Antara bekerja dan bersenang-senang : menulis dan berbincang

Angkringan HR

Menulis di sela-sela pekerjaan rutin. Di luar job-desc soalnya, hehe...

Di divisi HRGA PT BUMA tempat saya bekerja, ada media sosialisasi project HR dalam bentuk buletin dua mingguan bernama ‘Angkringan HR’. Ide dari Mr. DGM (Deputy General Manager) sendiri yang sepertinya melihat hobi menulis saya. Aseek..

Saat proses pengiriman e-mail edisi ketiga kemarin ke level Managing Director sampai Supervisor, ada beberapa nama yang belum tercantum di sent list e-mail saya. Kemudian beliau menegur via e-mail :

Mr. DGM : “Kok untuk supervisor tidak ada?”

Saya : “Udah kan, Pak? Di e-mail susulan karena supervisor dilampiri PDF edisi 1 sampai 3 sekalian.”

Mr. DGM : “Ok tks, Kabag TC belum.”

[Kabag TC : Training Center Section Head]

Saya : “Inggih, Pak. Sendhika dhawuh..”

[Iya, Pak. Siap menjalankan perintah..]

Mr. DGM : [mulai main wayang]

“Wara Sembodro…

Lha, kowe kok lali… ora ngirimake gaman kang wujud wacan angkringan marang para punggawa-ku TC. Mengko para punggawa aning lapangan bisa2 ora mbiyantu aku ning laga Kurusetra. Lha mengko piye, para prajurit ku bisa pralaya.

Baca entri selengkapnya »

Bekerja dan berkeluarga (harusnya) menyeimbangkan hidup

ibu-bayiThe day has come. Berakhir sudah libur panjang saya. Besok sudah harus mulai bekerja. Kembali lagi pada rutinitas Jum’at malam pulang Sukabumi, Senin dini hari balik Jakarta.

Itulah kenapa dua minggu ini saya tidak pernah online. Pun sewaktu liburan ke Solo selama seminggu. Saya hanya menyediakan diri untuk keluarga. Menikmati setiap detik kebersamaan bersama suami, Wima, Willa, bapak, ibu, adik perempuan dan anak-anaknya.

Saya genggam erat setiap fragmen drama kebersamaan kami untuk dikulum pelan-pelan. Untuk dinikmati lain waktu melalui ruang ingatan.

Saya sangat mencintai keluarga. Bekerja juga memberikan kenikmatan sendiri. Suami paham betul bahwa saya bukan tipe perempuan yang tahan setiap hari di rumah saja. Saya butuh tempat beraktualisasi.

Bekerja dan berkeluarga menyeimbangkan hidup saya. Ketika berkunjung ke blog sesama pekerja, seringkali saya menemukan keluhan betapa perusahaan telah membeli waktu dan hidup mereka.

Bukankah pilihan untuk bekerja pun adalah keputusan sadar kita juga? Jika memang membuat waktu untuk keluarga jadi terpotong, itu adalah konsekuensi logisnya.

Jadi, kenapa tidak menikmati setiap detik peran yang kita jalankan dan memberikan yang terbaik di setiap helaan nafas? (wah, sepertinya akan menjadi quote favorit saya tahun ini)

Meskipun terlambat, saya ingin menyampaikan Selamat Tahun Baru 1430 Hijriah dan 2009 Masehi.

Sudahkah Anda mengevaluasi rapor tahun 2008 kemarin? Dan apa resolusi Anda tahun 2009 ini?