Kabut di perjalanan Senin dini hari

car-dashboard-nightTepat pukul 2.45 pagi di setiap hari Senin, saya bersiap meninggalkan Sukabumi menuju Jakarta. Ritual yang dulu sangat saya benci namun sekarang berlahan-lahan saya nikmati.

Ternyata pagi itu berkabut. Kaca mobil bagian depan menjadi buram. Dari 130 km jarak yang harus ditempuh, mobil terpaksa berhenti di km 13. Pun meski telah dibersihkan, jarak pandang hanya 5 m ke depan. Sedikit terbantu karena pendar-pendar lampu.

Tapi dengan mantap, mobil terus melaju. Seolah ia tahu ke mana arahnya, rute mana yang harus dilalui, dan kapan harus sejenak berhenti. Namun sebenarnya, mobil sekedar menyusuri aspal jalan yang disediakan. Ia hanya berpegang pada peta dan kompas dari Sukabumi menuju Jakarta.

Ah – pikir saya – bukankah demikian pula hidup?

Baca entri selengkapnya »

Rinduku

Ku merindukanmu, sayangAlunan nada itu menyentak ruang dengarku.
Menjembatani penggalan waktu bersamamu :
Pendar lampu Kota. Batavia. Dini hari. Kopi. Dan, diskusi.

Tahukah, jangkar yang kau benamkan ini terlalu berat?
Bahkan aroma tubuhmu masih melekat?

Saat ini kuhanya ingin berteriak lantang.
Menembus gendang telinga setiap orang…

Ku merindukanmu, sayang.

*Inspired by one tempting-night at Dunkin’ Donat, Hayam Wuruk.

Dari Penulis:

Saya lahir di keluarga yang mempunyai concern besar terhadap kesenian. Dedikasi Bapak dan Ibu saya terhadap budaya, Jawa khususnya, sudah dimulai sejak beliau berdua masih remaja. Tak heran jika sejak saya balita, tidak ada rasa canggung berdiri di atas panggung. Melakonkan Harjuna kecil dan menari Jawa tradisional telah menjadi ritual mingguan saya.

Baca entri selengkapnya »

Transformasi setelah hibernasi

View from the topGenap satu bulan saya menghibernasikan blog. Ada banyak kejadian yang saya alami dan tidak sabar ingin saya bagi.

Bukan peristiwa besar, hanya sekumpulan peristiwa-peristiwa sederhana namun tidak lagi dilihat dari sudut pandang orang awam.

Sebuah transformasi dari dalam dan butuh kesabaran. Karena seringkali membuat saya lebih moody dan sangat sensi.

Saya yakin, setiap orang membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Mendengarkan kilatan-kilatan perasaanya, membahasakan dan memaknainya. Dan semua itu bermuara pada genangan pemahaman terhadap diri dan dunia yang lebih mendalam. Saya tidak tahu apakah Anda pernah mengalami hal yang sama. Tapi itulah kenyataan yang sedang saya rasakan.

Baca entri selengkapnya »

I’ll be back, soon!

Studying books

Saat ini sedang ada yang dipersiapkan dan dikerjakan, di luar pekerjaan kantor tentu. Saya sudah merencanakannya sejak awal tahun kemarin, tapi nol eksekusi.

Maaf, jadi bukannya saya menganak-tirikan blog. Tapi memang belum berkesempatan untuk update konten blog setiap hari. As soon as possible deh. Tentu dengan tulisan-tulisan yang lebih renyah dan bermutu.

Janji! :mrgreen:

Lamunan cokelat dan kopi di pagi hari

chocolate-coffeeBeberapa waktu yang lalu, teman-teman kantor yang baru datang dari site melihat foto-foto liburan keluarga saya waktu di Jungle-Bogor, Ancol, Sela Bintana, dan yang terakhir ke Pelabuhan Ratu.

Mereka pun berceletuk, “Wah, kayaknya menikah muda asik ya, Mbak.

Tidak lama dari itu, saat chat dengan sahabat yang meski baru saya temui sekali namun terasa dekat berkat tulisan-tulisan di blognya, beliau bertanya:

Agoyyoga : “Git, menikah sepertinya menyenangkan ya?”

Saya : “Menyenangkan, Ga. Kalo tahu cara bersenang-senang.”

Cinta. Pernikahan. Hidup. Kadang bagi saya seperti makan coklat atau minum kopi.

Baca entri selengkapnya »

Kisah cinta dalam sepotong donat

couple-strolling-beachSepulang fitness dan berenang semalam, saya mengudap camilan favorit : sebuah Donat J.Co satu-satunya yang tersisa di kulkas.

Kue lubang ini memang menggugah selera saya sekaligus lebih cocok di lidah daripada pendahulunya. Selain tidak terlalu gemuk, komposisinya juga tidak membuat mbleneg.

Sebagaimana saat ritual makan biasanya, saya nikmati setiap rasa yang mampir sejenak di lidah. Sebelum saya kehilangan manisnya begitu melewati kerongkongan.

Saat gigitan ketiga, lamunan saya terjerat pada cerita seorang sahabat beberapa waktu lalu. Ia bercerita tentang kakaknya : wanita karir berusia hampir kepala tiga, telah mampu membangun istana dan singgasana, namun tak jua menemukan sang raja bagi hatinya.

Baca entri selengkapnya »

Perhatikan bahasa tubuh Anda

life-style-conversationKenapa tangan terlipat di dada adalah kesalahan besar dalam wawancara kerja? Bagaimana mengidentifikasi pasangan yang berbohong dengan mudah?

Jawabannya adalah : Kenali bahasa non verbal.

Yap, karena mayoritas pikiran dan perasaan terdalam seseorang tercermin dari bahasa tubuhnya daripada apa yang dia katakan secara verbal.

Berikut beberapa contoh perilaku non verbal beserta interpretasinya yang sering saya temui dalam percakapan sehari-hari :

Baca entri selengkapnya »