Antara bekerja dan bersenang-senang : menulis dan berbincang

Angkringan HR

Menulis di sela-sela pekerjaan rutin. Di luar job-desc soalnya, hehe...

Di divisi HRGA PT BUMA tempat saya bekerja, ada media sosialisasi project HR dalam bentuk buletin dua mingguan bernama ‘Angkringan HR’. Ide dari Mr. DGM (Deputy General Manager) sendiri yang sepertinya melihat hobi menulis saya. Aseek..

Saat proses pengiriman e-mail edisi ketiga kemarin ke level Managing Director sampai Supervisor, ada beberapa nama yang belum tercantum di sent list e-mail saya. Kemudian beliau menegur via e-mail :

Mr. DGM : “Kok untuk supervisor tidak ada?”

Saya : “Udah kan, Pak? Di e-mail susulan karena supervisor dilampiri PDF edisi 1 sampai 3 sekalian.”

Mr. DGM : “Ok tks, Kabag TC belum.”

[Kabag TC : Training Center Section Head]

Saya : “Inggih, Pak. Sendhika dhawuh..”

[Iya, Pak. Siap menjalankan perintah..]

Mr. DGM : [mulai main wayang]

“Wara Sembodro…

Lha, kowe kok lali… ora ngirimake gaman kang wujud wacan angkringan marang para punggawa-ku TC. Mengko para punggawa aning lapangan bisa2 ora mbiyantu aku ning laga Kurusetra. Lha mengko piye, para prajurit ku bisa pralaya.

Baca entri selengkapnya »

Wima and Willa are my prime customers

working-mother-at-kitchen

Git, mana tulisan baru di blogmu??! Kok lama ngga posting, jeung?”

Itulah salah satu kalimat yang meluncur waktu saya mengaktifkan Y!M sesampainya di Jakarta (dari Sukabumi) tadi pagi.

Hehe, lucu juga ya. Blog yang isinya ringan-ringan ini ada juga yang membaca. Sekali pun tidak meninggalkan komentar.

Suka aja bacanya. Ngga perlu ngisi komentar, ah.” Demikian alasan teman saya ketika saya tanya kenapa tidak pernah meninggalkan jejak padahal ajeg membaca blog ini.

Saat long-weekend kemarin, sebenarnya saya sudah menyiapkan beberapa draft-tinggal-edit untuk di-posting di blog. Jadi target satu hari satu tulisan tetap bisa terpenuhi.

Baca entri selengkapnya »

Kompetensi balita usia 1,5 – 2 tahun

1. Bermain dengan teman sebaya secara damai

12-08-07_0750.jpg

2. Bernegosiasi dengan teman sebaya. Jika kita terbiasa berkomunikasi secara sehat dengan anak (meminimalisir kata-kata negatif, seperti ‘jangan’ dan ‘tidak boleh’), Anda akan takjub betapa balita Anda akan melakukan hal yang sama pada temannya

12-08-07_0855.jpg

3. Makan sendiri. Kotor, pasti. Just trust your child!

4. Membaca doa-doa pendek, seperti doa mau makan dan mau tidur. Bahkan jika sejak dalam kandungan sering diperdengarkan surat-surat pendek (Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas), di usia ini dia bisa melafalkannya dengan lengkap

13-05-07_0726.jpg

Baca entri selengkapnya »

Mereka yang sedang menyelesaikan bukunya

Berikut adalah beberapa nama anak bangsa yang menjadikan profesi menulis sebagai jalan hidupnya. Saya sangat mengagumi sepak terjang mereka, baik dari karya yang dihasilkan maupun secara personal. Mereka sama-sama masih muda, idealis, dan unik.

Yang ingin saya bidik di tulisan ini adalah bagaimana mereka membagi waktu dan pikiran antara pekerjaan (jika mereka masih terikat untuk bekerja dengan orang lain), menulis, keluarga, dan waktu untuk diri sendiri. Dan bagaimana proses mereka menuju puncak yang diimpikan. Here we go

Dewi Lestari. 32 tahun. Domisili Bandung/Jakarta (sementara). Artis, penyanyi yang tergabung dalam RSD. Ibu satu anak – Keenan – berusia 3 tahun. Baru saja tur 12 kota RSD. Sedang menyelesaikan project Rectorverso. Freelance, penulis. Sedang dikejar deadline untuk novel e-book Perahu Kertas yang harus diselesaikan dalam 55 hari (www.dee-55days.blogspot.com). Dan project Supernova keempat.

Jumpalitan mengatur waktu antara talkshow, menjadi juri penulisan cerpen di majalah-majalah, menjadi pembicara seminar, wawancara media, booksigning, tur, rekaman lagu, menulis journal 55-days, menulis blog dee-idea, menyelesaikan proyek Perahu Kertas, mengurus anak, mengikuti kegiatan-kegiatan semacam meditasi.

Karya : Supernova the series : Putri, Ksatria, dan Bintang Jatuh; Akar; serta Petir, Filosofi Kopi, dan berbagai tulisan serta puisi yang tersebar di milis, majalah, dan koran.

Baca entri selengkapnya »

Komitmen 2008 saya

kopi-dan-buku-21Kebiasaan menulis diary sebenarnya sudah saya lakukan sejak tahun 1994 – saat itu saya masih kelas 6 SD – hingga sekarang. Isinya pun sangat sederhana, seperti apa saja aktivitas saya hari itu.

Beranjak SMU, diary penuh dengan curahan hati tentang cinta. Lucu juga mengingatnya. Orang yang saya taksir itu seorang seniman eksentrik berusia satu tahun lebih muda dari saya yang tenggelam dengan dunianya sendiri, dunia filsafat. Dan tidak setiap orang – apalagi remaja seusia itu – yang bisa memahaminya.

Kami bisa diskusi dari jam 8 malam hingga jam 2 pagi, via telpon tentu saja. Hanya break ketika salah satunya ingin <maaf> pipis. Pemikiran tokoh-tokoh besar filsafat sudah kami telan bersama. Tanpa guru, tanpa mentor. Hanya kami berdua. Lucunya, saya pernah menemani dia nge-band di sebuah acara kampus dengan…membaca buku filsafat!
Baca entri selengkapnya »