Bermasalah dengan Merah

Hal pertama yang paling saya takutkan saat ini adalah kehilangan data-data dalam notebook dan smart-phone tercinta karena separuh ingatan, pemikiran dan kenangan tersimpan di gadget tersebut (beginilah manusia 2.0 😀 ). Sedangkan, hal kedua yang tak kalah menakutkan adalah menempelnya warna merah ke tubuh saya! Karena saya merasa sebagian besar kepercayaan diri turut menguap, berbanding lurus dengan semakin banyaknya corak merah yang hadir.

Terakhir kali saya (terpaksa) mengenakan atasan warna merah adalah saat ada acara besar yang melibatkan ratusan orang di Cipanas enam tahun yang lalu. Itu pun saya memilih pinjam daripada beli! Saya hanya tak ingin sehelai pun kain merah menodai isi lemari. Dan terakhir saya mengenakan pakaian berlebihan adalah saat sering menari Jawa klasik dan melakonkan wayang orang di panggung, lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Dhapukan terakhir yang saya mainkan adalah berperan sebagai Pergiwa*. See, apa warna ageman Pergiwa? Hitam. Bukan Srikandhi (atau pun Wonder Woman?) yang selalu didominasi merah itu! Maaf, saya memang sangat bermasalah dengan merah.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pencinta orisinalitas

child-with-balloonBerikut kebiasaan saya saat memesan sesuatu :

Pesen ke office girl : “Mbak, tolong donk beliin mie ayam. Ngga pake sambel, saus, kecap, daun bawang, dan tauge. Isinya cukup mie, sawi, ayam. Pake kuah ya, Mbak.

Pas beli bubur ayam : “Mas, bubur ayam satu ya. Ngga pake ayam, kacang, krupuk, emping, dan daun bawang. Bubur dan kari aja. Pake plastik ya, jangan stereofoam. Ngga usah dikasih sendok, Mas.”

Beli soto : “Bu, soto donk. Nasinya dipisah. Ngga pake tomat, tauge, kol, kecap, sambel, dan jeruk nipis. Oh, ngga usah ditambahi bumbu bubuk. Suka jadi keruh soalnya. Saya seneng yang bening, garamin aja, Bu. Yang di mangkuk so’on, ayam, dan kuah aja ya.”

Pesen teh hangat : “Mas, teh manis hangat satu. Jangan terlalu panas lho ya. Hangat aja, suam-suam kuku.

Pesen es tebu : “Teteh, beli sari tebu ya. Es-nya dikit aja. Duh duh, masih kebanyakan. Kurangin lagi donk.

Bawel? Hehehe…

Baca entri selengkapnya »