGM di Kuis Kocok-kocok SCTV, hehe

Komunitas B21 (Bulaksumur Pos) mewakili UGM di Kuis Kocok-kocok SCTV, hehe...masih cupu yak.

Saya pertama kali bertemu suami 6 tahun yang lalu di sebuah komunitas B21 UGM, komunitas mahasiswa yang sama-sama meminati kegiatan pers. Saat itu saya baru memasuki semester 3 di bangku kuliah.

Setelah melalui rangkaian kegiatan bersama, terbukalah pintu komunikasi di antara kami berdua. Ternyata suami adalah tipe yang sangat serius dalam menyikapi hidup tanpa meninggalkan kemampuannya dalam menyampaikan humor dengan cerdas. Tidak seperti saya yang tipe hura-hura dan menjalani hidup apa adanya. Bagi beliau, hidup harus dijalani dengan visi.

Saya banyak menimba ilmu dari pria yang sangat saya kagumi ini. Kegiatan kami lebih banyak diisi diskusi dan jalan-jalan di toko buku.

Memasuki bulan ketiga sejak perkenalan itu, kami sudah sangat dekat karena komunikasi yang cukup intens. Hingga suatu hari, beliau menyampaikan statement yang membuat saya terkaget-kaget. Kata-katanya jauh dari romantis, malah disampaikan dengan nada dan tatapan serius, “Oh, ternyata ini yang nantinya jadi istriku.”

Seolah-olah hal tersebut menjawab tanda tanya besar yang menjadi misteri selama hampir seperempat abad usianya saat itu. Seperti apakah istrinya kelak? Seperti apakah anak-anaknya kelak? Wah, kalo saya sih mana kepikiran…

Baca entri selengkapnya »

Puisi cinta untuk suamiku

senior-loveSelamat Ulang Tahun Perkawinan yang keempat, sayang.

Dan jika boleh, kukutipkan puisi cantik ini dari penulis yang kegemilangannya tak pernah pudar di mataku, untukmu…

Barangkali cinta…
jika darahku mendesirkan gelombang
yang tertangkap oleh darahmu
dan engkau beriak karenanya.
Darahku dan darahmu,
terkunci dalam nadi yang berbeda,
namun berpadu dalam badai yang sama.

Barangkali cinta…
jika napasmu merambatkan api
yang menjalar ke paru-paruku
dan aku terbakar karenanya.
Napasmu dan napasku,
bangkit dari rongga dada yang berbeda,
namun lebur dalam bara yang satu.
Baca entri selengkapnya »

Surat cinta untuk suamiku

love-letterSayang, selama enam tahun kebersamaan kita, aku belajar darimu tentang melihat di balik yang terlihat. Tentang kemampuan membaca mengapa dan bagaimana , tak hanya berupaya menjawab apa.

Aku pun belajar untuk menjadi dalang akan hidupku sendiri. Bukan lagi menjadi pelaku dan penikmat perjalanan dengan kacamata kenaifan anak-anak.

Dan selama itu pula aku baru paham bahwa ternyata persamaan kita telah saling menguatkan dan perbedaan kita pun untuk saling melengkapi.

Sayang, terimakasih telah menjadi cermin yang selalu memantulkan apa yang kuinginkan.

Kamu paling paham bahwa aku tidak butuh instruksi. Hanya kalimat tanya. Karena katamu, sebenarnya aku sudah tahu apa yang kubutuhkan dan apa yang seharusnya kulakukan.

*****

Baca entri selengkapnya »

Uniknya liburan di Pelabuhan Ratu_part 2

Ini bagian yang paling unik dan bikin ngiler…

Uniknya liburan di Pelabuhan Ratu_part 1

menunggu-berangkat

Menunggu mobil untuk berangkat ke Pelabuhan Ratu. Wima senyum ala Joker, Willa protes dipaksa pose. Ibunya? Sadar kamera donk...teteup, hehe

Long-weekend dua minggu lalu, kami sekeluarga besar Sukabumi, jalan-jalan ke Pelabuhan Ratu. Ada Umi dan keenam anak-anak dan menantunya serta cucu dan cicitnya. Kecuali Bi Mia — anak bungsu — yang sedang dinas di rumah sakit tempatnya bekerja.

Yang unik dari keluarga suami saya ini adalah : mereka mau repot! Lihat saja di foto. Segala sesuatu dimasak sendiri, bawa wajan, galon, hingga kompor gas. Tapi itulah yang membuat keluarga ini guyub sekali.

Ck ck ck…beda banget sama keluarga saya di Solo yak. Trah Poerwo Soeharto prefer dilayani deh. Bayar orang, nikmati sajian. Dasar mental priyayi ;))

Meski on the spot-nya kami bahagia-bahagia saja, sepulang dari piknik : suami, Wima, dan Willa teler semua. Seperti yang saya ceritakan di sini minggu kemarin. 😦

Baca entri selengkapnya »